» » Menko Polhukam Siap Bertanggungjawab

Jakarta  - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Djoko Suyanto, mengaku siap bertanggungjawab, jika TNI berhadapan langsung dengan demonstrasi menolak penaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Saya yang bertanggungjawab jika TNI bersentuhan dengan demonstrasi," kata Djoko kepada wartawan usai Rapat Pimpinan Tingkat Menteri, di Kantor Kemenko Polhukam, di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, TNI turun di tengah aksi unjuk rasa hanya untuk mencegah tindakan anarkis kepada orang lain dan menghindarkan blokade yang mengganggu kepentingan umum yang lebih besar.

"Kalau menjaga masyarakat, apa itu salah? Saya yang bertanggungjawab," tegasnya.

Tugas yang diberikan TNI yakni hanya menjaga obyek vital pemerintahan dan layanan publik yang digunakan masyarakat dalam skala yang besar seperti SPBU, Pintu Tol, Bandara dan Pelabuhan.

Djoko menambahkan, pihaknya pun sudah memberikan instruksi kepada Kapolri agar terus pertahankan untuk berbuat persuasif ketika menangani para pengunjuk rasa.

Pelibatan aparat TNI dalam aksi unjuk rasa pun hanya akan dilakukan jika diperlukan.

"Aparat TNI hanya disiagakan dan digunakan atas permintaan Polri di saat yang diperlukan," kata Djoko pada Senin (26/3).

Menurut dia, pengamanan aksi unjuk rasa tetap berada di tangan polisi, bukan TNI.

"TNI bersama Polri dan masyarakat harus menjaga aksi unjuk rasa agar tidak mengarah kepada pelanggaran hukum. Harus dihormati pelaksanaan demokrasi itu sendiri," ucapnya. (ANT)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama