» » Penting Bagi Perbaikan Tata Kelola Kemenag, e-MPA Harus Didukung Regulasi

Foto

DENPASAR  - Elektronik Monitoring Pelaksanaan Anggaran (e-MPA) akan semakin signifikan perannya dalam berkontribusi terhadap perbaikan tata kelola pemerintahan Kementerian Agama. Karenanya, proses penyiapan regulasi yang akan menjadi payung hukum e-MPA harus segera direalisasi.

"Kita perlu segera menyegerakan penyelesaian regulasi. Dengan demikian, penggunaan aplikasi e-MPA ada payung hukumnya sehingga bisa lebih lebih efektif dan optimal," tegas Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat, Zubaidi ketika memberikan sambutan sekaligus menutup Rapat Konsultasi Pengembangan Aplikasi Monitoring Program, Anggaran, dan Pelaporan Keuangan Kementerian Agama, Denpasar, Bali, Sabtu (31/08).

"Regulasi yang akan disusun, harus juag mencakup sanksi agar penggunaan aplikasi e-MPA lebih efektif dan optimal," tambah Zubaidi.

Menurut Zubaidi, selama ini kita hanya melakukan himbauan terkait komitmen pimpinan untuk memaksimalkan aplikasi e-MPA dalam pelaporan pelaksanaan realisasi anggaran. Hasil evaluasi menunjukan bahwa hal it u ternyata belum cukup. "Ke depan, komitmen pimpinan harus tercermin dalam regulasi," terang Zubaidi.

Zubaidi menambahkan bahwa reward and punishment juga perlu dipikirkan ke depan supaya efektifitas e-MPA bisa dimaksimalkan, di samping kinerja pegawai kemenag juga bisa terus ditingkatkan. Sebagai sebuah institusi, lanjut Zubaidi, Kemenag selalu disorot oleh masyarakat, dan itu tidak hanya tentang pejabat dan pegawainya, tapi juga mengenai kinerjanya.

Oleh karena dari sisi opini laporan keuangan, Kemenag sudah memperoleh WTP-DPP, maka target terukur kinerja kita ke depan adalah menghilangkan paragraf penjelasan atau DPP-nya. Adapun target kualitatif kita, kata Zubaidi, adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

"Kita tidak akan pernah bisa berwibawa, kalau tidak bersih," tutur Zubaidi.

"Bersih tidak cukup hanya dengan pengakuan, tapi harus dibuktikan dan ditunjukan dengan apa yang kita lakukan," imbuhnya.

Menurut Zubaidi, kebersihan itu bukan semata-mata terkait tampilan. Bersih sangat dekat urusannya dengan tiga hal, yaitu: bersih tata kelola keuangan, bersih sumber dayanya, dan bersih dalam urusan kepentingan.

Kita bisa awali niat kita untuk menjadi bersih dan berwibawa dengan meningkatkan transparansi dan salah satunya melalui e-MPA. "e-MPA sudah menjadi inisiatif yang sangat bagus," tegas Zubaidi.

Rapat Konsultasi Pengembangan Aplikasi Monitoring Program, Anggaran, dan Pelaporan Keuangan Kementerian Agama diikuti oleh para Kasubbag Evaluasi Program, Kasubbag Akuntansi dan Pelaporan, serta Tim Pengembang Aplikasi e-MPA. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini antara lain dari Bappenas dan BPK.(LY/DEPAG)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama