» »Unlabelled » Alun-Alun Ujung Berung Diresmikan. Bukan untuk Budaya Barat, Tapi untuk Budaya Sunda!

BANDUNG - Ribuan masyarakat Ujungberung beserta tokoh masyarakat menghadiri peresmian Taman Alun-alun Ujungberung yang diresmikan oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil, Minggu (14/6). Dalam peresmian itu turut hadir juga Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam) Kota Bandung, Arief Prasetya, Tokoh Masyarakat Ujungberung Uu Rukmana dan pihak dari Istana Group.

Walikota yang sering disapa Emil ini mengatakan jika pembangunan Alun-alun Ujungberung ini membuktikan bahwa pembangunan Kota Bandung tidak terpusat di kawasan tengah saja.

"Taman Ujungberung ini membuktikan kita membangun kesegala penjuru yang dimana memungkinkan.

Jadi di Bandung timur dulu nanti baru akan ke Bandung barat, selatan dan lainnya,"ujarnya usai meresmikan Alun-alun Ujungberung.

Untuk desain Alun-alun Ujungberung dengan Alun-alun yang ada di pusat kota, Emil menuturkan konsepnya sedikit berbeda. Menurutnya, ia menamakan tempat ini dengan Alun-alun budaya, yang dimana ada panggung untuk menampilkan pertunjukan kesenian dari warga Ujungberung.

"Disini ada panggung, itu merupakan aspirasi warga yang ingin banyak tampil keseniannya. Nama konsepnya juga Alun-alun budaya,"ungkapnya.

Selain atraksi kesenian, Emil pun memperbolehkan jika nantinya akan ada konser metal di Taman ini. Katanya, Ujungberung terkenal dengan musik metalnya dan harus diberikan ruang.

"Konser metal pun boleh, semua punya tempat disini. Nitip juga ke Budayawan agar diramaikan, sehingga pusat hiburan tidak terfokus di Alun-alun kota saja,"tuturnya.

Sementara itu, Arief Prasetya, menuturkan jika pembanguan taman alun-alun Ujungberung ini untuk memberikan warga tempat beraktivitas dan tidak usah mencari jauh sampai ke alun-alun kota.

Arief juga menjelaskan ada fungsi lainnya dari pembangunan ini, yaitu pertama sebagai fungsi ekologis, daya serap dan perbaikan lingkungan. Kedua sebagai ruang sosial dan tempat bernuansa Islami, yang nantinya akan ada kegiatan-kegiatan keagamaan.

Menanggapi tidak digunakannya rumput sintetis di kawasan Alun-alun Ujungberung ini, ia menjelaskan faktor utamanya adalah karena antusias kehadiran masyarakat Ujungberung ini sangat banyak dan situasi di kawasan taman ini daerah resapannya kurang baik.

Maka dari itu agar tetap mempercantik keindahan taman, ia menggunakan Grass Block disekitar area tengah taman alun-alun Ujungberung.

"Mudah-mudahan masyarakat disini dapat merawat Grass Block. Karena nanti bisa tumbuh rumput dan proses serapan airnya lebih bagus,"pungkasnya. (cep)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama