» » » Pendidikan Tentukan Maju Mundurnya Peradaban Bangsa

BANDUNG - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (hardiknas) 2015 tingkat Kota Bandung dilaksanakan di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (4/5). Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial, Sekda Kota Bandung Yossi Irianto, Ketua TP PKK Ny. Atalia Ridwan kamil dan sejumlah pejabat Kota Bandung.

Dalam rangka memperingati hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Walikota Bandung Ridwan Kamil menyerahkan penghargaan piagam siswa berprestasi dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Menengah Pertama (SMP), Menengah Atas (SMA) dan Menengah Kejuruan (SMK). Piagam penghargaan diberikan kepada siswa dengan bidang prestasinya masing-masing.

Ridwan Kamil sesuai dengan pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Anies Baswedan, yang ia sampaikan saat sambutan di upacara memperingati Hardiknas ini, ingin mengajak pendidikan sebagai sebuah gerakan dan bukan hanya merupakan dari tugas pemerintah saja.

"Dengan kata lain gerakan ini, siapapun bisa ikut turut tangan mulai dari keluarga, LSM dan yang lainnya. Karena pendidikan inilah yang menentukan maju mundurnya peradaban bangsa Indonesia," ucapnya.

Hardiknas Kali ini mengambil tema "Pendidikan Sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila". Hal itu pula-lah yang membuat Anies Baswedan serta Ridwan Kamil menekankan kata "Gerakan" dan "Pancasila" sebagai konsep membangun pendidikan di Bangsa Indonesia.

Maka dari itu menurut Ridwan Kamil Pendidikan harus dipandang sebagai ikhtiar kolektif seluruh bangsa dengan mendorong pendidikan menjadi gerakan semesta, yaitu gerakan yang melibatkan seluruh elemen bangsa.

"Program gerakan justru ingin menumbuhkan rasa memiliki pada semua kalangan. Mari kita ajak semua pihak untuk merasa peduli, untuk merasa memiliki atas problematika pendidikan," ujarnya.

Selain itu juga, gerakan pendidikan berkarakter pancasila tak lupa juga ia sampaikan dan menjadi aspek penting dalam membangun bangsa. Konsep tersebut akan ditekankan dalam sistem pendidikan di Indonesia.

"Jangan sampai kita pintar secara intelektual, tapi tidak punya karakter dan tidak punya wawasan secara spiritualitas, kemanusiaan, nasionalisme, demokrasi dan rasa welas asih berkeadilan," ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa gerakan karakter pancasila ini merupakan sebuah ikhtiar untuk mengembalikan kesadaran tentang pentingnya karakter pancasila dalam sistem pendidikan.

"Sudah digariskan bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif dan mandiri," tandasnya. (cev)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama