» » Kementerian LH Apresiasi Pemkab Bandung Dalam Mengendalikan Dampak Perubahan Iklim

SOREANG - Langkah Pemerintah Kabupaten Bandung dalam upaya menyikapi dampak perubahan iklim pada saat ini, mendapat apresiasi yang tinggi dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH).

Hal tersebut terungkap saat BPLH (Badan Pengendalian Lingkungan Hidup) Kabupaten Bandung menggelar kegiatan Sosialisasi Pengendalian Dampak Perubahan Iklim Tingkat Pemerintah Kabupaten Bandung Tahun 2015 yang dipusatkan di Bale Sawala-Komplek Perkantoran Pemkab Bandung Soreang, Rabu (27/05/2015).

Peserta kegiatan terdiri dari ratusan siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) serta guru-guru pendamping dari 29 sekolah di wilayah Kabupaten Bandung yang pernah meraih penghargaan Adiwiyata Tingkat Pemerintah kabupaten Bandung pada tahun 2014-2015.

Tampil selaku narasumber kegiatan, Kasubid PEPAPI KLH, Yulia Suryanti, Staf Pengajar Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB), Sony Sulaksono Wibowo serta Jo Kumala Dewi, Kepala Bidang Organisasi Profesi & Dunia Usaha Asdep Peningkatan Peran Organisasi Kemasyarakatan Deputi Bidang Komunikasi & Pemberdayaan Masyarakat KLH.

Yulia Suryanti mengatakan, komunitas pendidikan merupakan sasaran kelompok yang strategis. Guru sebagai pengajar siswa merupakan unjung tombak dalam menciptakan generasi muda yang dapat memiliki kesadaran, kepedulian dan prilaku yang ramah lingkungan.

Kegiatan sosialisasi ini, diakui Yulia bisa membantu pihaknya untuk menggerakan masyarakat dalam mensikapi dan memperdalam pemahaman tentang dampak dari perubahan iklim dan bagaimana cara menghadapinya.

"Terus terang kita tidak bisa secara total menjangkau pada masyarakat bawah, namun seiring bantuan dan inisiatif Pemkab Bandung, dengan menggelar sosialisasi kepada para pelajar seperti ini, sejalan dengan visi kita. Dan ini cukup memudahkan kita untuk mengaplikasikan rencana-rencana kegiatan lingkungan yang berskala nasional kepada masyarakat", ucapnya.

Ia pun menambahkan, dirinya cukup bangga ketika melihat antusias pelajar selama mengikuti keberlangsungan acara. Materi yang disampaikan para narasumber, dengan mudah mereka terima dan cerna.

"Mereka langsung 'ngeh dan aware (peduli) terhadap semua permasalahan lingkungan. Logikanya sudah jalan, filosofinya pun mereka sudah tahu dan faham", pujinya pula.

Kepala BPLH Kabupaten Bandung, Ir.Atih Witartih mengungkapkan kegiatan sosialisasi mengenai lingkungan bagi pelajar ini setiap tahun digelar. Menurut Atih, perubahan iklim sudah menjadi isue global dan dampaknya sudah sangat dirasakan oleh berbagai belahan di dunia saat ini.

Atih mengatakan penanganan isu perubahan iklim perlu melibatkan seluruh pihak secara global. Dia menilai upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan saat ini baik di tingkat nasional maupun daerah masih belum berjalan secara optimal, salah satunya adalah tingkat kesadaran dan partisipasi masyarakat masih rendah.

"Oleh karenanya Kami sangat berharap, melalui sosialisasi bisa menjadi media untuk membantu memperdalam pemahaman masyarakat tentang bagaimana menyikapi dampak dari perubahan iklim tersebut melalui komunitas pendidikan", pungkas Atih.

Sosialisasi yang dikemas dalam forum dialog tanya jawab ini, mengemukakan bagaimana cara para pelajar dalam menyikapi dan mengendalikan dampak perubahan iklim saat ini. Upaya yang dapat dilakukan diantaranya adalah pencegahan (mitigasi).

Kegiatan mitigasi di lingkungan sekolah diantaranya dapat dilakukan dengan cara menanam dan merawat pohon/tanaman sebanyak-banyaknya, gerakan bersepeda ke sekolah, gerakan energi hemat di sekolah, serta penerapan pengelolaan sampah melalui 3R.

Untuk siswa tingkatan SMA/SMK, sekolah dapat melakukan kegiatan yang dapat memunculkan inovasi baru terkait dengan alternatif energi terbaharukan, misalkan saja melalui kompetisi di Kelompok Ilmiah Remaja di Sekolah. (cev)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama