» »Unlabelled » Jumlah Keluarga PRA KS Alami Penurunan ?

SOREANG - Jumlah keluarga pra sejahtera di Kabupaten Bandung mengalami penurunan dari 210.521 kepala keluarga tahun 2013, menjadi 201.123 kepala keluarga pada tahun 2014 atau turun sebesar 4,40% (9.398 KK).

Penurunan tersebut dinilai sebagai dampak positif disalurkannya bantuan stimulan pemerintah kepada keluarga pra sejahtera. "Bantuan yang bersifat ekonomis produktif itu diberikan kepada masing-masing keluarga pra sejahtera sebagai pendorong untuk meningkatkan taraf kesejahteraanya,"ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Ir. H. Sofian Nataprawira, MP ketika membuka Rakerda (Rapat Kerja Daerah) Keluarga Berencana Kabupaten Bandung Tahun 2015 di Gedung Dewi Sartika-Soreang, Senin (15/6).

Dalam rakerda tersebut tampil dua orang pembicara sebagai narasumber, masing-masing Prof. DR. Ir. H. Ganjar Kurnia, DEA sebagai pakar demografi dan DR. Hj. Neni Kencanawati, M.Si sebagai Ketua Harian Gugus Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang P2TP2A Provinsi Jawa Barat.

H. Sofian Nataprawira mengingatkan pula bahwa dewasa ini telah terjadi pergeseran perilaku peserta KB aktif di Kabupaten Bandung. Mereka kata H. Sofian Nataprawira banyak yang memilih dari penggunaan kontrasepsi jangka pendek menjadi kontrasepsi jangka panjang dengan jumlah sekitar 136.077 akseptor atau 24,71% dari 674.798 pasangan usia subur (PUS).

Dalam kegiatan tersebut terungkap pula, jumlah penduduk Jawa Barat pada tahun 2010 tercatat sekitar 43 juta, hingga akhir tahun 2014 mengalami pertambahan menjadi 46,03 juta. "Jumlah ini menetapkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia,"ungkap Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Drs. Sugilar.

Ia menyebutkan, laju pertumbuhan penduduk (LPP) Jawa Barat sebesar 1,89% per tahun atau diatas rata-rata nasional sebesar 1,45% pada kurun 1990-2000. Angka ini mengingatkan, bahwa setiap tahun penduduk Jawa Barat bertambah sekitar 1 juta lebih.

"Jika kondisi LPP Jawa Barat stagnan pada 1,9 sampai 2% per tahun, menurut proyeksi para ahli kependudukan. Maka pada kurun waktu 30 tahun kedepan penduduk Jawa Barat akan menjadi dua kali lipat dari kondisi saat ini,"kata Sugilar.

Jumlah penduduk yang semakin membengkak kata Sugilar, bisa menjadi beban bagi keluarga dan negara untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. "Tentunya hal ini merupakan tantangan kita semua untuk menanganinya," kata Sugilar pula.

Sugilar menilai, tingkat kesertaan ber-KB di kabupaten Bandung atau Contraceptif Prevalency Rate (CPR) sudah cukup tinggi sebesar 74,8% (hasil susenas 2013). Kendati demikian, Tingkat Fertilitas Rate (TFR) di Kabupaten Bandung masih cukup tinggi sebesar 2,48. Artinya rata-rata jumlah anak yang dimiliki oleh setiap wanita usia subur selama reproduksinya adalah 2,5 sampai 3 anak. (cepp)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama