» » BI Berikan Pelatihan Bagi Perajin Sepatu Cibaduyut

BANDUNG - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jabar Banten bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat berusaha untuk mendorong peningkatan sumber daya manusia terhadap para pelaku UKM di Jawa Barat.

Salah satu upayanya adalah dengan memberikan pelatihan kepada 16 orang masyarakat Jawa Barat untuk ditempa menjadi tenaga ahli persepatuan di Cibaduyut. Dimana ke-16 SDM tersebut ditempa selama 250 jam untuk menjadi SDM yang tangguh.

"Pelatihan inipun sebagai upaya untuk mempersiapkan moment asean community, kita harapkan dengan pelatihan ini muncul sdm yang handal bagi perajin sepatu cibaduyut," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia wilayah VI Jabar Banten, M.Zaeni Aboe Amin kepada wartawan disela acara penutupan pelatihan operator terampil alas kaki klaster industri kecil dan menengah Cibaduyut, Selasa (26/2).

Menurutnya, pelatihan terhadap SDM tersebut memang merupakan hal yang penting dalam pengembangan produk sepatu di Cibaduyut. Diharapkan mereka bisa membuat produk sepatu yang berkualitas dan berpotensi terhadap pasar ekspor. Sehingga nantinya bisa bersaing dengan produk impor.

"Selama ini produk sepatu cibaduyut memiliki potensi yang sangat besar terhadap pasar dalam negeri, tentunya itu harus dikembangkan dengan mutu kualitas produk yang baik dan penuh inovasi sehingga hal tersebut menjadi daya tarik bagi para konsumen," katanya.

Para pengrajin sepatu Cibaduyut, menurutnya perlu mewaspadai terhadap gempuran produk impor. Terlebih saat ini para pelaku usaha pun dihadapkan pada perjanjian Economic Asean Community 2015 dimana perdagangan pun akan semakin bebas.

"Tentunya economic asean community harus diwaspadai, karena asean community akan membuat produk impor membanjiri pasar dalam negeri," jelasnya.

Selain itu, lanjut Zaeni, economic asean community pun akan membuat persaingan usaha menjadi semakin ketat. Sehingga hal itu perlu diantisipasi sedini mungkin, supaya para pengrajin dan pelaku UKM yang ada di Jawa Barat pun mampu bersaing dengan produk impor. Karena kalau tidak dipersiapkan sedini mungkin itu bisa menjadi ancaman bagi para perajin. "Para perajin dan UKM harus mempersiapkannya dari sekarang, jangan mau jadi penonton dinegeri sendiri," katanya.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama