» » Atasi Krisis Air, PDAM Tirtawening Upayakan Perkuat Air Tanah Permukaan & Sungai

BANDUNG - Ketersediaan air baku di Kota Bandung mengalami penurunan secara kuantitas dan kualitas.  Karena situasi alam, perubahan iklim, terutama perilaku manusia yang mencemari sumber air baku. Hal ini diungkapkan Direktur Air Minum PDAM Kota Bandung, Tardan Setiawan dalam Sarasehan dan Dialog Budaya Bandung dengan tema "Menggali Kembali Fungsi Walungan, Jalan Cai Wadah Cai" di Bandung baru- baru ini.

Menurut direktur yang tidak lama lagi memasuki masa pensiun ini pembuatan sumur resapan dan lubang biopori bisa menambah debit air tanah. Namun, untuk itu diperlukan jangka waktu panjang. "Perlu bendungan di Bandung bagian utara yang berfungsi menahan hujan agar tidak banjir di hilir. Upaya itu juga untuk menambah persediaan air," tuturnya.

Saat ini, produksi air PDAM sekitar 100 liter/detik, lanjut Tardan, "jumlah ini menurun, karena sebelumnya bias mencapai 530 liter per detik dari 20 sumur yang ada. "Kami perkuat dari air tanah permukaan dan sungai karena itu yang konstan. Tapi, kualitasnya sekarang turun terus," jelas Tardan.

Acara diskusi yang dilangsungkan dalam rangka RPAM (Rencana Pengamanan Air Minum) ini dihadiri jugaWalikota Bandung, Ridwan Kamil, Budayawan Aat Suratin, Tisna Sanjaya dan Farhan. Di sini terungkap hasil riset dari PDAM Tirtawening Bandung bahwa 4 tahun mendatang Bandung akan mengalami krisis air bersih.

Menurut Budayawan Aat Suratin, sudah seharusnya seluruh elemen masyarakat kota Bandung untuk bersama-sama menyadari serta mengkampanyekan perlunya ketersediaan air baku. "Untuk itu, Mari kita kembalikan fungsinya, sungai kita sebagai wadah air yang kita konsumsi sehari-hari", imbaunya. * (Yusman)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama