» »Unlabelled » Tanri Abeng Sarankan Pelaku UKM Miliki Badan Usaha Milik Rakyat

Potensi Agroindustri Kabupaten Bandung Sangat Melimpah

SOREANG - Salah seorang pakar ekonomi yang juga mantan Menteri BUMN, Tanri Abeng, menilai Sumber Daya Alam (SDA) agroindustri yang dimiliki Kabupaten Bandung, begitu melimpah. Mulai dari teh, kopi, cokelat strawberry hingga karet.

Potensi ini menurutnya bisa menjadi modal untuk memajukan daerah jika dikelola secara profesional. Penilaian tersebut dilontarkan Tanri Abeng saat memberikan bimbingan kewirausahaan kepada ratusan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) asal Kabupaten Bandung yang dipusatkan di Gedung Moch. Toha-Soreang, Senin (18/5).

Bimbingan yang mengusung tema "Peningkatan Enterpreneurship bagi dunia usaha se-Kabupaten Bandung" digagas Pemkab Bandung, Kadin Kabupaten Bandung dan Kadin Jawa Barat. Untuk memperkuat posisi daya tawar, Tanri Abeng menyarankan kepada pelaku UKM agar membentuk Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) dengan sistim kluster.

"Ada BUMR kluster kopi, teh, cokelat atau lainnya, BUMR ini bisa berbentuk koperasi atau perusahaan terbatas",tambah Tanri.

Pembentukan BUMR tersebut menurutnya bisa menjadi posisi daya tawar para pengusaha UKM manakala akan berhubungan dengan lembaga perbankan. "Sekarang ini perbankan tidak begitu mudah menyalurkan kreditnya kepada pengusaha UKM secara perorangan, apalagi agunannya kecil dan pasarnya tidak jelas, oleh karenanya perlu dibentuk BUMR",katanya pula.

Tanri mengakui dirinya baru pertama kali datang ke Kabupaten Bandung. Namun demikian ia cukup mengetahui langkah yang telah ditempuh Pemkab Bandung dalam upaya meningkatkan kapasitas pelaku UKM agar mampu berdya saing dipasaran.

"Saya sangat setuju dengan cara Pemkab Bandung memberikan berbagai pelatihan kepada pelaku UKM, dan ini perlu terus dilanjutkan",kata Tanri.

Beberapa produk pertanian asal Kabupaten Bandung, kini mulai membanjiri pasaran kota besar seperti Jakarta, bahkan Singapura. Diantaranya produk strawberry, kopi dan beras.

"Setiap hari strawberry sebanyak 20 ton dikirim ke Jakarta, demikian pula dengan beras organik banyak dipasarkan ke negara tetangga Singapura",ucap Bupati Bandung H. Dadang Mochamad Naser SH, M.Ip.

Beredarnya beberapa jenis produk pertanian asal Kabupaten Bandung di kota-kota besar, menurut Dadang merupakan salah satu bukti kualitas produk pertanian yang dihasilkan telah memenuhi standar yang diinginkan konsumen.

Kopi asal Kabupaten Bandung diakui oleh Dadang Naser juga telah mempunyai nama dipasaran internasional. Hal ini berkat diraihnya piala juara pertama festival kopi di Thailand dan Dublin Irlandia oleh Kabupaten Bandung. "Selama ini kita ekspor kopi asal Kabupaten Bandung ke Maroko dan sejumlah negara Asia lainnya",kata Dadang. (cdv)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama