» » Hybrid Warfare

LEMBANG -"Hybrid Warfare dan ancaman tradisional (evolusi strategi pertahanan; korelasi Hybrid War terhadap peran TNI AU)"  demikian tema yang diangkat dalam seminar sehari bidang strategi operasi yang dibuka oleh Komandan Seskoau Marsekal Muda TNI Sudipo Handoyo, S.E. di bangsal Srutasala Lembang Bandung Barat (3/12) 2013.
 
Amanat Kasau yang dibacakan Danseskoau menjelaskan seminar sehari Strategi operasi Seskoau dilaksanakan dalam rangka mewujudkan salah satu fungsi TNI AU sebagai lembaga pengkajian TNI Angkatan Udara terkait dengan kesiapan TNI Angkatan Udara dalam menghadapi tantangan masa depan berupa Hybrid Warfare yaitu merupakan strategi militer yang sedang tren dipelajari di berbagai institusi militer negara, khususnya di negara-negara maju.   
 
Selanjutnya Kasau mengatakan, untuk menghadapi berbagai tantangan akibat perang hibrida ini adalah dengan peningkatan jumlah dan kemampuan sumber daya manusia, khususnya dalam penguasaan teknologi Alutsista, komunikasi dan teknologi informasi.  Dengan dilaksanakannya seminar ini diharapkan kita mampu sedini mungkin menyiapkan factor-faktor pendukung untuk menjawab tantangan dalam mengalahkan lawan dengan taktik Perang Hibrida.
 
Kasau berharap TNI Angkatan Udara sebagai kekuatan matra udara harus mampu merespon dan segera beradaptasi dengan situasi yang berkembang dengan mengantisipasi strategi dari Hybrid War, sehingga bisa mengambil pelajaran untuk mengembangkan doktrin dan strategi serta langkah-langkah pembinaan yang tepat dan cepat.
 
Sebagai narasumber seminar sehari bidang strategi dan operasi kali ini adalah Dr.Ir. Iftikar Z. Sutalaksana, M.Sc dan Dr. Yono Reksoprojo dan dihadiri oleh para pejabat dan patun Seskoau, utusan dari jajaran dinas Mabesau, Kohanudnas, Paskhasau, Koopsau I dan II, Koharmatau, Kodikau, Puspomau dan para jajaran lanud yang terkait bidang Stratops. (Ly/Jbr)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama