Tayang Per 30 Juni 2014
Slider 1 mini Slider 2 mini

Senin, 15 September 2014

57 Persen Pasangan Suami Istri Tak Miliki Buku Nikah

Kategori:

BANDUNG- Jumlah pasangan suami istri yang tidak memiliki buku nikah hingga saat ini masih tinggi. Demikian dikemukakan Ketua Lembaga Survei Indonesia Research Instutute, Deni Tino Nugroho.

Menurut Deni, berdasarkan hasil survey yang dilakukan pihaknya bersama BKKBN Jawa Barat di lima kota/ kabupaten didapati sekitar 57 persen pasangan suami istri tidak memiliki buku nikah.

"Kita lakukan survei di 5 kabupaten/kota Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, Kabupaten Garut, Kota Bogor dan Kota Sukabumi, angkanya mencapai 57% belum miliki buku nikah," ucapnya

Deni beralasan, ada banyak banyak faktor yang mempengaruhi tingginya angka pasangan suami istri belum memiliki buku nikah, diantaranya biayanya yang mahal dan tidak mengetahui mekanisme pembuatan surat nikah,

"Sebanyak 39% responden tidak mengetahui mekanisme pembuatan buku nikah, 7% karena tradisi dan 19% lainnya dengan berbagai alasan, salah satunya karena nikah siri," tutur Deni, kepada wartawan usai seminar meningkatkan pencapaian sasaran program KBB di Jawa Barat melalui Manajemen Pelayanan KB Secara Komprehensif dan Integratif di Hotel Fave Bandung, Kamis (11/09).

Deni mengaku, pihaknya prihatin dengan masih banyaknya pasangan suami istri yang belum memiliki surat nikah di Jawa Barat yang nota bene berdekatan dengan ibu kota negara.

"Pendidikan yang rendah menjadi salah satu factor sulitnya mereka mendapatkan informasi kepemilikan buku nikah, disamping biaya yang menurut mereka cukup mahal yang bisa mencapai Rp 1,5 juta," pungkasnya.(Ly/Jbr)

Posted By bandungwebs9/15/2014 12:32:00 PM

Universitas Telkom-UNESCO Jajaki Kerjasama

Kategori:

BANDUNG - Salah satu Perguruan Tinggi di Bandung dan UNESCO menjajaki kerjasama di beberapa bidang. Hal tersebut, mengemuka dalam konpres yang berlangsung pecan lalu di Savoy Homann Kota Bandung. 

Tentang penjajagan kerjasama diungkapkan Deputy Director of Senior Program Spesialist for Water and Environmental Sciences UNESCO Office Jakarta, Shahbaz Khan.
 
Menurut Shahbaz Khan, penjajakan kerjasama dilatarbelakangi oleh beberapa isu diantaranya isu pemanasan global dan  perbaikan lingkungan seperti upaya menyelesaikan persoalan banjir.

Khusus untuk beberapa kota di Indonesia seperti Bandung menjadi perhatian untuk kerjasama ini mengingat Kota Bandung menjadi pusat pendidikan, bahkan di Kota Bandung perkembangan seni dan budaya seperti Angklung juga pesat berkembang. Diharapkan dengan kerjasama ini dapat mempercepat pendidikan sains untuk mengembangkan bidang-bidang tersebut.

Untuk rencana aksinya, difokuskan pada keterkaitan konektivitas jaringan pendidikan sains terutama ICT, yang dalam pengembangannya tidak hanya di Indonesia saja, tetapi pengembangannya akan dikembangkan di Negara-negara Asia Pasifik. Khusus untuk pengembangan ICT, ujar Shahbaz Khan akan dipromosikan melalui Universitas Telkom dan ITB. (Ly/Jbr)

Posted By bandungwebs9/15/2014 12:30:00 PM

Pasukan Cadangan Israel Tolak Beroperasi di Palestina

Kategori:

tentara israel

Puluhan tentara cadangan dari unit intelijen Israel secara terbuka menyatakan penolakan mereka untuk beroperasi di wilayah Palestina.

Puluhan pasukan cadangan dan veteran anggota unit intelijen tentara elit Israel telah mengutuk tuduhan "pelanggaran" terhadap warga Palestina di wilayah-wilayah pendudukan.

Empat puluh tiga tentara cadangan itu menyatakan kecaman mereka dalam sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Perdana Menteri Israel, Kepala angkatan bersenjata, Kepala intelijen militer dan diedarkan ke media pada hari Kamis.

"Kami veteran Unit 8200, veteran pasukan cadangan  dan pasukan sekarang, menyatakan bahwa kami menolak untuk mengambil bagian dalam kegiatan terhadap warga Palestina dan menolak menjadi alat untuk memperdalam kontrol militer di wilayah-wilayah pendudukan," tulis para prajurit itu.

"Tidak ada perbedaan antara orang Palestina yang tidak, dan yang terlibat dalam aksi kekerasan, kita tidak bisa terus melayani sistem ini dari hati nurani kami, dengan menolak hak-hak jutaan orang" tulis mereka.

Para prajurit kemudian mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap pelanggaran hak asasi manusia dan gangguan terhadap kehidupan rakyat Palestina  sehari-hari.

Mereka menjelaskan bahwa mereka tidak akan lagi mengambil bagian dalam tindakan yang merugikan orang yang tidak bersalah dan menyerukan kepada semua prajurit untuk bergabung dengan perjuangan mereka dan berbicara.

"Kami menyerukan semua tentara yang bertugas di Korps Intelijen, sekarang dan di masa depan, bersama dengan semua warga Israel, untuk berbicara menentang ketidakadilan ini dan mengambil tindakan untuk mengakhiri hal ini."

Seorang tentara juga mengatakan kepada RIbu Channel 10 bahwa ia merasa pekerjaan ini sebagian besar didorong oleh "alasan politis" untuk memperkuat kontrol Israel atas Tepi Barat, bukan masalah keamanan.

Surat itu diterbitkan kurang dari tiga minggu setelah serangan sengit militer Israel terhadap para pejuang Palestina di Jalur Gaza yang menewaskan lebih dari 2.200 orang, dilanda sebagian besar adalah warga sipil.

Unit Tentara 8200  adalah salah satu unit terbaik dan tercerdas tentara Israel, yang mengurus pengawasan dan pemantauan komunikasi selain bertugas berbagi informasi dengan badan-badan intelijen sipil Israel. (Al Jazeera, 13/9/2014)

Posted By bandungwebs9/15/2014 12:28:00 PM