» » Bulan Juni Jabar Inflasi 0,58%

Bandung - Kepala Kantor BPS Jabar Gema Purwana menyatakan pada Juni 2012, Jabar mengalami inflasi sebesar 0,58%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan Mei yang mengalami inflasi sebesar 0,03%.

Dia menjelaskan inflasi Jabar masih terpicu isu kenaikan BBM bersubsidi sehingga membuat harga sejumlah kebutuhan melonjak. Dari tujuh kelompok pengeluaran rumah tangga, lima kelompok mengalami inflasi salah satunya kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,55% dan Kelompok bahan makanan sebesar 1,61%.

"Hanya kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan yang mengalami deflasi sebesar 0,16%," katanya.

Lebih lanjut dia menuturkan tujuh kota pantauan di Jabar seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tasikmalaya sebesar 0,88%, kemudian disusul Kota Depok 0,83%, Kota Sukabumi 0,66%, Kota Bandung 0,55%, Kota Bekasi 0,51%, Kota Cirebon 0,45% dan Kota Bogor 0,26%.

Selain di Jabar, katanya, inflasi juga terjadi di terjadi di 66 Kota di Indonesia sehingga inflasi Juni secara nasional mencapai 0,62%. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Ambon sebesar 2,39% dan terendah di Kota Bima 0,04%.

Menurutnya, dari hasil pematauan harga barang, tercatat sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga. Cabe merah menyumbang inflasi tertinggi sebesar 0,13%. Kemudian disusul beras 0,09%, bawang putih 0,7% dan daging ayam ras 0,06%. Sedangkan komoditi yang mengalami deflasi diantaranya minyak goreng sebesar 0,02%, lalu disusul bawang merah dan ikan kembung masing-masing sebesar 0,01%.(ly/Jbr)
Hosting Gratis

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama