Tayang Per 30 Juni 2014
Slider 1 mini Slider 2 mini

Kamis, 05 Maret 2015

40 Orang Per Hari Bisa Mati Akibat Narkoba

Kategori:

Sekarang sehari 40-50 orang mati karena narkoba. "Maka kalau pengedar dibiarkan, ribuan orang akan mati karena dia (pengedar narkoba), Dengan dia dihukum mati, akan menyelamatkan nyawa calon korban." ujar Ketua Umum Dewan Da'wah Islam Indonesia (DDII) Syuhada Bahri seperti dilansirtabloid Media Umat Edisi 146: Hukuman Mati, Kenapa Tidak?Jum'at (6-19 Maret).


Makanya di tengah tekanan Australia yang menolak hukuman mati, dengan tegas Syuhada mendukung hukuman mati. "Saya sangat setuju kalau hukuman mati itu diberlakukan. Dan tetap dipertahankan untuk berlaku di Indonesia terutama untuk kejahatan kejahatan sosial, termasuk narkoba!" tegasnya.


Banyak negara yang memberlakukan hukuman mati. jelas itu untuk kepentingan dalam negerinya masing-masing, untuk menjaga kemaslahatan bangsanya, kemaslahatan negaranya.


"Kalau misalnya ada yang tidak setuju, kapal nelayan kita yang ditenggelamkan Australia kan sudah ribuan juga. Tapi karena kita menghargai itu hukum yang berlaku di negaranya kita maklumi saja.


Nah, semestinya Australia juga memahami hukum yang berlaku di Indonesia," pungkasnya. (Ly/mu)

Posted By bandungwebs3/05/2015 06:45:00 AM

Rabu, 04 Maret 2015

Tiga Sungai Di Jabar Jadi Perhatian Pemprov. Jabar

Kategori:

http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11339.jpg
BANDUNG - Tiga Sungai di Jabar menjadi Perhatian Pemprov. Jabar. Ketiga sungai tersebut masing-masing Sungai Cilamaya, Sungai Cimanuk dan Sungai Bekasi.

Hal tersebut, diungkapkan Wagub Jabar, H. Deddy Mizwar dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (4/4) di Gedung Sate. Wagub,  lebih lanjut mengungkapkan di ketiga sungai tersebut, sudah terjadi pencemaran air.

Harapannya, pencemaran tersebut sudah dapat dilakukan antisipasi, jangan sampai terjadi seperti di Sungai Citarum. Dalam rangka penyelamatan ketiga sungai tersebut dari gangguan pencemaran jelas Wagub di Pemprov. Jabar sudah dibentuk tim pengendali pencemaran   di sungai tersebut.

Kendati  pemerintah sudah membentuk tim, partisipasi dari masyarakat dalam menyelesaikan persoalan percemaran air di ketiga sungai tersebut juga diharapkan .

Penyelesaian pencemaran air,juga harus dilaksanakan secara berkesinambungan, karena untuk menuntaskannya bisa menggunakan waktu sampai 10 tahun .

Melalui adanya partisipasi dari masyarakat yang sinergi dengan program pemerintah, diharapkan ada spirit  untuk menjaga lingkungan dari pencemaran air.

Diharapkan, dengan langkah tersebut  ada perbaikan baku mutu air. Dalam rangkaian penyelesaian pencemaran air di tiga sungai,  ujar Wagub diperlukan   koordinasi antar Pemerintah, mulai Provinsi dan Kabupaten/Kota yang dilewati ketiga sungai tersebut. (Ly/Jbr)

Posted By bandungwebs3/04/2015 02:31:00 PM

Perantau Tatar Sunda Diharap Sukseskan PON XIX Jabar 2015

http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_11290.jpg
AMBON - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), yang juga Ketua Umum Pengurus Besar PON XIX/2016 Jabar, mengajak seluruh perantau asal Tatar Sunda (Jabar-Banten) turut aktif menyukseskan PON yang akan digelar pada September 2016 mendatang.

"Saya mengajak saudara-saudara warga Tatar Sunda yang ada di seluruh Tanah Air, bahkan di luar negeri, ikut menyukseskan PON XIX. Ini bentuk sumbangsih kita kepada kampung halaman," papar Aher di acara deklarasi dan pengukuhan pengurus Forum Komunikasi Masyarakat Tatar Sunda Pangumbaraan (Forum Sunda Ngumbara) Provinsi Maluku di Ambon, Jumat malam (27/2).

Deklarasi dan pengukuhan pengurus digelar di Gedung Dharma Wanita Provinsi Maluku di Ambon. Hadir sekitar 200 warga asal Tatar Sunda. Sementara Gubernur Aher didampingi Asisten Pemerintahan Hukum dan HAM, Inspektur Provinsi, Kepala Biro Otda dan Kerja Sama, dan Kepala Bagian Humas Pemprov Jabar Ateng Kusnandar.

Aher mengatakan, partisipasi aktif perantau Tatar Sunda minimal berupa sosialisasi kepada warga sekitarnya atas perhelatan olahraga empat tahunan yang bakal digelar di Jabar.

Diharap pula, kata Aher, para perantau diharap dapat menyaksikan langsung berbagai pertandingan saat penyelenggaraan PON. Jabar sebagai tuan rumah PON XIX mengupayakan menjadi pesta olahraga nasional terbesar di Indonesia.

"Tidak salah tentu bila para perantau mudik ke kampung halaman saat PON nanti. Ya, tidak apa-apa mudik lebarannya digeser. Mari kita gebyarkan pelaksanaan PON XIX," ungkap Aher dalam bahasa Sunda.
Ditambahkan, dukungan langsung para perantau kepada atlet membawa Jabar tampil sebagai juara PON XIX. "Mari dukung atlet kita. Semoga Jabar menjadi juara umum nantinya," tukas Aher lagi.

Pada saat yang sama Ketua Umum PB Forum Komunikasi Masyarakat Tatar Sunda Pangumbaraan Jaka Bandung mengutarakan para perantau mulai sekarang mempersiapkan diri untuk mudik saat PON XIX. Untuk memudahkan persiapan, warga berkoordinasi dengan pengurus Forum Sunda Ngumbara.
"Kita bisa menabung mulai sekarang. Jangan mau kalah dengan saudara di Jabar maupun Banten, kita juga harus berpartisipasi menyukseskan PON XIX. Hal ini wujud kepedulian kita kepada kampung halaman," ujar Jaka, juga dalam bahasa Sunda.

Jaka yang tokoh asal Tatar Sunda di Bali mengutarakan Forum Sunda Ngumbara di masing-masing provinsi akan mengupayakan langkah untuk memudahkan para perantau mudik saat PON. Di Bali, misalnya, Forum Sunda Ngumbara setempat mengupayakan kerja sama dengan maskapai penerbangan Garuda, melalui diskon harga tiket.

Perantau asal Tatar Sunda kini memang belum terinventarisir secara baik. Namun jumlahnya diperkirakan puluhan ribu orang, misalnya di Bali. Sementara di Lampung diperkirakan mencapai jutaan orang.

Posted By bandungwebs3/04/2015 02:28:00 PM