» » 158.000 KK Lakukan Kerjabakti, Cetak Rekor MURI

158.000 KK Lakukan Kerjabakti, Cetak Rekor MURI

NGAMPRAH - Kegiatan bakti massal yang dilakukan oleh jajaran pemerintah Kab. Bandung Barat beserta jajaran TNI dan POLRI yang melibatkan segenap masyarakat disepanjang 79 kilometer jalan protokol baik yang berstatus jalan nasional, propinsi maupun jalan kabupaten dikabarkan masuk dalam rekor musium rekor indonesia (MURI) sebgai kegiatan massal yang melibatkan partisipasi masyarakat terbesar hingga saat ini.

Bakti massal tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat ke XII, Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-43 serta Bakti Massal Indahnya Sewindu Kab. Bandung Barat, Senin (1/6) pagi mulai pukul 09 - 10 WIB.

Bupati Bandung Barat, H. Abubakar menyebut rekor yang akan diberikan MURI merupakan suatu kewajaran sebgi bentuk penghargaan terhadap tingginya angka partisipasi masyarakat dengan seluruh stakeholder dalam bergotong royong membersihkan lingkungan disepnjang jalan protolol muli dari Gunung Halu - Tangkuban Parahu, Cikalong - Gadobangkong dan Rajamandala - Tanimulya.

"Ini sebagai bukti bahwa kita mampu bekerja sama dalam menumbuhkan angka partisipasi dan kebersamaan dalam gotong royong dengan menghadirkan jumlah massa yang sngat banyak hampir diseluruh jalan protokol yang melintas diseluruh Kab. Bandung Barat. Jadi, wajar jika masuk dalam rekor MURI sebagai kegiatan massal yang melibatkan parrtisipasi masyarakat terbesar," ujar Abubakar.

Dalam kegiatan bakti massal tersebut, setidaknya setiap kepala keluarga (KK) berkewajiban membersihkan satu meter pada satu sisi jalan. Jadi, jika panjang jalan yang dibersihkan mencapai 79 kilometer berarti ada 79.000 kk pada satu sisi jalan. Sehingga total mencapai 158.000 kk pada dua sisi jalan dikalikan jumlah anggota keluarga dari setiap kk.

"Melalui kegiatan ini ingin manfaatkan momentum untuk memelihara menjaga dan meningkatkan semagat gotong royong masyarakat. Dan terbukti, ternyata semangat tersebut masih bergelora dengan baik. Pasalnya, gotong royong merupakan modal dasar bgi negara untuk melakukan pembangunan," terangnya.

Sebab, tidak mungkun pembangunan akan terlaksana dengan baik tanpa adanya kebersamaan yang dalam hal ini diaplikasikan dalam semboyan "Kita Jadikan hari Esok Yang Lebih Baik Dari Hari Ini". (ly/cv)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama