» » Bloomberg Philantrhopies Kagumi Bandung Command Centre

BANDUNG - Walikota Bandung Ridwan Kamil menerima kunjungan dari tim Bloomberg Philanthropies bersama rombongan di Bandung Command Centre (BCC), Balaikota Bandung, Selasa (28/4). Kunjungan tersebut dilakukan terkait Bandung yang akan memulai sebagai kota percontohan aman lalu lintas di dunia.

Dalam kunjungan itu, Kelly Henning selaku Director of Public Health Programs, Bloomberg Philanthropies dan Adam Karpati, Senior Vice President for Public Health Impact, The Union North America serta rombongan lainnya melihat sistem lalu lintas Kota Bandung yang dapat dipantau oleh ruang pengendali kontrol tersebut. Mereka terlihat cukup antusias dan kagum dengan fasilitas kontrol lalu lintas yang dimiliki oleh Bandung Command Centre.

Ridwan Kamil pada kesempatan itu juga menjelaskan kepada rombongan analisis data tentang lalu lintas di kota Bandung dapat dilakukan dari internet yang dapat diolah di ruang Bandung Command Centre. Ruang ini merupakan pusat komando pengendali data dan pelayanan publik serta menghubungkan dan memantau kondisi jalanan kota lewat kamera pengawas.

"Di ruangan ini kita dapat memantau dibeberapa titik yang sedang rawan dari isu kemacetan dan kejahatan. Aplikasi disini dapat membaca titik respon kekhawatiran warga Bandung," ujarnya kepada rombongan.

Pria yang disapa Emil ini juga menjelaskan kepada rombongan tentang sistem manajemen proyek yang dimiliki oleh BCC. Emil menerangkan bahwa dengan sistem itu, ia dapat mengawasi projek pembangunan infrastruktur jalan tanpa harus menunggu laporan permasalahan tersebut, sehingga pelayanan publiknya cukup cepat dan menunjang dalam program road safety.

" Sekarang dengan mengklik ikon tempat yang menjadi projek infrastruktur, kita dapat melihat analisis data sejauh mana progress pengerjaan infrastruktur tersebut," ungkapnya.

Dengan menggunakan jaringan 4G diruangan BBC ini, Emil juga mengatakan kepada rombongan bahwa bukti-bukti proses pengerjaan infrastruktur dapat dilihat dari foto ataupun video, dan ia memperlihatkan video proses pembangunan jalan di depan Gedung Merdeka beberapa bulan menjelang KAA.

"Ini tim dari kami melaporkan kepada saya di setiap titik-titik yang sedang dalam proses pembangunan jalan. Dari video tersebut di ruang ini saya dapat memberikan keputusan yang cepat." Katanya.

Untuk menjaga warga Bandung dari tindak kejahatan, ia juga mempresentasikan program panic button kepada rombongan. Program tersebut belum resmi dilaunching dan sedang dalam tahap pembaharuan.

Emil menerangkan bahwa nantinya aplikasi tersebut dapat diakses disetiap handphone warga Bandung dengan sistem registrasi terlebih dahulu.
"Dengan menekan tombol panic button tiga kali, alarm akan terdekteksi disini, dan kita tahu dimana lokasi tersebut," tandasnya. (cev)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama