» » Baju Merah Muda Sang Relawan Binangkit

BANDUNG - Walikota Bandung Ridwan Kamil secara simbolis menyematkan baju berwarna merah muda kepada  ibu-ibu relawan yang nantinya akan bertugas dalam menjaga kebersihan dan ketertiban Kota Bandung. Penyematan itu dilakukan di Pendopo, Jalan Dalem Kaum, Senin (27/4) malam.

Baju berwarna merah muda tersebut nantinya akan menjadi seragam ibu-ibu relawan yang tersebar di berbagai titik di Kota Bandung. Lebih khusus lagi mereka akan menjaga kebersihan seputaran Jalan Asia Afrika yang sekarang menjadi tempat berkumpulnya warga Bandung seusai penyelenggaraan KAA ke-60.
Ridwan Kamil menamakan relawan ini dengan nama Binangkit. Nama tersebut diambil oleh Emil, sapaan akrabnya, karena merupakan hasil pemilihan voting dari ibu-ibu relawan yang hadir pada malam itu di Pendopo  dan setuju diberikan nama tersebut.

Pengambilan voting cukup unik karena suara terbanyak diambil dari jumlah tepuk tangan dari setiap kandidat nama relawan. Selain itu setelah pemberian nama relawan tersebut,  atas arahan dari Atalia Kamil, mereka melakukan diskusi tentang bagaimana cara menjaga Kota Bandung.

Emil sendiri dalam arahannya mengatakan bahwa jarang terjadi di sebuah kota sekelompok warga mengajukan inisiatif menjaga kotanya dengan sebuah rasa cinta. Hal itu ia temui dari sekelompok ibu-ibu yang menjadi bagian dari kelompol warga yang mau menjaga Kota Bandung.
"Rasa kecintaan ternyata dengan kekompakan itu bisa membuatnya menjadi mudah," ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kebahagian tertinggi manusia ternyata adalah menjadi relawan kebaikan. "Karena eksistensi hidup kita ini merasa lengkap, sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang memberikan hidupnya untuk masyarakat luas," ujarnya.

Lebih lanjut lagi ia menjelaskan kepada tim relawan jika Braga dan Asia Afrika aman, nyaman dan indah citra Kota Bandung akan menjadi baik dan para wisatawan akan sering berkunjung ke Bandung dan nyaman akan kebersihannya.

"Sekarang ini Bandung menjadi kota wisata nomor satu di Indonesia. Jumlah wisatawannya enam juta jiwa. Satu jiwa menurut kementrian pariwisata belanjanya satu juta, jadi setahun ada perputaran uang wisatawan enam trilyun. Nah ini harusnya bermuara kepada kebaikan kita semua," tandasnya. (cev)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama