» » 5 Orang Dewan Pengawas PDAM Tirtawening Dilantik Walikota, Ditandai Penandatanganan Pakta Integritas

BANDUNG - Walikota Bandung, Dada Rosada mengharapkan keberadaan Dewan Pengawas  bisa meningkatkan kinerja, di antaranya menekan kebocoran dan kehilangan air yang mencapai 37 persen, sedangkan kebocoran yang ditolerir hanya 20 persen. Hal ini diungkapkannya saat melantik lima orang  Dewan Pengawas PDAM Tirtawening Kota Bandung periode 2013-2016, Jumat (15/2/2013) lalu di Balai Kota Bandung. Lima orang yang dilantik yakni Djumhana, Dody Ridwansyah, Tjutju Nurdin, Cece Subrata, dan Sobar Darmaatmaja. Mereka  juga menandatangani pakta integritas untuk mempercepat kemajuan perusahaan dan mengawasi penyimpangan.

"Saya harapakan Dewan Pengawas meningkatkan kinerja di antaranya menekan kebocoran dan kehilangan air yang mencapai 37 persen sedangkan kebocoran yang ditolerir hanya 20 persen. Dewan Pengawas harus berperan aktif dalam upaya pencegahan korupsi di Pemkot Bandung, khususnya PDAM Tirtawening. Dewan pengawas tidak boleh melibatkan diri dalam kegiatan melanggar hukum berdasarkan modul pakta integritas. Bila melanggar siap menghadapi segala konsekuensinya," tegas Walikota.

Menurut Direktur utama PDAM Tirtawening, Pian Sopian, tingkat kehilangan air bersih di instansi yang dipimpinnya tersebut masih tinggi, yaitu 37 persen dari 7 juta meter kubik per bulan atau setara dengan 2,2 juta meter kubik per bulan. Kehilangan air disebabkan pencurian, salah catat meteran,  dan pipa bocor. "Tahun 2013 target kami menekan kehilangan air turun 5 persen," sebutnya di sela-sela acara pelantikan.

Untuk menekan kehilangan air dialokasikan dana Rp 18 miliar, lanjutnya, di antaranya untuk memperbaiki pipa lama dan pipa bocor. "Kehilangan air melibatkan juga oknum PDAM dengan memasang sambungan liar. Tahun 2012, ada satu orang oknum PDAM yang terlibat pencurian air dan sudah ditindak dengan diberhentikan," terangnya.

Menyinggung target keuntungan PDAM tahun 2013, Pian memprediksikan sebesar Rp 30 miliar, yaitu  naik sepuluh kali lipat dibanding tahun 2012 yang hanya mendapat Rp 3  miliar. Sedangkan tahun 2011 keuntungan mencapai Rp 6 miliar. "Target meningkat sepuluh kali lipat dengan catatan kenaikan tarif disetujui dan dilaksanakan. Saya juga berharap dewan pengawas bisa membantu kinerja PDAM, terutama dalam mengambil kebijakan jika ada kenaikan tarif dan ikut menekan kebocoran air. Mereka juga diharapkan bisa berkontribusi memfasilitasi hubungan dengan pihak luar PDAM," tandasnya.(Yusman)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama