» » Transportasi Umum Didorong Pakai BBG

BANDUNG - Pemerintah terus menggulirkan program konversi bahan bakar minyak (BBM) menjadi bahan bakar gas (BBG). Upaya itu melalui program program  percepatan program konversi.
 
"Tahap awal, prioritas pemerintah yaitu memfasilitasi pelaksanaan konversi itu pada transportasi umum," tandas Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional , Armida Alisjahbana, pada sela-sela The 23 Pasific Conference Of The Regional Science Association International (RSAI) & The 4 Indonesia Regional Sciece Association (IRSA) Institute, di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika Bandung.
 
Armida mengemukaan, salah satu bukti bahwa transportasi menjadi tahap awal konversi yaitu pemakaian BBG, penerapannya mulai oleh bus-bus Trans Jakarta. Selanjutnya  kata Armida, pemerintah mendorong pemakaian BBG pada semua kendaraan umum. Tapi pengaplikasiannya untuk sementara berlangsung di kota-kota besar," lanjutnya.
 
Armida berpendapat agar program konversi berlangsung lancar, ada hal-hal yang dapat menjadi pendukung dan penopang. Antara lain sebaiknya harga BBG harus kompetitif jika perbandingannya dengan harga BBM.
 
"Saat ini, harga jual 1 liter ekuivalen BBG, senilai Rp 3.100. Ini menarik dan kompetitif," tuturnya.
 
Tentang stok dan skema pembelian BBG yang tidak menyulitkan masyarakat, Armida menegaskan,  pemerintah memiliki strategi. Caranya,menggunakan Mobile Filling  Unit (MFU), yaitu stasiun pengisian yang bersifat mobile (bisa dipindah-pindah).
 
 
"MFU lebih praktis dan relatif lebih murah serta cepat pengadaanya. Tidak perlu penyediaan lahan dan penambahan dana investasi guna membangun SPBG," paparnya.
 
Upaya pemerintah lain dalam mendukung konversi BBM, sambung Armida, yaitu memberikan fasilitasi pengadaan konverter. Namun, kata Armida, pengadaan konverter itu, kemungkinannya tidak gratis, Meski begitu, lanjutnya, pemerintah tetap menyediakannya dalam harga yang sangat kompetitif. (Ly/Jbr)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama