» » Stok Daging Di Jabar Dinyatakan Aman

Bandung - Untuk dua bulan ke depan berbagai kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) akan meningkat karena menghadapi hari-hari istimewa, diantaranya Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
 
Peningkatan permintaan, khususnya untuk menghadapi hari-hari tersebut tak terbatas pada kepokmas berupa sembako, untuk jenis daging juga diprediksi akan ada peningkatan. Untuk stok daging di Jabar dinyatakan aman, ungkap Kadis Peternakan Jabar, Kusmayadi Tatang Padmadinata Rabu, (13/6),
 
Kusmayadi, lebih lanjut menuturkan untuk memenuhi kebutuhan daging sapi per tahun diakui masih minus karena kebutuhan daging sapi mencapai 80.669 ton. Sementara produksi yang dihasilkan baru mencapai 58.458 ton.
 
Masih minimnya produksi daging sapi dikarenakan jumlah populasi sapi di Jabar masih minim sehingga untuk memenuhi kekurangan harus didatangkan dari Provinsi lain. Sebagai salah satu solusi pihak Pemprov. Jabar, sudah berkoordinasi dengan beberapa Provinsi masing-masing Jateng, Jatim dan Lampung. Dari ketiga Provinsi tersebut sudah menyatakan kesiapan untuk mengirimkan sapi dari daerahnya.
 
Kusmayadi, menambahkan kepada masyarakat tidak perlu panic dengan masih minusnya persediaan stok daging sapi karena untuk dari jenis produk lain masing-masing daging unggas serta daging domba dan daging kambing di Jabar masih surplus.
 
Adapun kondisi eksisting untuk kedua jenis produk tersebut, jumlah produksi daging kambing  dan domba sebesar 28.405 ton per tahun, kebutuhannya 4.830 ton. Sementara itu, produksi daging unggas yang dihasilkan di Jabar per tahun sebesar 587.123 ton, sedangkan kebutuhannya per tahun hanya 245.743 ton. (Ly/Jbr)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama