» » Penjualan Mobil di Indonesia Selama 2012 Tumbuh 24,8%

JAKARTA - Industri automotif Indonesia tengah menanti pengesahan regulasi lowcost green car(LCGC). Program yang digagas Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sejak 2009 kinihampir mencapai garis finis.
Maklum, regulasi LCGC saat ini dikabarkan tinggal menunggu tanda tangan presiden. Menurut Dirjen Industri Unggul Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin Budi Dharmadi, sebelumnya penggodokan regulasi tersebut membutuhkan waktu agak panjang karena perlu persetujuan beberapa pihak terkait proses legalisasi administrasi.

Setelah proses tersebut selesai, berkas dilimpahkan ke presiden untuk disetujui dan ditandatangani. Kemudian diterbitkan menjadi peraturan pemerintah (PP). Regulasi LCGC merupakanbagiandariindustri hijau yang harus dikembang-kan menggunakan insentif.

Budi menambahkan, isi regulasi LCGC mencakup pemberian insentif, mobil yang memenuhi syaratkonsumsibahan bakar, dan manufaktur dalam negeri. Regulasi LCGC dapat menguntungkan pelaku industri automotif dunia dan mendongkrak pertumbuhan industri automotif lokal.

"Dampak positif bagi industri automotif dalam negeri adalah ada kemandirian dan ahli teknologi dalam industri mesin, transmisi, dan komponen lain. Hal ini lantajan komponen yang digunakan harus buatan lokal agar mendapatkan insentif," ungkap Budi kepada koran harian Seputar Indonesia (SINDO), Sabtu (23/2).

Insentif berupa pajak penj ualan barang mewah (PPnBM) diberikan kepada produksi yang menggunakan komponen buatan dalam negeri.Lantaran komponen yang digunakan harus buatan lokal, produksi pun dilakukan di dalam negeri. Dengan kata lain, menciptakan lahan penyerapan tenaga kerja dan menimbulkan pergerakan ekonomi.

"Pada akhirnya akan meningkatkan volume penj ualan dan manufaktur yang menandakan ada multiplier effect," ucap Budi.

Penyerapan tenaga kerja ini meliputi industri perakitan dan jasa layanan purnajual. Kemenperin memperkirakan akan ada penyerapan 7.000 tenaga kerja untuk industri perakitan dan 10.000 tenaga kerja untuk jasa layanan purnajual.

Diamemprediksi,jikaMaret ini regulasi tersebut resmi dikeluarkan, estimasi produksi mobil LCGC tahun ini mencapai 80.000-90.000 unit. Sementara industri komponen automotif membutuhkan waktu satu ta-hun lagi agar semua matang.

Hal ini lantaran dari sisi engineering dan supply vendor membutuhkan waktu lebih lama. Mobil LCGC merupakan produk baru yang mesin dan komponennya harus dibuat di dalam negeri.

"Total komponen satu unit mobil LCGC mencapai 10.000 komponen yang harus dipasang secara teliti," ujar Budi.

Budi menjelaskan, tahun lalu 50 industri komponen baru masuk ke Indonesia. Tahun ini berpotensi 50-60 industri komponen baru karena ada pabrik lain yang berdiri. Nilai investasi 50 industrikomponenmencapai USD1 miliar yang berarti satu industri senilai USD20 juta.

Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Juwono Andrianto mengatakan, LCGC dapat menstimulasi produsen automotif untuk mengembangkan mobil murah ramah lingkungan.

"Skema LCGC bertujuan untuk menekan penggunaan bahan bakar dan emisi karbon kendaraan,"ujar Juwono Andrianto di Kemenperin, Jakarta (19/2).

Meski regulasi LCGC belum dikeluarkan pemerintah, beberapa pelaku industri automotif pun menyatakan kesanggupannya untuk memproduksi jenis mobil LCGC. Pabrikan dunia pun antusias menanti munculnya peraturan tersebut. Tak dapat dipungkiri regulasi LCGC memiliki potensi tinggi untuk mendongkrak penjualan automotif mereka di dalamnegeri.

Juwono menuturkan, ada beberapa jenis mobil yang dapat dikategorikan dalam LCGC. Salah satunya mobil yang menggunakan bahan bakar nabati. Sementara untuk mobil hibrida, harganya masih tergolong tinggi dan infrastruktur Indonesia tidak memungkinkan bagi mobil listrik.

"Kami berharap regulasi resmi LCGC keluar pada kuartal pertama tahun ini karena sudah ada mobil yang siap dipasarkan," kata Juwono.

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil di Indonesia selama 2012 tumbuh sebesar 24,8% mencapai 1.116.230 unit dibanding 2011 serta penjualan bulan pertama pada 2013 naik 26,5% sebanyak 96.704 unit.

Perkembangan tersebut mendukung optimisme para produsen automotif. Pertumbuhan ekonomi industri automotif tahun ini ditargetkan antara 6,5-6,8%. Selain itu, daya beli masyarakat juga diyakini semakin meningkat.(*)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama