» » » Gelar Pelatihan Manajemen Organisasi Kemahasiswaan

JAKARTA - Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Alfitra Salamm hari Rabu (12/6) malam membuka secara resmi Pelatihan Manajemen Organisasi Kemahasiswaan Tingkat Nasional, di Hotel Kaisar, Jakarta Selatan. Alfitra menegaskan organisasi kemahasiswaan hendaknya memperkuat eksistensinya sebagai kekuatan intelektual yang handal dalam aspek keilmuan.

Pada acara yang mengambil tema Pergerakan Mahasiswa di Era Reformasi  tersebut, Alfitra mengatakan para mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan harus mampu menunjukkan kualitas dan prestasinya dalam aspek kepemimpinan organisasional. Dia juga meminta para mahasiswa melatih diri dalam hal manajemen organisasi dengan pendekatan yang efisien dan efektif, agar menghasilkan hal-hal yang lebih terukur. "Saya sangat berharap, mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan, juga adalah mahasiswa yang unggul dalam hal keilmuan," kata Alfitra.

Alfitra juga menegaskan pentingnya organisasi kemahasiswaan dan organisasi kepemudaan konsisten pada batas usia pemuda yakni 16-30 tahun sesuai yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan. Lebih-lebih, ujar Alfitra, UU Kepemudaan akan berlaku efektif dan mengikat setelah tanggal 14 Oktober 2013 mendatang. "Saya berharap, pada Kongres KNPI mendatang dan organisasi kepemudaan lainnya, yang menjadi ketua umum dan pengurusnya adalah dari kalangan mahasiswa," tambahnya.

Sebelumnya, Asisten Deputi Bidang Organisasi Kepemudaan, Jonni Mardizal melaporkan, para peserta kegiatan pelatihan manajemen organisasi kemahasiswaan merupakan utusan-utusan terpilih dari setiap kampus asalnya. Menurut Jonni, para peserta antusias mengikuti pelatihan, dan telah menyerahkan hasil karya ilmiah berupa paper sebelum kegiatan berlangsung sebagai prasyarat utama pelatihan. Sedangkan nara sumber dalam pelatihan ini antara lain, Dr. Yudi Latif dan Dr. Syamsudin Haris.

"Kegiatan pelatihan ini merupakan komitmen Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk meningkatkan kapasitas organisasi kemahasiswaan guna melahirkan sosok pemuda Indonesia yang maju, yakni pemuda yang berkarakter, berkapasitas, dan berdaya saing," tandas Jonni.

Hadir dalam pembukaan pelatihan ini antara lain kepala bidang di lingkungan Asisten Deputi Organisasi Kepemudaan serta beberapa tokoh dan aktivis pemuda era 1998, seperti Victus Murin mantan Sekjen GMNI, Muchlis Pane, Iskandar, Samsur Qomar dan Saiku (jmz)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama