» » Dadang Naser : Peredaran Rokok Harus Dikendalikan

KAB. BANDUNG - PENERAPAN pajak rokok dan cukai tembakau dipandang Bupati Bandung H. Dadang Mochamad Naser, SH, M.Ip sebagai kebijakan yang tepat dalam upaya mengendalikan peredaran barang tersebut. Pengendalian ini harus dilakukan mengingat rokok merupakan salah satu produk barang yang karena sifatnya bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

Penegasan itu disampaikan Dadang Mochamad Naser dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Ir.H.Sofian Nataprawira, MP ketika membuka Sosialisasi Ketentuan Cukai Tembakau dan Kebijakan Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau di Bale-Swala Soreang, Rabu (06/05/2015).

Turut hadir salah seorang pejabat dari Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, Brama Setia Wahyu Aji, serta pejabat dari Kantor Pajak Bea Cukai Bandung, Betty Injani Harmawati dan Hj.I Gede Agung Oka dari Biro Keuangan Provinsi Jawa Barat.

"Pengenaan pajak rokok dan cukai tembakau dimaksudkan pula untuk mengurangi konsumsi rokok yang seakan-akan sudah menjadi pola perilaku atau kebiasaan di tengah masyarakat, disamping seimbangnya biaya kesehatan untuk penyakit yang ditimbulkan oleh rokok", kata Dadang Mohamad Naser.

Sebagai daerah penghasil tembakau, Kabupaten Bandung menurut Dadang Mochamad Naser pada tahun 2015 bakal menerima kucuran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp. 8,1 Milyar.

Besarnya kucuran dana tersebut, mengacu kepada Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 25/PMK.07/Tahun 2015 tentang Rincian DBHCHT Tahun 2015 dan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 976.05/Kep.1740-OTDKSM/2014 tentang Perkiraan Alokasi Penerimaan DBHCHT di Jawa Barat tahun 2015. Dana sebesar itu, menurut Dadang Naser akan digunakan untuk kegiatan peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri dan pembinaan industri dan pembinaan lingkungan.

"Kegiatan ini Saya anggap paling sesuai dengan karakteristik, potensi dan prioritas pembangunan di Kabupaten Bandung", tuturnya pula.

Kepala Bagian Koordinasi Perekonomian Setda Kabupaten Bandung, Drs.Uka Suska Puji Utama, menyebutkan dalam implementasinya dari ketiga kegiatan tersebut selama Tahun 2014 dilakukan dalam bentuk studi banding pemagangan petani tembakau asal Kabupaten Bandung di Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung Jawa Tengah, sosialisasi pemahaman prinsip komunikasi bagi petani tembakau, pelatihan good manufacturing practises industri kecil hasil tembakau, pelatihan penyulingan tembakau bekerjasama dengan UGM Yogyakarta, pembuatan gazebo khusus untuk perokok di lingkungan Perkantoran Pemkab Bandung serta penyediaan alat-alat kesehatan dan Poli DOTS khusus penyakit paru-paru tuberculosa di RSUD Cicalengka.

Direktur RSUD Cicalengka dr.Hj.Tuty Heryati, MM mengakui pihaknya pada tahun 2014 menerima DBHCHT sebesar Rp.1,7 Milyar. Dana sebesar itu dimanfaatkan untuk pengadaan alat-alat kesehatan rumah sakit, renovasi ruangan rawat inap khusus penyakit paru-paru dan pembangunan Poli DOTS khusus penyakit paru-paru. "Dengan tersedia fasilitas Poli DOTS ini, Kami merasa terbantu dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat", kata Tuti Heryati. (cev)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama