» » Pesta Perak Ke-25 Tuan Dibangarna

KARAWANG - Memasuki usianya yang ke-25 tahun, organisasi Tuan Dibangarna menggelar kegiatan Pesta Perak Tuan Dibangarna Se-Kabupaten Karawang Tahun 2013, Senin (18/2). Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Istana Kana, Cikampek tersebut turut dihadiri oleh Bupati Karawang, H. Ade Swara.

Dalam sambutannya Bupati Ade Swara menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ini, karena dapat menjadi media untuk saling berinteraksi, memperkuat tali silaturahmi sebagai sesama warga bangsa Indonesia yang amat majemuk. kerukunan dan persatuan di Indonesia dapat terwujud apabila memperhatikan unsur kebersamaan, bukan pada perbedaan. “Untuk itu, hendaklah kita juga menjadikan perbedaan itu sebagai pelengkap kebersamaan juga membangun umat yang rukun, menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia dan menghargai perbedaan,” pesannya.

Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa keragaman itu menjadi modal untuk saling melengkapi, membaur dengan peradaban dimana kita berpijak. Setiap masyarakat dari daerah manapun berasal harus membuka diri secara transparan, serta ikut berpartisipasi aktif agar mendapat nilai tambah untuk membangun masyarakat.

Sebagai warga masyarakat Kabupaten Karawang, lanjut Bupati, organisasi tuan dibangarna merupakan contoh organisasi kerukunan yang di dalamnya ada kekerabatan, kekeluargaan dan gotong-royong di tengah-tengah masyarakat di bumi pangkal perjuangan ini. “Keberadaan etnis - etnis dari berbagai daerah di nusantara, menjadi satu kesatuan masyarakat kabupaten karawang yang harmonis dan agamis dengan tidak meninggalkan kepribadian dari daerah mana dia berasal,” imbuhnya.

Oleh karena itu, setiap gerak, karya dan pengabdian, hendaknya senantiasa ditujukan untuk mencapai tujuan yang serasi, selaras dan seimbang dalam suasana hidup yang aman dan dinamis dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, mengingat indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama islam telah mempelopori pluralisme agama sebagaimana tertuang dalam falsafah Pancasila dan UUD 1945 sehingga lahirlah konsep “Tri Kerukunan Umat Beragama” yaitu : (1) kerukunan intern umat beragama, (2) kerukunan antar umat beragama, (3) kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah.

Oleh karena itu, dirinya mengajak untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum bagi untuk meneguhkan kembali semangat kebersamaan dan persatuan, kerukunan dijadikan fondasi untuk membangun persekutuan. “Kita sadar bahwa nilai sebuah kerukunan mahal harganya, dan tak dapat dibeli dengan uang,” tambahnya.

Sementara itu, kegiatan Pesta Perak Tuan Dibangarna berlangsung sangat meriah dan diikuti oleh ratusan warga masyarakat etnis batak yang ada di Kab. Karawang, khususnya mereka yang berasal dari marga Panjaitan, Silitonga, Siagian, dan Sianipar. Pesta Perak Tuan Dibangarna sendiri mengambil tema “Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan”. (*)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama