» »Unlabelled » Dadang Naser : Hadapi MEA, Cintai Produk Sendiri

SOREANG - Bupati Bandung H.Dadang Mochamad Naser, SH, M.Ip meminta kepada seluruh warga Kabupaten Bandung untuk memperkuat ideologi bangsa, salah satunya dengan cara mencintai produk lokal sendiri.

Hal tersebut menyikapi akan kesepakatan antara negara-negara di Asia Tenggara yang akan membuka pasar bebas di kawasan Asia (Masyarakat Ekonomi ASEAN/MEA). Karena dengan dibukanya pasar bebas oleh MEA, menurut Dadang akan berimbas kepada wilayah Indonesia dari serbuan-serbuan asing. Mulai dari investasi, barang-barang impor, arus jasa sampai tenaga kerja asing.

Hal ini disampaikan Bupati Dadang Naser saat menerima rombongan Tim Penilai LKS (Lembaga Kerjasama) Tri Partit Tingkat Provinsi Jawa Barat di rumah jabatannya di Soreang, Jum'at (12/06/2015). Tampak hadir Wakil Ketua DPRD kabupaten Bandung Ojang Rohana, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bandung, Drs.Rukmana, M.Si serta Kepala Badan Kesbangpol, Iman Irianto S.Sos.

Dadang Naser mengatakan sudah menjadi keharusan bagi warga Indonesia khususnya warga Kabupaten Bandung untuk mencintai produk-produk dalam negeri agar produk dalam negeri sendiri dapat bersaing ki kancah internasional. Ia menjelaskan, Indonesia telah menyetujui adanya kerjasama perdagangan bebas ASEAN.

Hal itu menurutnya bisa menjadi ancaman terhadap aset negara berupa budaya dan produk lokal kita. "Oleh karenanya, mari kita budayakan cinta produksi dalam negeri sendiri. Cinta produk sendiri menjadi gambaran betapa besarnya rasa cinta masyarakat pada bangsa ini". kata Dadang Mochamad Naser

"Bayangkan jika seluruh rakyat Indonesia penuh kesadaran mengkonsumsi produk-produk negerinya sendiri, maka secara tak langsung konsumsi tersebut akan meningkatkan pendapatan pengusaha lokal bahkan pendapatan nasional", ucapnya seraya mengungkapkan agar masyarakat kita tidak tergoda produk luar, tentunya para pengusaha lokal pun harus bekerja keras meningkatkan kualitas produksi barangnya hingga memiliki daya saing dengan negara lain.

Dadang menambahkan dalam dunia kerja pun, kita tidak lagi bersaing dengan orang indonesia saja, namun juga dengan orang asing. "Kita perlu mempersiapkan keterampilan dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Bandung yang unggul agar bisa bersaing dengan tenaga asing. Untuk menciptakan pekerja yang maju mandiri dan berdaya saing ini, kita terus konsistensi memberikan daya dukung dengan memberikan bekal pengetahuan dan pengalaman melalui berbagai pelatihan dan kursus di Balai Latihan Kerja (BLK)", ujarnya pula.

Ketua Tim Penilai LKS Tri Partit Jabar Ari Hendarmin, untuk tahun ini Kabupaten Bandung diikutsertakan kembali dalam penilaian kegiatan yang melibatkan unsur pemerintah, pengusaha dan serikat pekerja tersebut.

Dua tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Bandung menduduki peringkat pertama dalam meraih penghargaan Tri Partit. Ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Daerah mampu bersinergi dengan kalangan dunia usaha dan para pekerja dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan perlindungan sosial.

Yang menjadi usur penilaian Tri Partit, jelas Ari Hendarmin diantaranya adalah mencakup aspek legal dan unsur administrasi. Dipandang aspek legal, Pemkab Bandung memiliki sumber dan acuan yang jelas, seperti peraturan yang dituangkan dalam keputusan bupati.

Sementara dari sudut penilaian administrasi, lanjut Ari, Pemkab Bandung dianggap konsisten melaksanakan rapat pleno dan setiap rapat tersebut digelar Bupati Bandung selaku Ketua LKS Tripartit Kabupaten Bandung, selalu hadir.

"Ini merupakan bentuk kepedulian kepala daerah untuk berkomitment dalam membina, dan mengembangkan peran dan fungsi LKS Tripartit agar bisa mengatasi seluruh masalah tenaga kerja di Kabupaten Bandung", ungkap Ari Hendarmin.

Dalam kesempatan itu Ia berpesan agar keberadaan LKS Tripartit di Kabupaten Bandung dapat dirasakan manfaatnya oleh pengusaha dan serikat pekerja. Apalagi dengan ancaman datangnya tenaga asing, Pemerintah Kabupaten Bandung harus waspada dan bisa menjadikan MEA ini peluang bagi pengusaha dan serikat pekerjanya, "Jangan sampai keahlian dan kompetensi warga Kabupaten Bandung kalah oleh tenaga asing", kata Ari. (cep/hms)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama