All About Bandung

Semua tentang Bandung ada disini!

 Saingi Radikalisme, Terorisme dan Aliran Sesat dengan Doktrin yang Benar

Saingi Radikalisme, Terorisme dan Aliran Sesat dengan Doktrin yang Benar


SUBANG - Ancaman radikalisme, terorisme yang terjadi beberapa waktu lalu dan gerakan ajaran agama yang menyimpang seperti Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar, merupakan ancaman yang tengah terjadi di tengah masyarakat.

Menurut Komandan Korem (Danrem) 063 Sunan Gunung Djati (SGD), Kolonel Inf Sutjito aksi tersebut merupakan tindakan oknum-oknum yang menginginkan kekacauan di Persada Nusantara. Oleh karena itu harus kita saingi dengan memberikan pemahaman yang benar berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

”Para oknum-oknum yang menginginkan Indonessia kacau-balau masih berkeliaran di wilayah Persada Nusantara ini. Harus kita berantas dan kita saingi dengan doktrin-doktrin yag berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang dasar (1945),” ujarnya pada saat memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Kodim 0605/Subang, di Makodim Subang, Rabu (3/2/2016).

Sertijab Komandan Kodim 0605/Subang dari Letkol Arm Yani Ari Sasongko kepada Letkol Inf Budi Mawardi Syam.

Kemudian kata Sutjipto menghentikan gerakan radikalisme, terorisme dan penyimpangan ajaran agama diperlukan kebersamaan semua lapisan masyarakat.

”Tanpa kebersamaan semuanya akan menjadi sia-sia. Ajak seluruh lapisan (masyarakat) untuk menyetop gerakan radikalisme terorisme yang sudah merajalela ini,” ujarnya lagi.

Strategi yang diterapkan, lanjut Sutjito, sesuai UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI pada Bab IV pasal 7 mengenai Tugas Pokok dan Fungsi TNI tentang Operasi Militer selain perang, setiap prajurit TNI dituntut memiliki kepekaannya, kepedulian yang tinggi terhadap fenomena yang terjadi di wilayah masing-masing. Implementasi nyata dari deteksi dini untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan. Menjadi salah satu langkah cepat dalam penanganannya.

Acara Sertijab turut dihadiri Bupati Subang, Ojang Sohandi yang didampingi oleh Wakil Bupati Subang, Imas Aryumningsih serta jajaran pejabat Muspida diantaranya Kapolres Subang, AKBP Agus Nurpatria, Ketua Pengadilan Negeri Subang, Ketua Kementerian Agama Kab Subang. (al/jbr)
SMRT Corporate Singapura-Pemkot Bandung Finalisasi LRT

SMRT Corporate Singapura-Pemkot Bandung Finalisasi LRT

BANDUNGWEBS.COM - Walikota Bandung M. Ridwan Kamil pagi ini menerima perwakilan dari SMRT Corporate Singapura berkaitan dengan kerjasama Pemerintah Kota Bandung berkenaan dengan pembangunan LRT (Light Rapid Transit) di Pendopo Kota Bandung, Selasa (2/2).

Dalam pertemuan tersebut perwakilan dari SMRT Singapore, Jonathan memaparkan bahwa untuk Kota Bandung penggunaan GRT (Group Rapid Transit) akan sangat optimal digunakan di Kota Bandung.

"Kemampuan manuver dari produk GRT ini lebih baik daripada kereta monorel karena bentuknya yang lebih kecil dan simpel" papar Jonathan.

Sementara itu Walikota Bandung yang akrab disapa Emil dalam Wawancaranya mengatakan bahwa LRT yang akan di bangun di Kota Bandung ,Emil menyampaikan bahwa dalam minggu ini akan ada finalisasi rencana pembangunan LRT tersebut.

"Berita baik untuk LRT ini, minggu ini kan perpres LRT Bandung Raya sedang finalisasi dalam waktu dekat ditandatangani presiden, artinya nanti akan dikerjakan konsorsium, dan akan groundbreaking tahun ini, Ujarnya

Lebih lanjut Emil juga memaparkan bahwa khusus koridor 1 Bandung Utara ke Bandung Selatan akan dipisahkan proses Lelangnya sehingga terhindar dari permasalahan.

"karena lelangnya di dipisah dengan Koridor 2 sehingga ga ada masalah, Kita punya rezekilah, koridor 2 oleh konsorsium, koridor 1 juga siap tinggal kerja jadi tahun ini bisa dua-duanya bareng dalam pengerjaanya", Papar Emil.

Emil juga menambahkan teknologi yang ditawarkan lebih murah dan cicilan yang akan di tanggung oleh Pemerintah Kota Bandung bayarannya lebih murah, selain itu beban yang akan di tanggung masyarakat saat menggunakan LRT tersebut juga relatif murah.

"Untuk koridor 1 bandung utara ke seletan tipe LRT Group Rapid Transit jenis baru ini menggunakan teknologi magnet dengan asumsi ongkos yang murah yaitu 6000 hingga 8000 Rupiah per orang,” tegasnya.

Emil menerangkan juga bahwa Group Rapid Transit ini apabila dihitung sangat jauh dibandingkan dengan MRT (Mass Rapid Transit) investasinya dan akan bisa di lunasi dalam waktu 20 tahun.
"Alhamdulilah Investasinya sangat murah 260 Juta Dollar, bila dibandingkan dengan monorel yang bisa sampai 500 juta Dollar setengahnha, dan selain murah GRT ink manuvernya bahkan kecil bahkan bisa belok 90 derajat sehingga lebih memerlukan ruang gerak yang sedikit dibanding MRT," tegasnya.

Terakhir Emil menutup wawancara dengan berharap pelaksaan pembangunan LRT ini dapat dulaksanakan dalam Bulan Maret Tahun ini.

"Dalam sebulan ini, kemungkinan SMRT Singapura yang menjadi pemenang karena tidak ada lawan, Saya tadi targetkan pengumuman lelang resmi di bulan Maret setelah itu untuk Groundbreaking cuma menunggu izin Trase dari Kementrian Perhubungan,” Pungkasnya.
Gedung Kesenian Cikutra Akan Menggunakan Desain Zaha Hadid

Gedung Kesenian Cikutra Akan Menggunakan Desain Zaha Hadid

BANDUNGWEBS.COM - Gedung Kesenian Cikutra Kota Bandung akan menggunakan rancangan desain arsitektur kelas internasional asal Inggris, Zaha Hadid. Gedung kepunyaan Provinsi Jawa Barat tersebut akan dibangun diatas lahan seluas 4 hektar.

Dua hektar diantaranya akan digunakan untuk gedung kesenian sedangkan dua hektar lainnya akan dibangun area komersil seperi mall dan hotel

Menurut Walikota Bandung Ridwan Kamil, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak akan membayar arsiteknya. Desain Zaha Hadid akan dibayar oleh pihak investor.

"Pemprov tidak membayar arsiteknya, mau mahal atau murah kita tidak akan ikutan. Tapi desain Zaha Hadid itu dibayarnya oleh pihak investor,"ujarnya di Bandung Command Center seusai menerima Tim Arsitek Zaha Hadid, Jumat (29/1)

Ia menambahkan jika setelah desain itu dibayar oleh pihak investor maka akan dihibahkan hasil desain dari zaha Hadid itu ke Pemprov Jabar.

"Hasil desain yang keren akan di hibahkan ke Pemprov. Investor ini akan dilelangkan karena ini proyek investasi,"ungkapnya

Sementara itu ditempat yang sama Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan bahwa sangat tepat jika memilih Zaha Hadid untuk mengarsiteki Gedung Kesenian Cikutra.

Ia berujar jika gedung kesenian harus monumental dan bertahan sepanjang massa. "Ya tepatlah memilih Zaha Hadid, sebuah gedung kesenian yang saya kira bukannya setahun dua tahun tapi harus monumental dan sepanjang masa,"imbuhnya

Deddy Mizwar mengungkapkan desain bangunan tersebut bisa terinspirasi dan disesuaikan dengan ciri khas yang dimiliki Jawa Barat. Semisal dirinya menuturkan bangunan cikutra bisa memiliki unsur batik Mega Mendung khas Cirebon.

Untuk pembiayaan desain, pihak pemprob tidak menggunakan anggaran APBD. Pemprov Jabar akan menyerahkan kepada pihak ketiga atau investor dan hasil desain tersebut akan dihibahkan kepada Pemprov Jawa Barat.

"Kalau untuk anggaran desain dan segala macam ini ada pihak ketiga yang akan jadi partner kita dalam membangun ini. Jadi tidak semuanya dari APBD,"pungkasnya
Cegah Terorisme, Ridwan Kamil Udang Ulama ke Pendopo

Cegah Terorisme, Ridwan Kamil Udang Ulama ke Pendopo

BANDUNGWEBS.COM - Untuk mencegah merebaknya aksi dan doktrinisasi Terorisme, Walikota Bandung Ridwan Kamil mengundang ulama, ormas serta organisasi kepemudaan untuk membahas masalah tersebut di Pendopo, Kamis (28/1).

Turut hadir juga Wakil Walikota Bandung Oded M Danial beserta jajaran SKPD di Lingkungan Pemkot Bandung.

Ridwan Kamil mengatakan bahwa silaturahmi tersebut merupakan salah satu upaya mensosialisasikan pencegahan benih terorisme dengan cara-cara inovatif.

Ia menjelaskan akan ada dua program, yang pertama dirinya akan membentuk tim penjaga wilayah. Tim ini terdiri dari dari 1500 aparat keamanan yang akan ditempatkan di seluruh RW Kota Bandung.

"Nanti akan dibentuk tim penjaga wilayah yang terdiri dari 1500 personel bekerja sama dengan brigade RW, satu polisi satu RW,"ujarnya

Program kedua adalah akan ada pembuatan rapor indeks kemasyarakatan. Rapor ini merupakan instrumen untuk RT dan RW dalam menilai partisipasi masyarakatnya.

Menurutnya rapor juga akan diberikan kepada seluruh Kepala Keluarga. Ia mengharapkan rapor bisa dijadikan langkah untuk mendeteksi aktifitas pelanggaran lainnya seperti prostitusi dan narkoba.

"Dengan rapor kemasyarakatan ini kita bisa jadi tahu tempat sembunyi. Konsep ini mudah-mudahan bisa jadi instrumen,"ungkapnya

selain itu juga, pria yang kerap disapa Emil menuturkan ada beberapa gagasan menarik yang dilontarkan ulama pada silaturahmi tersebut. Salah satunya adalah program satu komandan per lima rumah.

Ia mengatakan bahwa program itu sangat menarik dan akan dibahas untu menjadi salah satu dari pencegahan terorisme.

"Saya kira menarik nanti kita bahas. Saya benar-benar berdoa supaya Bandung aman, nyaman. Kalau ingat Bandung ingat inovasi,"pungkasnya. (Cep/NW)
Pemkot Bandung Denda Para Pelanggar Bangunan

Pemkot Bandung Denda Para Pelanggar Bangunan

BANDUNGWEBS.COM - Pemerintah Kota Bandung akan menenda 10 persen dari harga proyek kepada bangunan-bangunan yang melebihi aturan. Selain itu juga pemilik bangunan tersebut harus membeli tanah kompensasi untuk membangun bangunan yang melebihi aturan itu.

Walikota Bandung Ridwan Kamil sudah memutuskan pelanggaran yang terjadi di Kota Bandung sudah diberi sanksi tegas. Ia mencontohkan bahwa PVJ sudah didenda dan membeli tanah atas kompensasi pelanggaran tersebut.

"PVJ didenda dan membeli tanah ribuan meter persegi untuk kompensasi pelanggaran luas yang mereka pakai,"ujarnya sesudah rapat dengan Distarcip di Pendopo, Selasa (26/1)

Ia menambahkan bahwa hukuman untuk pelanggaran bangunan ada dua yakni membayar denda dan kompensasi. Dirinya berujar bahwa PVJ dan 13 lokasi pelanggaran lainnya pun diperlakukan dengan cara yang sama.

Namun ia menjelaskan jika dari 13 bangunan itu ada satu dan dua bangunan yang akan dibongkar. Menurutnya hal itu dilakukan karena tempat tersebut peruntukannya tidak sesuai aturan dan tidak ada IMB.

Pria yang kerap disapa Emil menuturkan jika ada bangunan tidak ada IMB namun peruntukannya jelas, itu hanya akan di denda saja. Namun jika tidak ada IMB dan peruntukan tidak jelas, ia dengan tegas akan membongkar lokasi tersebut.

Maka dari itu untuk Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang baru nanti, ia berpesan kepada Distarcip agar tidak kecolongan kepada setiap pemohon izin bangunan.

Untuk mencegah itu, Distarcip akan membentuk Unit Reaksi Cepat (URC) untuk memastikan pemohon bangunan dikawal dengan benar. (Cep/NW)
Disyanjak Pemkot Bandung Kelebihan Personil

Disyanjak Pemkot Bandung Kelebihan Personil

SERTIJAB ESELON II, ODED M DANIAL MENYOROTI ANALISA BEBAN KERJA DISYANJAK

BANDUNGWEBS.COM - Pemerintah Kota Bandung  melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) tingkat eselon II di Auditorium Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana No 2, Rabu (20/1).

Wakil Walikota Bandung Oded M Danial menjadi saksi pada acara sertijab. Turut hadir juga pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.

Sertijab tersebut dilaksanakan dari Priana Wirasaputra kepada Ema Sumarna sebagai Kepala Dinas Pelayanan Pajak (Disyanjak) yang baru.

Kemudian Ema Sumarna yang dulunya menjadi Kepala Dinas Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) menyerahkan jabatannya kepada Dadan Riza Wardana sebagai Kepala BPPT.

Dalam arahannya, Oded M Danial menyoroti analisa beban kerja (ABK) di Disyanjak. Dari hasil assement personil pegawai di Disyanjak berjumlah 354 karyawan. Menurutnya, berdasarkan ABK bahwa di Disyanjak hanya cukup dengan personil kerja 297 orang.

"Berarti ada 97 pegawai yang harus keluar. Hasil itu berdasarkan Assement kemarin," ujarnya.

Untuk melaksanakan ketentuan assement itu, dirinya akan berbicara dan berdiskusi terlebih dahulu dengan Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Sekretaris Daerah Yossi Irianto.

"Insya Allah dalam waktu kedepan saya akan bicara dengan pak wali dan pak sekda. Setelah ada kesempatan ngobrol bertiga kita akan melaksanakan itu,"ungkapnya.

Oded pun menambahkan bahwa BPPT pun kelebihan personil, namun jumlahnya tidak sebanyak yang ada di Disyanjak.

Dirinya mengutarakan bahwa yang paling banyak kekurangan personil kerja itu berada di kewilayahan. Maka dari itu ia ingin mendistribusikan kelebihan tenaga kerja itu ke wilayah-wilayah yang masih kurang.

Terlebih lagi Oded berujar, bahwa dengan adanya PIPPK kewilayahan juga benar-benar didukung oleh banyaknya personil.

"Bisa kita sebar di kewilayahan dan di SKPD yang kurang. Itu secara tekniknya akan kita analisa," pungkasnya. (Cep)