» » 1 April 2013 Tarif Baru Pelanggan PDAM Tirtawening Mulai Berlaku

BANDUNG - Dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam hal penyediaan air minum dan pengolahan air limbah serta peningkatan kinerja perusahaan, PDAM Tirtawening Kota Bandung akan memberlakukan penyesuaian tarif air minum terhitung untuk pemakaian  air April 2013 yang ditagihkan Mei 2013. Penyesuaian tarif ini telah dituangkan dalam Peraturan Walikota No. 270 tahun 2013,  22 Maret 2013 tentang pengaturan tarif pelayanan air minum dan limbah.

Penyesuaian tarif  tersebut tetap mempertimbangkan keterjangkauan dan keadilan, mutu pelayanan, pemulihan biaya (cost recovery), efisiensi pemakaian air, transparansi dan akuntabilitas dan perlindungan air baku. Hal tersebut sesuai prinsip dasar penyesuaian tarif air minum yang tertuang dalam permendagri No 23 Tahun 2006 tentang pedoman teknis dan tatacara pengaturan air minum.

Latar belakang penyesuaian tarif air minum tahun 2013 ini menurut Direktur utama  PDAM Tirtawening, Pian Sopian karena instasi yang ia pimpin ini belum melakukan penyesuaian tarif air sejak 2007, sementara harga material untuk memproduksi air, biaya operasional dan pemeliharaan jaringan perpipaan, biaya listrik bbm dan bahan kimia makin meningkat.

"Sesuai bisnis plan tahun 2008-20012 diamanahkan bahwa tahun 2010, PDAM harus menyesuaikan tarif air. Dalam hal ini kami lebih memprioritaskan melakukan efisiensi terlebih dahulu, namun upaya tersebut ternyata tidak dapat mengimbangi kebutuhan biaya operasional untuk pelayanan. Untuk pemulihan biaya akibat dari peningkatan inflasi dari tahun 2007 sampai dengan sekarang sebesar42,33 persen," terangnya dalam konferensi pers di Rumah Makan Sindang Reret, Jalan Surapati, Selasa (26/3/2013).

"Besaran kenaikannya sendiri yakni 20 persen bagi pelanggan sosial, 40 persen untuk pemakai rumah tangga dan 60 persen untuk niaga, lanjut Pian. Tarif sosial lama yakni Rp 728, tarif rumah tangga Rp 2.600 dan tarif Industri Rp 4.258. Pada 1 Maret mendatang, tarif baru terendah yakni kategori sosial Rp 900, sedangkan tarif baru tertinggi kategori industri Rp 6.800.

Seharusnya tarif ini berlaku sejak 2012 lalu, tapi ada beberapa kendala sehingga baru dilaksanakan tahun ini. Ini salah satu skenario untuk penuhi kebutuhan 90 persen re-engineering, karena sebenarnya kita butuh Rp 1,8 triliun sisanya kita andalkan investor, hibah pusat dan daerah," sebutnya.

Pian menambahkan, selain ada kenaikan tarif, pihaknya juga mengalami efisiensi denda kepada pelanggan yang menunggak. Karena rendahnya tarif PDAM juga menyebabkan kesadaran membayar masyarakat rendah. "Rendahnya tarif seringkali membuat pelanggar membayar secara akumulasi per tiga bulan, saking murahnya. Tunggakan ini akan mengganggu operasional," ungkapnya.

"Setiap bulan para pelanggan diberi kesempatan membayar hingga tanggal 20. Namun apabila setiap pelanggan melakukan pembayaran lebih dari tanggal 20 akan ada kenaikan denda sebanyak 10 persen. Kemudian jika telambat membayar selama satu bulan akan dikenakan denda sebanyak 15 persen dari nilai tagihan. Sebelumnya, tarif denda yang diberlakukan flat sebesar Rp 7.500. Pembayaran tunggakan sebelumnya harus dibayar terakhir 30 April 2013, dan dibebani 15 persen juga dari keseluruhan tunggakan, " pungkasnya. (Yusman)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama