» » Ayi : Bila Terus Dijaga, Basa Sunda Takan Punah!

BANDUNG - Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda berkeyakinan bahasa sunda bisa dijaga dan tidak akan punah di Kota Bandung. Hal tersebut diungkapkannya setelah menghadiri launching nama padepokan seni "Mayang Sunda", dan peringatan hari bahasa ibu internasional yang ke-13, di padepokan Seni, Jalan Peta No 209, Kamis (21/2).

Keyakinan Ayi tersebut karena di Kota Bandung telah terbit Perda No 9 Tahun 2012 Tentang Penggunaan, pemeliharaan dan pengembangan bahasa sastra dan aksara sunda. Selain adanya perda tersebut, menurut Ayi, karena di Kota Bandung juga muatan lokal (mulok) bahasa sunda diajarkan di sekolah-sekolah yang ada di Kota Bandung.

"Saya yakin bahasa sunda ini tidak akan punah karena kita jaga dan lestarikan, seperti dengan adanya perda dan mulok," ujarnya.

Setelah adanya perda dan mulok tersebut, menurutnya setiap hari Rabu di Kota Bandung, baik itu acara Pemerintahan maupun swasta selalu menggunakan bahasa sunda.

"Anak-anak muda pun dengan adanya perda ini menjadi diakrabkan kembali dengan bahasa sunda ini," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa bahasa sunda sebagai bahasa lokal,  merupakan kekayaan nasional yang harus terus dijaga dan dilestarikan.  "Saya berharap masyarakat bisa menggunakan bahasa sunda dalam kesehariannya, mereka tidak perlu takut salah, karena semuanya itu bisa dilakukan secara bertahap," jelasnya.

Terkait dengan peresmian padepokan seni yang mempunyai nama baru, Ayi juga berharap agar gedung tersebut bisa menjadi tujuan wisatawan, baik lokal maupun luar negeri.

"Saya berharap gedung ini bisa menjadi tujuan wisata, sehingga setiap sabtu atau minggu para wisatawan ini bisa menyaksikan kesenian-kesenian yang ditampilkan," ujarnya.

Ayi juga menambahkan untuk kesenian yang akan ditampilkan atau waktu penampilannya akan dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung. "Sehingga nantinya para seniman yang ada di Kota Bandung bukan hanya berlatih saja tetapi juga mereka dapat menampilkan kebolehannya," jelasnya.

Sementara itu Wali Kota Bandung Dada Rosada dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Wali Kota Bandung, mengapresiasi peresmian gedung padepokan seni "mayang sunda", baik dalam peran sebagai wadah pelestarian dan pengembangan kesenian sunda maupun sebagai salah satu pusat membentuk karakter bangsa.

"Bagaimanapun juga padepokan ini bukan hanya sekedar wadah berkreasi, karena di dalamnya terkandung kepedulian dan ikhtiar memajukan seni budaya daerah, yang Insya Allah akan memberi nilai tambah ekonomi bagi pelaku dan sektor pendukung lainnya," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, tidak ada salahnya untuk berkaca kepada China dan Jepang, dimana seni budaya tradisionalnya jau lebih kokoh ketika menghadapi modernisasai , bahkan menambah nilai jual terhadap kegiatan kepariwisataan karena ditopang kebanggaan yang kuat dari masyarakat dan pemerintahannya. (*)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama