» » Ridwan Kamil: Hanya Kota Terpilih yang bisa Masuk OECD

THE 3RD OECD KNOWLEDGE SHARING WORKSHOP ON URBAN GREEN GROWTHIN DYNAMIC ASIA

BANDUNG - Walikota Bandung Ridwan Kamil membuka acara sekaligus menjadi pembicara dalam acara the 3rd OECD Knowledge Sharing Workshop on Urban Green Growthin Dynamic Asia di Auditorium, Balai Kota Bandung, (6/5/2015).

Ridwan kamil dalam acara tersebut memperkenalkan berbagai program Bandung mulai dari infrastruktur, teknologi dan sosiografis kota Bandung.

OECD merupakan jaringan green city dunia, organisasi international yang membantu pemerintah berbagai negara dalam mengatasi  tantangan ekonomi, sosial, serta tata kelola dalam perekonomian global.

Organisasi tersebut melakukan beragam aktivitas seperti menyediakan penataan, di mana nantinya pemerintah dapat melakukan perbandingan terhadap berbagai pengalaman kebijakan, mencari jawaban terhadap masalah bersama, mengidentifikasi praktik yang baik dan melakukan kerjasama untuk mengkoordinasikan kebijakan dalam negeri dan international.

Ridwan Kamil dalam acara tersebut menyampaikan berbagai program-program Bandung yang sudah dan belum dilaksanakan, mengenai system pengelolaan sebuah kota, dan program yang concern pada program kota hijau.

"OECD ini adalah jaringan green city dunia, masuk ke jaringan ini susah, hanya kota-kota terpilih, alhamdulilah Bandung mewakili Indonesia untuk selama 5 tahun saling membantu di urusan tentang kota hijau." Ujar Ridwan Kamil.

Lebih lanjut ia menjelaskan terdapat beragam bentuk dukungan yang nantinya mengalir dari negara-negara anggota dan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Ragamnya mulai dari bantuan teknis, infrastruktur hingga bantuan keuangan.

Ia berharap dukungan program green city tersebut mampu membantu kota Bandung dalam mempercepat pekerjaan konsep-konsep yang tidak bida diselesaikan di level APBD lokal maupun level yang sifatnya internal, namun harus punya komitmen di level International.

Workshop tersebut digelar selama dua hari, para tim peserta workshop yang diikuti oleh negara asia seperti Malaysia, Filiphina, dan Thailand akan melakukan kajian mengenai kota Bandung, terutama lima masalah besar yang terdapat di kota Bandung. Nantinya hasil kajian yang dilakukan, akan dicarikan solusi  dan disepakati secara international.

Ada beberapa pekerjaan utama yang menjadi fokus permasalahan kota Bandung untuk segera diatasi seperti transportasi dan lingkungan hidup. Kota Bandung memiliki program urban farming yang menjadi program yang berkaitan langsung dengan lingkungan hidup. Ia pun menyampaikan beberapa program yang telah berjalan untuk mengatasi masalah transportasi dengan membangun shelter untuk sepeda dan program bus gratis untuk anak sekolah.

Selain itu terdapat program yang menjadi target kota Bandung selanjutnya untuk 2 tahun mendatang seperti penyediaan sarana transportasi massal monorail, dan kereta cepat antar kota serta sarana untuk pejalan kaki skywalk yang tujuannya bersinergi dengan kepedulian tentang lingkungan hidup. (cev/ly)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama