» » Ahmad Sinter : Musyawarah Harus Kembali Dihidupkan

SUBANG - Untuk menghadapi tantangan di masyarakat dirasakan perlunya menghidupkan kembali semangat musyawarah. Terutama tantangan dalam masalah sengketa hukum. Menurut Kasubag Penyuluh, Konsultasi Hukum dan HAM Setda Kab. Subang, Ahmad Sinter Deloniks, SH, upaya tersebut penting diupayakan. "Kalau bahasa saya mungkin sangat urgen disosialisasikan kembali," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Jum'at (8/3). Semangat musyawarah, kata Bony, saat ini sudah mulai luntur. Walaupun di beberapa daerah lain masih hidup. Padahal itu merupakan kearifan lokal sarat dengan manfaat.

Apabila ada sengketa sebaiknya kedua belah pihak menyelesaikannya dulu melalui musyawarah untuk mufakat. Dengan musyawarah, kata Bony banyak manfaatnya. Masalah lebih cepat selesai, rasa kekeluargaan tumbuh dengan penuh kesadaran, biasanya solusi yang dihasilkan saling menguntungkan dan disisi lain mengurangi penumpukan berkas perkara oleh pihak aparat penegak hukum.

"Kalau sedikit-sedikit ngadu ke polisi atau kejaksaan, itu akan menumpuk perkara yang harus ditangani oleh aparat penegak hukum," imbuhnya. Sedangkan mereka harus menghadapi masalah lain yang tidak kalah penting. Kalau bisa musyawarah selesaikan saja dengan musyawarah. Pengakuan kekuatan hukum yang dihasilkannya pun sama.

Untuk melakukan proses itu di tiap daerah sudah dibentuk Forum Komunikasi Polri dan Masyarakat (FKPM). Didalamnya ada tokoh masyarakat dan Babin Kamtibmas.

Pihak Pemkab Subang, melalui Bagian Hukum dan Perundangan-Undangan bekerja sama dengan Polres Subang dan Kanwil Hukum dan HAM Jawa Barat berupaya melakukan sosialisasi hal tersebut melalui kegiatan Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) salah satunya di desa Jatimulya Compreng. Bersamaan dengan sosialisasi disampaikan materi berupa informasi mengenai produk-produk perundang-undangan yang aktual dan relevan dengan perikehidupan di masyarakat desa. (Teddy/WM)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama