» » Standard Chartered Bank Indonesia Luncurkan RDS Eastprings Investments Alpha Navigator & Asuransi Smart Legacy

BANDUNG - Trend positif iklim investasi di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami perbaikan, dibuktikan dengan semakin beragamnya produk investasi perbankan yang dapat menjadi pilihan bagi para nasabahnya. Salah satunya adalah Standard Chartered Bank Indonesia yang belum lama ini meluncurkan dua produk investasi terbaru, yakni Reksa Dana Saham (RDS) Eastprings Investments Alpha Navigator dan produk asuransi Smart Legacy persembahan Allianz Life Indonesia.

Menurut General Manager Wealth Management Priority, International Banking & Country Marketing Head, Standard Chartered Bank Indonesia, Lanny Hendra, pihaknya menjadi bank pertama yang bekerja sama dengan Eastprings Investments Indonesia. "Smart Legacy merupakan produk asuransi tradisional dengan premi tunggal berbasis universal life pertama di Indonesia yang mempunyai premium finance," sebutnya kepada wartawan di Boardroom 2 Luxury Trans Hotel Jln.Gatot Subroto Bandung belum lama ini.

Sementara di tempat yang sama Head of Investment and Treasury Standard Chartered Bank, Alfred Triestanto mengatakan investasi yang berpotensi tahun ini, bergantung pada kebutuhan nasabahnya, apakah jangka pendek, menengah atau panjang, terangnya. "Tahun ini, produk equity atau produk-produk berbasis saham masih cukup potensial sebagai pilihan berinvestasi seperti reksa dana dan saham. sebaiknya para nasabah atau investor menitikberatkan saham-saham tertentu yang potensial. Lihat dan perhatikan fundamental, kinerja perusahaan, juga lihat portofolio dan fleksibilitasnya," papar Alfred.

Apabila mengacu pada pertumbuhan tahun lalu yang positif, lanjutnya, yaitu sekitar 20 persen, kemungkinan besar tahun ini pun perkembangannya juga positif karena pertumbuhan ekonomi pun meningkat. "Saya kira, minimalnya sama dengan tahun lalu, harapannya melebihi.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melaju tanpa hambatan. 

Sementara Indeks LQ45 melonjak 16,216 poin atau 2,01 persen menjadi 824,744. Baik investor lokal maupun asing memborong saham-saham, terutama pada sektor konstruksi dan infrastuktur. Nilai transaksi kemarin sebesar Rp 6,6 triliun. Investor asing membukukan pembelian bersih sebesar Rp 1 miliar," ungkap Alfred.

Country Head, Consumer Banking, Standard Chartered Bank Indonesia, Sajidur Rahman, mengatakan, tahun lalu berbagai tantangan yang menerpa ekonomi dunia secara bertahap mulai dapat diatasi dan menjadi landasan baik untuk memasuki 2013. Proses pemulihan ini dipercaya membawa pengaruh positif bagi ekonomi Asia, termasuk Indonesia yang secara fundamental lebih sehat dan kuat, jelasnya. (Yusman)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama