» » Di Kabupaten Bandung, Tiap Posyandu akan Terima Dana Hingga 45 Juta

SOREANG - Sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kegiatan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) Pemerintah Kabupaten Bandung mulai tahun 2015 ini telah menggulirkan anggaran dana PKK dan dana Posyandu secara terpisah dalam Alokasi Dana Perimbangan Desa (ADPD), dengan besaran anggaran variatif berkisar antara Rp.25.000.000,- hingga Rp.45.000.000,-.

"Tentunya ini harus menjadi motivasi dan semangat kader dalam menjalani kegiatannya. Saya harap dengan adanya dana ini, Ketua TP PKK Desa/Kelurahan bisa menggunakan dana tersebut dengan sebaik-baiknya", demikian ungkap Bupati Bandung H.Dadang Mochamad Naser, SH, M.Ip ketika membuka Kegiatan Sabilulungan Jambore Kader Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2015 di kawasan wisata Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jumat-Sabtu (22-23 Mei 2015).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat, Drs.Juhana, M.Mpd, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), Dra.Eros Roswita, M.Si, Kepala Dinas Sosial, Dra.Hj.Nina Setiana, M.Si, Kepala Dinas Koperasi UKM Peridustrian dan Perdagangan (Dsikoperindag), Dra.Hj.Popi Hopipah, M.Si serta Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, Hj.Kurnia Agustina Dadang M.Naser.

Seperti diketahui, pekerjaaan sebagai kader posyandu identik dengan pekerjaan sukarela. Padahal keberadaan mereka ini sesungguhnya, dinilai banyak sekali memberikan kontribusi yang berharga dan warna terhadap pembangunan daerah selama ini, khususnya di Kabupaten Bandung.

Tak kurang dari 48 buah penghargaan baik tingkat internasional, nasional maupun Provinsi Jawa Barat telah diraih Pemkab Bandung. Prestasi ini, kata Dadang jelas bukan sekedar hasil jerih payah dari pemerintah daerah semata, melainkan juga ada dukungan dan partisipasi dari seluruh masyarakat Kabupaten Bandung termasuk para kader.

"Penganggaran dana ini sebagai salah satu bentuk apresiasi dan penghargaan khusus kita selaku pemerintah daerah terhadap pengabdian para kader yang selama ini menyandang sebagai pekerja SAJUTA (Sabar Jujur dan Tawaqal)", imbuh Dadang Mochamad Naser.

Sedikitnya, 687 kader terdiri dari kader Posyandu dan PKK mengikuti kegiatan Jambore Kader ini. Menurut Kabid PAPSBM BPMPD Kabupaten Bandung, Dra.Rohmiasih, M.Si, kegiatan tersebut digelar dalam upaya meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan kader dalam melaksanakan kegiatan posyandu.

Namun yang paling penting, lanjut Rohmiasih kegiatan tersebut digelar dalam rangka mempererat tali silaturahmi para kader yang tersebar di wilayah Kabupaten Bandung. "Dan menambah semangat bekerja para kader saat terjun ke lapangan", tambahnya pula.

Untuk diketahui, data BPMPD Kabupaten Bandung mencatat sampai tahun 2014, Kabupaten Bandung masih dihadapkan dengan permasalahan tentang angka kematian ibu dan bayi yang masih cukup tinggi. Untuk menangani hal itu, tambah Omi sapaan akrab Rohmiasih ini, salah satunya dapat dicegah dan dikurangi melalui kegiatan Posyandu.

Posyandu se-Kabupaten Bandung kata Omi secara kuantitas setiap tahunnya mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang ada pada tahun 2014 lalu jumlah posyandu sebanyak 4.198 buah, sedangkan secara kualitas berdasarkan strata mandiri baru terbentuk 507 buah posyandu.

"Untuk menyikapi hal ini tentunya butuh dukungan semua pihak. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu pula dukungan dan partisipasi masyarakat yang berasaskan sabilulungan, seia sekata, senasib sepenanggungan", ujarnya. (al/ceb)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama