» » » Walikota, Ridwan Kamil Apresiasi Warga Bandung yang Wakafkan Mata Air Untuk PDAM Tirtawening

            Bandung, Bandungwebs.com -  Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) penyedia air bersih di Kota Bandung, yaitu PDAM Tirtawening baru- baru ini merayakan ulang tahunnya yang ke - 39. Beribu harapan dari masyarakat yang menjadi pelanggannya tentu saja kian hari kian meningkat. Terlebih pasca kenaikan tarif beberapa bulan lalu tentu saja PDAM dituntut meningkatkan pelayanan lebih baik. Hal ini sangat wajar karena pelanggan memiliki hak untuk dilayani dengan baik, di lain pihak PDAM pun berkewajiban meningkatkan kinerjanya.

            Walikota Bandung, Ridwan Kamil meminta instansi publik ini segera mengakuisisi sumber mata air yang kini banyak dimiliki secara privat. Karena berdasarkan catatan pihak dia dari 400an mata air di wilayah Bandung, hanya 70 mata air yang digunakan untuk kepentingan publik. Permintaan ini disampaikan sesaat setelah peringatan HUT ke-39 di Aula PDAM, Jalan Badak Singa No.10 Bandung baru-baru ini.

            "Sebagian besar mata air dimiliki privat, makanya harus dicari terus, dan PDAM harus bisa mengakuisisi," ungkap Ridwan. Walikota yang gemar bersepeda ini menyampaikan juga apresiasinya untuk beberapa warga yang mewakafkan mata air untuk kepentingan publik, seperti di Wilayah Sekeloa dan Sekejati, sehingga warga bisa mendapatkan air dari pancuran.

            Menurutnya pihak dia cukup terbantu oleh beberapa elemen masyarakat dan komunitas seperti Komunitas Jaga Air dan Komunitas Jaga Seke dalam mencari mata air di Kota Bandung. "Anggota komunitas juga bisa melaporkan kalau ada kebocoran, baik produksi, distribusi, dan kebocoran lain. Jadi semacam mata dan telinga juga bagi PDAM. Hal ini berguna untuk menekan kebocoran air, serta meningkatkan pelayanan PDAM terhadap suplai air bersih warga Kota Bandung..

            Dirut PDAM Tirtawening Pian Sopian menuturkan, sumber air baku baru yang ada semakin terbatas. Sebagai langkah alternatif, pihaknya sedang mengkaji pembangunan bendungan di Sungai Cikapundung. "Dari 40 sungai yang mengalir di Kota Bandung, hanya Sungai Cikapundung yang airnya bisa dimanfaatkan. Saat musim kemarau, debit air rendah, sedangkan saat hujan debitnya tinggi, makanya kami sedang mengkaji kemungkinan pembuatan bendungan, " terangnya.

            Rencana ke depan, lanjut Pian, sedang dikaji  juga sumber air baku baru, yaitu Sungai Cipatarua Garut yang dialirkan ke Situ Cileunca, dan pengambilan air dari Waduk Saguling. "Dua-duanya masih dikaji kemungkinannya. Namun untuk Saguling, air berkualitas kotor, lalu posisinya lebih rendah dari Kota Bandung sehingga harus dipompa," pungkasnya. *(Yusman)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama