Gedung Sate

Sejarah berdirinya gedung sate dimulai ketika seorang belanda bernama J. Gerber mengarsiteki bangunan tersebut pada tahun 1920. Dibutuhkan waktu sekitar 4 tahun untuk menyelesaikan pembangunan gedung sate.

Savoy Homann

Pendahulu hotel ini yaitu Hotel Homann, punya keluarga Homann, yang di kenal bakal sajian rijsttafel buatan Ibu Homann yang lezat. Pada th. 1939, bangunan yang saat ini dirancang dengan design gelombang samudera bergaya art deco karya Albert Aalbers.

Jembatan Pasopati

Jembatan Pasupati atau Jalan Layang Pasupati adalah sebuah jembatan yang menghubungkan bagian utara dan timur Kota Bandung melewati lembah Cikapundung. Panjangnya 2,8 km dan lebarnya 30-60 m.Sebagian jalan itu dibangun di atas Jalan Pasteur, adalah jalan lama dengan pohon palm raja disebelah kanan dan kirinya yang menjadi ciri kota Bandung.

Masjid Raya Jawa Barat

Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, yang dulu dikenal dengan nama Masjid Agung Bandung adalah masjid yang berada di Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Status masjid ini adalah sebagai masjid provinsi bagi Jawa Barat. Masjid ini pertama dibangun tahun 1810.

Taman Tegallega

Taman Tegalega - Astana Anyar di kota Bandung ini memiliki ikatan yang erat dengan Monumen Bandung Lautan Api karena monumen tersebut terdapat di dalam Taman Tegalega ini. Dahulunya tempat ini merupakan sebuah arena pacuan kuda yang digunakan untuk acara pacuan kuda yang diselenggarakan setiap tahunnya di kota Bandung.

Jumat, 28 Agustus 2015

Langkah Kongkrit TPID Kota Bandung Mendapat Respon Positif

BANDUNG - Kenaikan nilai tukar dollar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah menjadi salah satu hal yang mempengaruhi terjadinya kenaikan inflasi di Kota Bandung. Hal tersebut dikatakan kepala Bagian Perekonomian Pemkot Bandung sekaligus Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Bandung Lusi Lesminingwati saat Bandung Menjawab di Ruang Media Balaikota, Kamis (27/8/2015).
           
"Kenaikan dollar sangat mempengaruhi, bahasa ekonominya itu administratif price, itu ga bisa ditolak pasti menaikan inflasi," Ujar Lusi.
           
Lusi menjelaskan pada saat harga naik secara kontinyu hal itu bisa dikategorikan inflasi. Ada dua hal lain yang menyumbang terjadinya inflasi, ketika permintaan tinggi tapi distribusi tidak terpenuhi, seperti misalnya harga BBM naik, atau ditribusi terkendala dan spekulasi masyarakat.
           
Terkait kinerja inflasi, Kota Bandung masih berada di atas rata-rata Jawa Barat. Dari 7 Kota di Jawa Barat Bandung masih ketiga tertinggi dari 4 kota lainnya. Hal tersebut terjadi karena tingkat konsumsi di Kota Bandung masih tinggi. Meskipun begitu TPID Kota Bandung terus berupaya mengendalikan inflasi dengan cara berkoodinasi lintas sektor dan lintas wilayah se Bandung Raya. 
           
Sementara itu diwaktu yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung Elly Wasliah menjelaskan Ketahanan pangan dan ketersediaan stok dan harga akhir akhir ini melejit, dan berkontribusi menyumbang inflasi di Kota Bandung, hal itu datang dari dua komoditas yang mendapat sorotan utama, yaitu daging sapi dan ayam potong.

Lebih lanjut diungkapkan Elly setelah dua minggu usaha bergulirnya perdaganan daging sapi di pasar tradisional, harga daging sapi masih terbilang tinggi belum ke titik normal masih di kisaran 120 ribu perkilo.
           
"Harga daging sapi masih terbilang tinggi, tapi ada kabar gembira tidak lama lagi Insya Allah harga daging sapi akan turun di bawah 100 ribu perkilo," Ujar Elly.
           
Dikemukakan Elly, kemungkinan turunnya harga daging sapi sehubungan telah diadakan rapat oleh bapak menteri pertanian dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) terjadi dua kesepakatan tentang kuota daging sapi impor yang ditingkatkan kembali menjadi 200-300 ekor kuota impor di triwulan tiga.
           
Pemerintah juga mensepakati harga bobot hidup kilogram menjadi 38 ribu perkilo, Yang sebelumnya 42 ribu perkilo. Sementara itu di Kota Bandung untuk pasokan daging sapi masih tergolong normal hal tersebut ditandai di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Bandung yang tiap harinya memotong 100 ekor perhari.
           
Adapun untuk ayam potong ada kabar baik juga dari para produsen ayam potong dari priangan timur. "Ada kabar baik pekan depan akan panen dan harga daging ayam akan turun mudah-mudahan ada dikisaran 30 ribu sampai 32 ribu perkilo," Jelasnya.
           
Elly berharap hal tersebut akan meningkatkan pasokan ke kota Bandung dan stok ayam potong di Bandung sehingga kebutuhan akan terpenuhi.
           
Langkah kongkrit yang digelar TPID Kota Bandung dengan dinas terkait dalam hal ini operas pasar baik daging sapi ataupun daging ayam beberapa waktu lalu sangat direspon positif oleh masyarakat Kota Bandung. (cep)

Milangkala Bandung Festivals 'A City Festivity in Celebrating 205 Years of Bandung City'

32 Festival akan Ramaikan Hari Jadi Kota Bandung ke-205

BANDUNG - Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-205 akan digelar kegiatan Milangkala Bandung Festivals 'A City Festivity in Celebrating 205 Years of Bandung City'. Rangkaian-kegiatan tersebut digelar sejak 16 Agustus hingga akhir Oktober 2015.

Pada kegiatan Milangkala Bandung Festivals itu nantinya akan digelar sebanyak 32 kegiatan/festival. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Bandung, baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri.

Hal tersebut dikatakan Kabid Pemasaran Disbudpar Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari saat Bandung menjawab di Ruang Media, Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, Kamis (27/8/2015).
           
Dijelaskan Kenny, kegiatan yang digelar nanti tak semua berisi kegiatan festival. Seremoni dan kegiatan sakral seperti ziarah ke makam pendiri Kota Bandung juga tetap dilakukan. Termasuk salah satunya rapat paripurna istimewa HJKB.
           
"Jadi 32 even itu tak melulu festival. 32 even itu sudah termasuk ziarah dan paripurna. Tapi jumlah kegiatan juga bisa bertambah, karena sampai saat ini belum ada laporan dari camat. Kalau kewilayahan ikut, bisa sampai 60 kegiatan," ujarnya.
           
Lebih lanjut Kenny mengatakan, beragam kegiatan festival yang digelar pada HJKB tahun ini, memang akan memiliki konsep berbeda. Bahkan misi festival tahun ini adalah untuk membawa Kota Bandung lebih go internasional.
           
Di tempat yang sama, Ketua Tim Milangkala Bandung Festivals, Galih Sedayu menuturkan, kegiatan yang digelar akan melibatkan seluruh kelompok masyarakat Kota Bandung, baik itu pemerintah, akademisi, swasta maupun komunitas.
           
"Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan berbagai jejak yang bermanfaat bagi Kota Bandung baik itu jejak fisik, sosial serta jejak ekonomi," ujarnya.
           
Galih juga mengungkapkan, dalam kegiatan Milangkala Bandung Festivals ini ada empat kegiatan yang terkait pemecahan rekor, mulai dari Guiness Book of Record, RHR Record, Original Record dan rekor MURI.
           
"Ada kegiatan Bandung Air Show, Baroque of Alien, Fashion Festival dan Indonesian Art Voices. Empat kegiatan ini akan berkaitan dengan pemecahan rekor," katanya.
           
Selain itu dijelaskan Galih berita baik perihal Kota Bandung seperti nilai-nilai gotong royong, solidaritas, toleransi, kreativitas dan kolaborasi positif mesti terus diwartakan oleh warga Kota Bandung melalui festival kota. (cep)

Ridwan Kamil Harapkan Bimbingan dari PWRI

BANDUNG - Dalam rangka mewujudkan Kota Bandung Juara Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) cabang Kota Bandung dengan pengalaman-pengalamannya diharapkan memberikan masukan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam bentuk tertulis.

"Saya juga mengharapkan dan saya yakin para anggota PWRI ada banyak banyak pengalaman yang ingin disampaikan, kalau boleh dituliskan, beri saya bimbingan dalam bentuk tertulis, semua pengalaman-pengalaman birokrasi yang dianggap terbaik dan mungkin bisa memperbaiki kota bandung hari ini," Hal tersebut dikatakan Walikota Bandung Ridwan Kamil saat menghadiri Silaturahmi PWRI Cabang Kota Bandung, di Pendopo Kota Bandung, Jl. Dalem Kaum, Kamis (27/8/2015).

Hal itu sangat ditunggu-tunggu, Ridwan berharap agar PWRI masih pro aktif dalam bentuk nasehat-nasehat dan berbagi pengalaman yang masih relevan dengan isu-isu saat ini.

Dalam kesempatan tersebut Ridwan menyampaikan lima prestasi dan pencapaian terbaru yang didapat Kota Bandung, yaitu mengenai tingkat korupsi di Kota Bandung yang sudah turun drastis, Happines Index atau tingkat kebahagian warga kota yang tinggi, dan Kota Bandung yang telah berhasil melakukan percepatan reformasi birokrasi.

Hal tersebut ditandai dengan adanya penghargaan KPK untuk program peningkatan antikorupsi dan penghargaan dari ombudsman yang dianggap cukup berhasil dalam usaha peningkatan kualitas pelayanan publik.

Selain itu, Tujuh belas tahun sudah Kota Bandung tak menyandang Piala Adipura, sebagai bentuk penghargaan sebagai kota terbersih di Indonesia. Saat ini Pemerintah Kota Bandung tengah berupaya keras mendapatkan Penghargaan Adipura.

"Nilai Kota Bandung saat ini sudah 73, angka tersebut telah memenuhi syarat untuk mendapatkan pengahargaan Adipura, Insya Allah tahun ini kita dapat Adipura," pungkasnya. (cep)

Kamis, 27 Agustus 2015

Ramah Lingkungan : Penggunaan Plastik Untuk Belanja Harus Dihindari

BANDUNG - Sebagai salah satu kota yang memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang pengurangan sampah plastik tahun 2012, Pemerintah Kota Bandung sedang memperbanyak sosialisasi konsep tersebut ke beberapa pasar tradisional, supermarket dan sekolah-sekolah.

Sosialiasi tersebut cukup berhasil, dari 38 pasar tradisional baru tiga pasar yang telah melaksanakan penggunaan plastik ramah lingkungan. Sementara itu hampir 90 persen anggota ritail yang tergabung pada asosiasi peritail Indonesia (Aprindo) juga melakukan hal sama.

Tiga pasar tradisional tersebut terdiri dari pasar kosambi, sederhana dan karapitan. Untuk anggota ritail, Hypermart, Carrefour, Giant, Lottemart, Borma, Yogya, Griya, Superindo, Indomaret, Alfamart, Alfamidi, Yomart, Circle K, Matahari, Metro, Ramayana dan Ace Hardware.

Walikota Bandung Ridwan Kamil mengatakan jika kesemua pihak tersebut sudah berkomitmen untuk mengkampanyekan pengurangan sampah plastik dan diganti dengan yang ramah lingkungan.

Menurutnya, dengan dukungan dari toko-toko dan ritel-ritel, budaya belanja yang biasanya boros kantong plastik bisa dikurangi penggunaannya.

Selain itu juga, guna memberikan ide yang baru dalam konsep tersebut, ia menuturkan jika para pembeli saat berbelanja tidak meminta kantong plastik, mereka akan diberikan point.
Nantinya point tersebut bisa dikumpulan dan akan menjadi diskon atau barang yang bisa ditukarkan kira-kira enam bulan atau setahun sekali.

"Rewardnya sudah dikonsepkan, cuman bentuknya jadi apa, saya minta kepada aprindo utnuk kompak aja. Dimana ada yang belanja pointnya bisa dituker bersama di perusahaan itu,"ungkapnya di Trans Studio Mall saat kampanya pengurangan kantong plastik, Kamis (27/8).

Ia juga mengutarakan jika konsep tersebut sudah mulai dikampanyekan di pasar-pasar tradisional. Menurutnya sambil melakukan kampanye tersebut, ia tetap akan memberikan reward agar terjadi kegairahan hemat kantong plastik
"Sehingga tadi kita memberi penghargaan kepada peritel dan anak-anak sekolah, yang khususnya sekolah Adiwiyata yang memang tadi kita liat sangat peduli lingkungan,"ungkapnya.

Pria yang kerap disapa Emil ini menuturkan selain peduli lingkungan dari gerakan pungut sampah di sekolah Adiwiyata, dirinya pun mengaku cukup senang karena dari gerakan itu menghasilkan barang-barang yang kreatif.

"Gerakan pungut sampah dari anak-anak sekolah hasilnya mereka pilah-pilah dijadikan barang, ini kombinasi gerakan pungut sampah dan kreatifitas luar biasa,"pungkasnya. (cep)

Untuk RTH, Pemkot Bandung akan Beli Lahan Pasar Kordon

BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung rencananya akan membeli tanah di Pasar Kordon seluas 900 Meter. Lahan tersebut nantinya akan dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan pelebaran jalan.
Namun usaha pembelian lahan tersebut sedikit terkendala dengan harga jual dari pemilik Pasar Kordon yang masih terlalu tinggi.

Menurut Walikota Bandung Ridwan Kamil, pemilik Pasar Kordon meminta harga dua kali lipat dari harga pasaran, dan itu terlalu tinggi untuk standar kelayakan.

"Angkanya diminta dua kali lipat di harga pasaran, itu yang belum bisa dicari pembenarannya, lahan yang dibeli cuman 900 meter,"ujarnya saat Sapa Warga di Kecamatan Bandung Kidul, Kamis (27/8).

Ridwan Kamil menegaskan jika di lahan tersebut ia akan membuat pelebaran jalan untuk mengurai kemacetan di daerah jalan pasar kordon serta ruang terbuka hijau.

Nantinya juga jika lahan tersebut berhasil dibeli oleh Pemkot Bandung, maka pasar kordon akan dipindahkan ke daerah puskesmas yang letaknya 100 meter dari pasar kordon. Menurutnya Pemkot sudah menyiapkan dananya untuk hal tersebut.

"Kita sudah menyediakan dananya untuk membeli tanah, namun belum ada kesepakatan,"ungkapnya.

Untuk tahun ini Pemkot Bandung menganggarkan dana sekitar 300 Milliar untuk pembebasan beberapa lahan yang akan dipergunakan untuk berbagai keperluan, sperti pembangunan RSKIA, dan RSUD.

SAPA WARGA BANDUNG KIDUL
Di program sapa warga kali ini, Ridwan Kamil mengunjungi Kecamatan Bandung Kidul. Menurutnya masalah di daerah Bandung Kidul itu terkait dengan kebersihan sungai.

Pria yang kerap disapa Emil ini mengutarakan daerah kecamatan di Bandung Selatan rata-rata menjadi akhir proses sungai, khususnya juga di daerah Bandung Kidul.

Maka dari itu ia meninjau sungai Ciateul yang berada di kawasan Buah Batu Regency dan meminta izin  pemilik dari komplek tersebut untuk membobok dinding agar bisa dilakukan pembersihan.

"Kita meminta izin ke Buah Batu Regency, membobok dinding, sebelum musim hujan datang kita akan mengeskavasi pendangkalan sungai,"imbuhnya.

Selain itu juga Ridwan Kamil meninjau Curug Ece untuk dicarikan solusi-solusinya seperti membikin bendungan-bendungan.

Menurutnya disana, sudah dibuatkan pagar dijembatan sehingga mengurangi warga yang buang sampah. Nantinya minggu depan akan dibangun pagar disisi lainnya. (cep)