Tayang Per 30 Juni 2014
Slider 1 mini Slider 2 mini

Rabu, 23 Juli 2014

Kemen LH Anugrakan Penghargaan Adiwiyata Mandiri kepada SMAN 20 Bandung

Kategori:



BANDUNG – Dianggap berhasil menerapkan program sekolah berbudaya lingkungan, SMAN 20 Bandung yang beralamat di Jl. Citarum No. 23 belum lama ini berhasil menyabet Penghargaan Adiwiyata dari kementrian Lingkungan Hidup (LH). Menurut kepala sekolah, Asep Turniawan yang didampingi Wakil kepala sekolah bidang humas, Euis Sopiah, penghargaan tingkat nasional tersebut diserahkan langsung oleh Mentrian LH, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA di Jakarta.

Adiwiyata sendiri mempunyai pengertian atau makna sebagai tempat yang baik dan ideal. Dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya esejahteraan hidup dan menuju kepada cita‐cita pembangunan berkelanjutan. Tujuan program Adiwiyata mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik guna mendukung pembangunan berkelanjutan.

"Pelaksanaan Program Adiwiyata diletakkan pada dua prinsip dasar yaitu yang pertama partisipatif. Komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran. Kedua berkelanjutan, artinya seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif", terang Euis.

Untuk mencapai tujuan program Adiwiyata, lanjutnya maka ditetapkan 4 (empat) komponen program yang menjadi satu kesatuan utuh dalam mencapai sekolah Adiwiyata. Keempat komponen tersebut adalah, kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan.

"Keuntungan mengikuti Program Adiwiyata antara lain, mendukung pencapaian standar kompetensi/ kompertensi dasar dan standar kompetensi lulusan (SKL) pendidikan dasar dan menengah, meningkatkan efesiensi penggunaan dana operasional sekolah melalui penghematan dan pengurangan konsumsi dari berbagai sumber daya dan energi, menciptakan kebersamaan warga sekolah dan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif.

Menjadi tempat pembelajaran tentang nilai‐nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar, serta meningkatkan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup meIalui kegiatan pengendalian pencemaran, pengendalian kerusakan dan pelestarian fungsi lingkungan di sekolah," ungkap Euis di ruangan kantornya, Senin (21/7/2014).*(Benny)
 


 

Posted By bandungwebs7/23/2014 10:52:00 AM