Slider 1 mini Slider 2 mini

Jumat, 11 April 2014

Hebaat, Mahasiswa Indonesia Sapu Bersih Lomba Robot Internasional di AS

Kategori:

JAKARTA - Mahasiswa Indonesia berhasil menyapu bersih lomba robot internasional di Amerika Serikat. Mahasiswa ini berasal dari dua tim robot Politeknik Elektronika Surabaya (PENS), masing-masing tim EFFIRO dan tim EILERO. Mereka berhasil menyapu bersih juara pada kontes robot internasional yang berlangsung di Trinity College, Hartford, Connecticut, AS, 5-6 April la

Demikian kabar yang diterima pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Selasa (8/4/2014) siang. Tim EFFIRO dengan tiga robotnya berhasil keluar menjadi juara satu, dua, dan juara tiga, untuk kategori pemadam api divisi senior beroda. Ketiga robot itu diberinama PENS, Senior EFFIRO dan ER2C.

Selain menyapu bersih kategori tersebut, tim robot EILERO yang diberi nama Walking EFFIRO, dan turun pada kategori divisi berkaki, juga berhasil keluar sebagai juara pertama. Tahun lalu tim ini mendapat juara dua.

Tahun ini sebenarnya tim ini hanya menitipkan robotnya kepada tim EFFIRO untuk ikut bertanding. Karena memang yang berhak untuk ikut ke kontes itu adalah mereka yang terpilih lewat seleksi pada kontes robot Indonesia setahun sebelumnya.

Mendikbud menyambut kedatangan tim tersebut di Surabaya, Rabu (9/4/2014), malam langsung di Bandara Juanda Terminal 2. Para peserta lomba menempuh perjalanan selama 24 jam dari bandara John F Kennedy, New York melalui Hongkong.

“Kami bangga akhirnya bisa kembali menunjukkan kepada dunia kalau mahasiswa dan perguruan tinggi Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional,” kata Mendikbud, Mohammad Nuh.

Yang lebih membanggakan lagi, ungkap Menteri Nuh, anggota tim itu ada yang berasal dari penerima Bidikmisi, salah satu program Kemdikbud untuk memberikan bantuan biaya kuliah gratis kepada mahasiswa berprestasi namun dari kalangan kurang mampu.

"Sungguh ini satu lagi bukti nyata mereka dari keluarga tidak mampu pun bisa berprestasi jika diberi kesempatan. Tugas kita adalah memberikan kesempatan itu,” katanya.

Sekilas Prestasi PENS
PENS baru tahun ini mengikuti even ini, dan keikutsertaan PENS di even ini melengkapi seluruh even internasional yang pernah PENS ikuti. Tahun 2001 Tim B-CAK menjadi Juara Dunia di NHK International Robot Contest di Koriyama, Jepang. Kontes robot ini sekarang dikenal sebagai ABU Robocon.

Tahun 2013 Tim ERSION mendapatkan Second Runner-Up dan ABU Robocon Award serta ROHM Special Award di ABU Robot Contest 2013 di Danang, Vietnam.

Tim EROS meraih peringkat 7 besar dunia di RoboCup 2013 untuk Kategori Humanoid Kids di Eindhoven, Belanda. Tim PENS juga menempatkan diri di 7 besar dunia pada kontes kapal cepat tanpa awak RoboBoat 2013 di Virginia, Amerika Serikat. (LY/DIKBUD)

Posted By bandungwebs4/11/2014 04:52:00 PM

Mendikbud Melakukan Koordinasi dengan Polda Seluruh Indonesia

Kategori:

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh, bersama Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Sutarman, berkoordinasi dengan seluruh Polda di Indonesia melalui konferensi video terkait pengamanan naskah ujian nasional (UN).

Mulai dari pencetakan, distribusi kesatuan pendidikan, pengembalian lembar jawaban, sampai ke perguruan tinggi untuk dilakukan pemindaian. Koordinasi dilakukan di ruang konferensi video Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (10/04/2014)

“Kami ucapkan terima kasih kepada Kepolisian Republik Indonesia dalam membantu menyukseskan pelaksanaan ujian nasional,” tutur Mendikbud.

Mendikbud menjelaskan, maksud dari pelaksanaan konferensi video bersama Kapolri dan seluruh jajaran kepolisian di daerah, ingin memastikan bahwa persiapan ujian nasional telah dipersiapkan dengan baik. “Polisi tidak mengawasi pelaksanaan ujian, tetapi pengamanan mulai dari pencetakan, distribusi kesatuan pendidikan, dan pengembalian lembar jawaban, sampai ke perguruan tinggi untuk dilakukan pemindaian, bekerja sama dengan dinas pendidikan,” ungkap Mendikbud.

Mendikbud mengatakan, sering kali beredar di masyarakat hal-hal yang dianggap sebagai bocoran jawaban ujian nasional. Hal tersebut, kata Mendikbud, merupakan bagian dari usaha orang yang ingin memanfaatkan keuntungan di balik pelaksanaan ujian nasional. “Terkait hal ini, kami sangat mengharapkan dari kepolisian bisa membantu menemukan siapa yang melakukan hal tersebut,” kata Mendikbud.

Mendikbud berharap, masyarakat dan para siswa tidak mempercayai oknum yang memberikan jawaban tersebut, karena naskah ujian nasional mulai dari awal sudah dijaga dengan baik.

Pada kesempatan ini pula, Kapolri menjelaskan beberapa permasalah yang sering terjadi menjelang pelaksanaan ujian nasional. Pertama, kebocoran naskah UN. Kapolri berharap kebocoran naskah tidak terjadi. Ia berpesan, untuk pendistribusian naskah UN ke daerah-daerah tujuan para Kapolda dan Kapolres bersama-sama dengan Kepala Dinas Pendidikan untuk mengawasi, sehingga naskah ini bisa sampai di sekolah dengan aman, tepat peruntukannya, dan tepat waktu.

Kapolri menyampaikan, petugas polisi yang ada di daerah-daerah sama-sama turun kelapangan, tidak menggunakan seragam dinas kepolisian. Bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan sekolah terkait, untuk meminimalisir kecurangan masalah atau kejadian-kejadian tidak diinginkan yang sifatnya mengganggu keberlangsungan ujian nasional.

“Polri siap mendukung pendistribusian, pengamanan, sampai pengumuman ujian. Dengan adanya pertemuan ini diharapkan kita memiliki satu suara dan tindakan, serta kesepakatan untuk mengawal seluruh proses ujian nasional. Sehingga naskah bisa sampai pada waktunya, dan pelaksanaan ujian nasional juga tepat pada waktunya, serta tidak ada penyimpangan-penyimpangan pada saat, sebelum, dan setelah pelaksanaan ujian nasional,” tutur Kapolri.(LY/DIKBUD)

Posted By bandungwebs4/11/2014 04:50:00 PM

Distribusi Naskah Ujian Nasional Sesuai Jadwal

Kategori:


JAKARTA - Distribusi naskah soal, dan Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) 2014 relatif berjalan dengan lancar. Hal itu mengemuka saat pelaksanaan konferensi video Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi (Disdik), Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), Rektor Perguruan Tinggi Negeri di 33 Provinsi di Indonesia.
Dari 33 Provinsi yang melaksanakan UN, Mendikbud mendapati soal terdistribusi dengan baik dan sesuai jadwal. Untuk Provinsi Bengkulu, Kepala Disdik Provinsi Bengkulu Syafrudin AB,  mengungkapkan naskah soal, dan LJUN sudah tiba dari percetakan ke Provinsi Bengkulu tepat waktu, yaitu 1 April 2014. Untuk beberapa wilayah di Bengkulu naskah-naskah tersebut tiba dalam waktu yang berbeda, yaitu Pulau Enggano pada 2 April 2014, Kabupaten Muko-Muko di tanggal 11 April 2014, dan tanggal 12 april 2014 untuk Kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan. ”Semua persiapan untuk keberangkatan ke kedua kab kota pada tgl 11-12 April 2014 sudah tidak ada masalah,” ujarnya, Kamis (10/4/2014).
Pelaksanaan distribusi naskah soal dan LJUN di Provinsi Banten, Kepala Disdik Provinsi Banten Hudaya mengungkapkan sudah menerima kedua jenis berkas tersebut pada 31 Maret 2014, dan sudah berada di tempat simpan terakhir di polres kota Serang. “Kita siap distribusikan soal dan LJUN pada pukul 13 April 2014 sebelum pukul 06.00 pagi di seluruh kabupaten kota di Banten,” tuturnya.
Pada Provinsi Sulawesi Tengah, Kadisdik Abubakar Almahdali menjelaskan naskah dan LJUN sudah diterima pada 26 Maret 2014. Selanjutnya, kedua berkas didistribusikan ke kabupaten kota pada tanggal 4 April 2014. “Jadi, posisi soal sudah di Kabupaten Kota, dengan lokasi penyimpanan di polsek dan polres kabupaten kota, sebagai titik simpan terakhir,” imbuhnya. Dia pun menambahkan, terdapat penggunaan rayon untuk mendistribusikan soal dan LJUN agar sesuai dengan perhitungan jumlah peserta ujian.
Mendikbud M.Nuh menyambut positif akan hasil konferensi video dengan tim pelaksana UN 2014. Nuh berharap pemantauan dengan video konferensi dapat menanggulangi segala kekurangan. Di akhir konferensi, Nuh menegaskan agar pengamanan naskah soal dan LJUN tetap melekat di dinas pendidikan, universitas, dan pihak kepolisian. “Pastikan gembok tiba berbeda, dan kuncinya dipegang tiga elemen, sehingga bisa memastikan tidak disalahgunakan pada masa transit,” tutupnya.(Ly/dikbud)

Posted By bandungwebs4/11/2014 04:40:00 PM