» » » » Hari Ini 996.428 Siswa MTs Ikuti UN

PAMULANG - Sebanyak 996.428 Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs), seluruh Indonesia, hari ini, Senin (04/05), mengikuti Ujian Nasional (UN). Dalam ujian ini kali, ada 4 mata pelajaran yang diujikan, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

"Para siswa, mengikuti UN dari senin hingga Kamis," terang Menag saat memonitoring Ujian Nasional Tahun 2015 di MTsN Pamulang, Jalan Pajajaran, Pamulang-Kota Tangerang Selatan, Senin (04/05).

Hadir dalam rombongan Menag, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Kakanwil Kemenag Provinsi Banten Moh. Agus Salim, Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan, Kepala Pusat Informasi dan Humas Rudi Subiyantoro, Kabag TU Pimpinan Khoirul Huda dan Kepala Kankemenag Kota Tangerang Selatan.

Menag menyatakan, saat ini, ada 17.684 MTs, baik negeri maupun swasta yang mengikuti UN. "Untuk UN susulan, rencanya akan dilaksanakan pada 11-12 Mei 2015," tambah Menag sambil menyebut dua jenis metode dalam mengerjakan UN, yakni memakai UN secara manual menggunakan kertas (PBT: Paper Based Test) dan UN secara online/semi online dengan menggunakan perangkat komputer (CBT: Computer Based Test).

"Saat ini, di lingkungan Kemenag, hanya MTsN 2 Kota Kediri-Jawa Timur, MTs yang menggunakan CBT. Semoga tahun depan, bisa lebih banyak lagi," harap Menag. Meski demikian, Menag menyatakan, bahwa CBT atau PBT bukanlah sebuah tolak ukur. "CBT bukan berarti lebih baik daripada PBT, ini hanya masalah cara mengerjakan saja," imbuhnya.

Kepala MTsN Pamulang, Suhardi dalam kesempatan tersebut, menceritakan beberapa prestasi dan penghargaan yang diraih oleh MTsN Pamulang, baik tingkat Banten maupun Nasional. Selain itu, Suhardi berharap, keinginan keluarga besar MTsN Pamulang untuk mendirikan boarding school (pesantren), bisa terwujud. "Keinginan ini telah lama, dan alhamdulillah, baik Kemenag Tangerang Selatan, Pemkot Tangsel maupun Pemprov Banten mendukung rencana ini," paparnya.

Mendengar keinginan pendirian pesantren di dalam lingkungan MTsN, Menag berharap, apa yang dilakukan ini, bermanfaat bagi masyarakat banyak. "Daya tampung MTsN ini terhadap animo masyarakat, hanya berkisar seperempat hingga sepertiga saja. Pendirian pesantren atau asrama siswa ini, semoga sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan siswa," terang Menag.

Selain memonitoring, Menag juga melakukan peletakan batu pertama bangunan pondok pesantren/asrama siswa dan penandatanganan prasasti. (al/ag/hms)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama