» » Pemprov Jateng Bantu Panti Wreda Kalimanah

PURBALINGGA – Panti Wreda Budi Dharma Kasih , Kecamatan Kalimanah, Purbalingga menerima bantuan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Selasa (11/6). Bantuan diberikan melalui Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Budi Sakti Banyumas Lasono SSos MH kepada Pembina I Yayasan Budi Dharma Kasih Edy Mulyono di aula panti.

Lasono mengatakan bantuan ini diberikan dalam rangka memperingati Hari jadi Provinsi Jawa Tengah ke-63. Bantuan berupa uang tunai senilai Rp 8,76 juta, mesin cuci, televisi LCD, dan bahan makan pokok / sembako.

"Jangan dinilai nominal harganya, tapi anggaplah ini sebagai satu bentuk cinta kasih kami kepada Oma Opa. Mudah-mudahan Oma Opa senantiasa sehat dan bahagia," ujarnya di depan para lanjut usia (lansia) penghuni panti, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ngudiarto, pihak Yayasan, Ketua Panti Prapti Nitin, dan jajaran staf Balai Rehabilitasu Sosial Budi Sakti Banyumas.

Usai penyerahan bantuan secara simbolis, Lasono didampingi pihak panti mengunjungi seluruh areal panti yang lebih mirip rumah sakit ini. Prapti Nitin mengatakan ada 32 lansia penghuni panti yang dirawat 15 pengasuh. Para penghuni panti yang berusia antara 65 hingga 93 tahun ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dan dalam berbagai kondisi.

"Ada lansia yang masih sehat, tapi banyak juga yang sudah repot dan bahkan ada yang cuma bisa tiduran karena buta, lumpuh dan tuli karena usia atau stroke," jelas Prapti Nitin yang telah bertugas menjadi Kepala Panti sejak lima tahun lalu.

Salah satu penghuni panti, Na Omi Tugiyem (72) mengaku senang hidup di panti karena semuanya serba dilayani mulai dari urusan ke toilet, makan, mencuci pakaian hingga pemeriksaan kesehatan. Tugiyem tak ingat kapan terakhir dia diantar keluarganya ke panti itu, tapi dia mengaku kerasan dan senang karena para pengasuhnya sangat sabar dan telaten.

"Disini semuanya dilayani. Temannya juga banyak," ujar nenek berkebaya yang mengaku asli Yogyakarta namun telah lama hidup di Cilacap.

Widiastuti (63) juga mengaku senang tinggal di panti. Dia baru tinggal sejak dua bulan lalu atas keinginannya sendiri. Widiastuti yang telah menjanda sejak tahun 2004 tak dikaruniai keturunan hingga pensiun sebagai ahli gizi dan okupasi terapis di sebuah rumah sakit swasta di Bekasi.

"Saya tinggal di rumah sendiri tanpa pembantu dan teman ngobrol. Jadi, saya minta tolong sama adik saya untuk diantar kesini saja. Saya pinjam uang dia untuk jamin, dan kalau rumah saya sudah terjual, biar dia ambil bagiannya yang telah dikeluarkan untuk biaya saya disini, sisanya saya serahkan ke panti untuk selama sisa hidup saya," ungkapnya haru. (ly/jt)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama