» » Edisis Sidak PNS di Awal Ramadhan

Bandung - Sekretaris Daerah Kota Bandung, Edi Siswadi memimpin apel dihari pertama kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada bulan ramadan, di Balai Kota Bandung, Senin (23/07).

 

Edi menegaskan akan menerapkan sanksi bagi PNS yang secara akumulatif dalam satu bulan melakukan lima kali mangkir kerja, "untuk menambah motivasi dalam bekerja, ke depannya akan diberikan reward and punishment, tingkat kehadiran yang tidak dapat di toleransi adalah lima kali dalam satu bulan secara kumulatif, ini menjadi kebijakan kita apabila sudah melebihi lima hari maka TPP PNSnya akan ditahan dan tidak akan dibayarkan sampai ia memperbaiki prilakunya," tegasnya.

 

Lebih jauh Edi menantang bagi PNS yang tingkat kehadirannya mencapai 100% atau yang tertinggi di berbagai level akan mendapatkan nilai tambah atau kerdit poin untuk mendapatkan kesempatan prioritas dipromosikan ke jenjang berikutnya.

 

Hal tersebut diungkapkannya mengingat pentingnya tingkat kehadiran yang menjadi salah satu indikator untuk mengukur kinerja dan produktifitas dalam melaksanakan pekerjaan, "Itu diukur dari tingkat kehadiran yang lebih dominan, selain dari kemampuan, kecakapan, loyalitas dan lain sebagainya, bagaimana mungkin bisa bekerja dengan baik kalau tingkat kehadirannya minimal," katanya.

 

Diingatkannya pada bulan ramadan ini PNS tidak menjadi malas, "justru di bulan barokah ini sebagai PNS harus merasa terpanggil untuk lebih bekerja lebih giat lagi dan lebih bersemangat jika dikaitkan dengan nilai ibadah yang pada bulan inilah mbalannya berlipat lipat," katanya.

 

Dilanjutkannya pada bulan puasa ini tidak ada istilah mentoleransi, bahkan Edi meminta semangat PNS harus terus ditingkatkan sehingga kualitas pelayanan akan lebih meningkat, "Jika ia berpikir positif mengkompensasi defisit amal badah,  merasa pelayanan selama sebelas bulan kurang baik karena memberikan pelayanan yang kurang maksimal, pada saatnya saat ini adalah pendidikan spiritual yang menanamkan nilai-nilai kejujuran ketulusan yang disa menjadi starting point bagi perubahan perilaku aparat yang lebih melayani perilaku masyarakat," pungkasnya. (*)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama