» » Ketua KONI Kota Bandung : Atlit Tidak Dibantu Tidak Akan Berprestasi

BANDUNG - Rapat kerja KONI Kota Bandung yang berlangsung selama satu hari dan diikuti oleh para pengurus tiap cabang olahraga, dibuka secara resmi oleh Wali Kota Bandung Dada Rosada, ditandai dengan pengalungan tanda pengenal raker kepada perwakilan peserta raker, Selasa (12/2) di Hotel Mitra, Jalan W.R. Supratman.


Hadir dalam kesempatan tersebut, selain Ketua KONI Kota Bandung Aan Johana dan pengurus tiap cabang olahraga, juga hadir Ketua DPRD Kota Bandung Erwan Setiawan.
Setelah membuka raker KONI Kota Bandung Dada mengatakan bahwa Pemerintah Kota Bandung akan selalu mendukung kegiatan di bidang olahraga dengan menganggarkan untuk pembinaan atlet-atlet melalui KONI Kota Bandung.


Lebih lanjut dikatakan Dada, bahwa kadeudeuh untuk atlet setelah berprestasi merupakan bonus tambahan, tetapi bantuan untuk mereka sebelum bertanding tentu saja harus ada.


  "Kadeudeuh setelah berprestasi itu bonus tambahan bagi atlet, tapi sebelum bertanding pun harus ada bantuan dana, karena kalau tidak dibantu dana mereka tidak akan berprestasi," jelasnya.


Sementara menanggapi persoalan mutasi atlet, setiap menjelang pelaksanaan Porda maupun PON, Dada menegaskan, Pemkot Bandung melalui KONI, mengupayakan bisa menahan atlet, terutama atlet potensial sebagai penghasil emas.


"Pemkot Bandung, akan mengupayakan memberi tingkat kesejahteraan, sehingga atlet tidak ada niat pindah, apalagi jika diiming-imingi materi ataupun pekerjaan yang belum jelas.


Dalam hal ini, Saya minta atlet untuk mempunyai dan menunjukkan sifat fanatisme kedaerahan dan tidak tergoda dengan penawaran yang dijanjikan," tandas Dada.
Sedangkan Ketua Umum KONI Kota Bandung Aan Johana, mengaku bangga atas perhatian dan komitmen baik dari unsur ekesekutif dan legislatif, yang selalu membantu dalam hal anggaran. Apalagi dengan adanya peningkatkan di setiap APBD, tentunya akan sangat membantu KONI dalam melakukan pembinaan maupun keperluan lainnya, seperti pengadaan sarana latihan dan juga memberi kesejahteraan para atlet.


"Alhamdulillah, untuk anggaran tahun ini, jumlahnya meningkat di kisaran 20 milyar, yang sebelumnya 19 Milyar," terang Aan. Aan menuturkan, dari anggaran tersebut sekitar 80 persen akan digunakan untuk pembinaan, serta sisanya, yakni untuk organisasi dan lain-lainya.


Menurut Aan Johana, pembahasan utama dalam raker tersebut diantaranya adalah mencari solusi mengenai permasalahan database atlet, mengevaluasi hasil PORDA XI tahun 2010, dan program selama tahun 2012.


"Selain bahasan itu, tentu saja raker kali ini juga akan menyusun program untuk tahun 2013 dan 2014, dan memfokuskan kepada persiapan PORDA 2014 di Kabupaten Bekasi," ujar Aan.

Untuk permasalahan mengenai atlet, seperti permintaan mereka yang ingin pindah membela daerah lain karena iming-iming materi, kemudian atlet peraih emas PORDA yang tidak semua bisa tampil karena batasan usia, serta belum danya database atlet,menurut Aan akan meminta laporan dari masing-masing bidang untuk pemecahan permasalahannya.

  "Nanti kita akan meminta laporan dari masing-masing bidang, agar permasalahan atlet ini bisa ditemukan solusinya," jelasnya. (*)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama