» » Pasca KAA, Distamkam Perbaiki Kembali Fasilitas yang Rusak

BANDUNG - Pasca penyelengaraan Konferensi Asia Afrika ke-60 pada tanggal 24 April 2015, beberapa fasilitas publik guna mempercantik Bandung sebagian tuan rumah KAA terlihat rusak karena ulah beberapa warga yang cukup antusias ikut merayakan peringatan konferensi yang dirayakan 10 tahun sekali tersebut.

Fasilitas publik yang rusak itu meliputi kursi antik, pot bunga berbentuk katel dan meja piknik yang berwarna merah.
Selain fasilitas publik yang rusak, ada juga beberapa ornamen yang hilang seperti nama-nama negara KAA di monumen Globe dan bendera-bendera kecil yang dipasang di batu bulat di sepanjang Jalan Asia Afrika serta patung kura-kura sebagai penahan dari pot katel.

Untuk kerusakan kursi antik atau kursi taman sendiri, menurut Kabid Pertamanan Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Distamkam) Kota Bandung, Dadang Darmawan, saat acara Bandung menjawab di Ruang Wartawan Balaikota Bandung, mengatakan bahwa ada sekitar tiga kursi rusak di kawasan Braga, Cikapundung Timur dan di sekitaran Jalan Asia Afrika.

"Pasca KAA ada beberapa kursi yang rusak. Kursi yang rusak itu patah kayunya. Rata - rata ada satu kayu yang patah dalam satu kursi," ujar Dadang saat Bandung Menjawab, Kamis (7/5).
Ia juga menyatakan tiga kursi dan meja piknik sudah diperbaiki sehingga kondisinya kembali dapat digunakan dengan baik."Kita telah melakukannya, dari tiga kursi yang rusak sekarang alhamdulillah bagus kembali. Kemudian meja piknik juga sudah diperbaiki bersama relawan." Katanya.

Menanggapi kehilangan nama-nama negara di monumen globe, Dadang juga menambahkan, menurut laporan dari pihak kontraktor yang membangun monumen itu, sekitar 50% nama dari negara KAA itu copot dan sebagian hilang. Untuk mensiasati agar nantinya tidak terjadi kehilangan lagi Ia akan mensetting ulang cara pemasangannya dari negara-negara tersebut.

"Sekarang kondisi kita setting ulang dengan dicabut semua nama negaranya. Karena akan diperbaiki dengan metode berbeda yaitu di grafir langsung pada granitnya,"ucapnya.

Menurut Dadang, ada sekitar 108 buah bendera dari negara KAA yang hilang di batu bulat dan hanya bersisa satu. Bendera yang dipasang dibatu bulat itu tersebut berukuran kecil sekitar 5X9 cm. "Nah sekarang itu kondisinya 108 bendera hilang, sisanya satu ada di depan Hotel Savoy Homann. Kalau gak salah benderanya negara Bhutan," terangnya.

Dadang juga akan melakukan pemasangan kembali bendera-bendera di batu bulat tersebut dengan pola yang menancap permanen. Bendera nantinya akan dibor kedalam batusehingga nantinya akan sulit untuk dicabut.

"Kalau kemarin itu kita pasang hanya diselipkan atau ditancapkan saja diatas bola batu. Kalau sekarang itu bendera akan dibor kedalam batu sehingga diharapkan sulit untuk dicabut. Karena bahannya juga stiker dan flat besi, jadi nantinya permanen," jelasnya.

Progres perbaikan pot dan kehilangan patung kura-kura juga telah ia lakukan bersama tim dari Distamkam. Karenanya ada sekitar 20 pot katel yang rusak beserta tanamannya dan 19 patung kura-kura yang hilang.

"Sekarang sudah kita tanami kembali di potnya, dan untuk patung kura-kura yang hilang sudah kita ganti lagi,"tandasnya. (cev/ly)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama