» » » Kebutuhan Daging Nasional 32 Persen Dipasok dari Jatim

SURABAYA - Kebutuhan daging nasional ternyata tidak bisa dilepaskan dari peran peternak di Jawa Timur. Buktinya, saat ini kebutuhan daging nasional sebanyak 32% atau 5,3 juta sapi dipasok dari peternak-peternak di Jatim.

"Dengan kondisi tersebut kami berani menolak daging import dan sapi masuk Jawa Timur, karena saya tau bagaimana nasib peternak jika daging import sampai masuk Jatim," kata Soekarwo, Gubenur Jatim dihadapan peternak dan pengusaha daging dalam acara   Kontes Ternak dan Lomba serta Ekspo se Jawa Timur tahun 2013 di Desa Tangkil, Kec. Wlingi, Kab. Blitar, Rabu(12/6).

Data dari Dinas Peternakan Jatim menyebut, secara keseluruhan produksi sapi nasional, 32 persennya dihasilkan di Jawa Timur. Saat ini populasi sapi di Jawa Timur sekitar 5,3 juta ekor. Sedangkan jumlah pemotongan sapi potong sebanyak 520 ribu ekor per tahun.

Dikatakannya, potensi peternakan di Jatim sangatkan baik. Peternak makin inovatif dalam menghasilkan kualitas dan kuantitas sapi yang terbaik. Meski demikian, problem ketersediaan pakan ternak masih menjadi kendala yang dihadapi peternak, karena semakin minimnya jumlah pakan dan mahalnya harga bahan baku. Saat ini 70 persen beban peternak ada dipakan.

Soekarwo meminta kepada Dinas Peternakan Jatim dan perguruan tinggi di Jatim agar mampu melahirkan inovasi atau penemuan baru dalam bidang pakan ternak, yang nantinya meringankan beban peternak. "Jika inovasi itu mampu menurunkan beban 70 persen ditekan menjadi 50 persen. Saya yakin akan lebih mensejahterahkan peternak," ujarnya.

Soekarwo menceritakan hasil kunjungannya ke Australia beberapa waklu lalu. Ia melihat petani disana mampu membuat makanan konsentrat yang memiliki manfaat membuat sapi cepat kenyang dan dagingnya kaya gizi serta serat tidak tebal. "Jika akademisi mampu mencontoh hal itu, saya yakin swasembada daging akan mampu dicapai peternak Jatim," ujarnya.

Gubernur juga meminta kalangan perbankan berkoalisi dengan pengusaha ternak. Perbankan agar memberikan kemudahan dalam usaha ternak di provinsi yang menjadi penyangga swasembada daging nasional itu.

Selain itu, ia juga meminta dukungan lebih dari pemerintah pusat agar bisa mewujudkan Jatim sebagai gudang penghasil ternak sapi. Apabila terwujud, yang dilakukan Jawa Timur sudah sesuai dengan tujuan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan (Keswan).

Selain daging, Jatim juga mampu memproduksi susu sebesar 980 ton/hari untuk memenuhi kebutuhan Industri Pengolahan Susu (IPS) sebesar 900 ton/hari (328 ribu ton/tahun) atau sekitar 92 %. Sedangkan, sisanya yakni sebesar 80 ton/hari (29 ribu ton/tahun) atau sekitar 8% yang dikonsumsi langsung ke masyarakat serta dikirimkan ke luar Jatim seperti daerah DKI Jakarta, DIY dan Jawa Tengah. Jatim saat ini memiliki 4 IPS utama yakni PT. Nestle Indonesia, PT. Indolakto, PT. Greenfields dan PKIS Sekar Tanjung.

Kepala Dinas Peternakan Jatim, Maskur mengatakan, Kontes Ternak dan Lomba serta Ekspo se Jawa Timur tahun 2013 bertujuan untuk mengetahui informasi perkembangan dan peningkatan pemasaran produksi peternakan. Kegiatan ini juga untuk memotivasi insan peternakan dalam pembangunan peternakan dan memberikan informasi yang lebih luas kepada masyarakat tentang usaha peternakan. Salah satunya juga untuk menjaring investor untuk menanamkan modal dalam pengembangan usaha peternakan. Dalam acara tersebut, semua insan peternakan yakni peternak, kelompok peternak sampai pelaku usaha peternakan akan datang. Sehingga moment tersebut juga dijadikan sebagai wadah untuk mengekspose pengembangan peternakan, pameran produk unggulan peternakan dan kontes ternak. (ly/jtm)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama