» » Kemdikbud Akan Perbaiki Sekolah Rusak Akibat Gempa di Aceh Tengah

LANGSA, ACEH - Dalam sosialisasi Kurikulum 2013 di Langsa, Aceh Timur, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengajak para guru mengheningkan cipta sejenak untuk mendoakan korban gempa di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Ia juga meminta laporan rinci kepada Dinas Pendidikan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) mengenai jumlah sekolah rusak dan ruang kelas rusak akibat gempa yang terjadi pada Selasa, 2 Juli lalu.

"Sehingga kita bisa memberikan dukungan," ujar Mendikbud di hadapan ratusan guru di Hotel Harmoni, Langsa, Aceh Timur, (4/7).

Ia menjelaskan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memiliki dana abadi sebesar 16 triliun rupiah. "Dari dana abadi ini ada jasa investasi, sebagian untuk rehab sekolah dan fasilitas pendidikan akibat bencana," jelasnya. Dengan adanya dana abadi itu, lanjutnya, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan akibat bencana tidak perlu menunggu anggaran dari alokasi APBN di tahun mendatang.

"Modelnya jadi lebih simpel," ujar Mendikbud. Ia menjelaskan, bantuan dari dana abadi tersebut akan langsung dikirimkan segera setelah Kemdikbud menerima laporan rinci dari Dinas Pendidikan Provinsi terkait. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kata Mendikbud, jika bantuan untuk perbaikan sarana dan prasarana akibat bencana mengikuti mekanisme APBN akan menghambat proses rehabilitasi. Sehingga Kemdikbud membuat sistem sendiri, yang hasilnya berupa dana abadi tersebut.

"Minggu depan insyaallah langsung bisa kita proses," tutur Menteri Nuh mengenai bantuan rehabilitasi untuk sekolah-sekolah di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Menurut Menteri Nuh, proses rehabilitasi sekolah lebih baik dilakukan dengan cepat karena saat ini sedang berlangsung liburan sekolah. (ly/dikbud)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama