» »Unlabelled » Melawan Rentenir, Pemkot Bandung Realisasikan Pinjaman Rp. 553.300.000,-

BANDUNG - Setelah diluncurkan  13 Mei 2015 program kredit melati (melawan Rentenir) hingga 8 Juni kemarin, PD PBR Kota Bandung telah merealisasikan Rp. 553.300.000,- untuk 203 nasabah orang dan kelompok.
           
Rincian dari yang sudah direalisasikan tersebut menurut Manager Kredit Melati PD BPR Kota Bandung, Sidiq Permana, selama bulan Mei, pihaknya sudah mencairkan setidaknya 17 nasabah perorangan dan 27 nasabah kelompok.

"Untuk realisasi dari tanggal 13 Mei 2015 hingga berjalan di tanggal 28 Mei PD BPR total sudah mencairkan 151 orang perbulan Mei, sejumlah Rp. 368.900.000,,"ujarnya saat Bandung Menjawab di ruang wartawan, Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana No 2, Selasa (9/6).

Terkait dengan pencairan kredit tersebut, menurut Sidiq, aturan yang dipakai adalah aturan perbankan, yaitu undang-undang yang dikeluarkan oleh otoritas jasa keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Artinya aturan itu harus lengkap seperti verifikasi, survey lapangan, tempat tinggal, usaha dan jaminan.

"Jadi kita tidak bisa memberikan uang se-enaknya saja, setiap orang ada pemeriksaan dari OJK, akuntan publik, dan BPPKP. Apalagai dana ini kan APBD pasti BPK sama KPK ikut memeriksa,"ungkapnya.

Menurutnya juga, berkas dari pemohon peminjaman kredit melati pertanggal 8 Juni 2015 ada sekitar 5.891 berkas. Dengan jumlah personil delapan orang  untuk melakukan survey sebanyak tempat tersebut, ia dan timnya merasa kerepotan. Dari 5.891 berkas pemohon peminjaman kredit melati terdiri dari 370 nasabah perorangan dan 1.104 nasabah perkelompok.

"Total hampir 6.000 yang kita survey. Dengan personil yang efektif enam sampai delapan orang kita sangat luar biasa kerepotan. Maka kami mengharapkan warga Bandung bersabar, karena kami harus menjalankan prosedur bank seperti biasa,"tuturnya.

Maka dari itu setelah melakukan survey tempat tinggal dan usaha, ia mengatakan proses pencairan akan cepat terealisasi sekitar dua atau tiga hari. Selain itu juga, ia menuturkan faktor lain proses penghambat dari cairnya kredit melati adalah dalam satu kelompok ada satu anggota yang tidak bisa hadir, sehingga hal teknis tersebut dapat menghambat proses pencairan
           
"Jadi kalau pencarian itu semua anggota kelompok harus hadir, kan ada penandatangan perjanjian kredit yang harus ditanda tangani setiap anggota kelompok. Kalau  tidak hadir bisa kita cancel.  Hal non teknis seperti itu bisa sangat menghambat,"imbuhnya.
           
Untuk memperlancar dan mempersingkat waktu dalam proses pencairannya, Sidiq tengah berkomunikasi dengan OJK agar dapat mencairkan dana kredit melati di tempat. Karena sampai saat ini proses pencairan dana tersebut masih dilakukan di Kantor PD BPR.
           
"Sesuai dengan arahan pak wali agar menginginkan pencairan di tempat, kami sedang melakukan komunikasi dengan OJK agar peminjaman kredit melati bisa dicairkan di tempat,"tandasnya
           
Terkait pelaksanaan peminjamannya, setiap nasabah atau peminjam akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp. 80.000,. dan pada bulan berikutnya akan ditagih sesuai dengan besaran pinjaman dan plafon pengembaliannya.
           
Untuk memperingan nasabah setiap bulannya, maka pihak PD BPR menurut Sidiq setiap hari akan menarik uang dari nasabah untuk ditabungkan, agar nantinya di akhir bulan plafon angsurannya sudah terpenuhi.
           
"Biasanya kan kalau ditagih sekaligus per bulan akan terasa berat, tetapi kalau setiap hari dirasakan tidak akan terlalu berat," ujarnya.
           
Sidiq mencontohkan kalau pinjaman Rp. 1.000.000,- maka cicilan per bulannya sekitar Rp.83.000,- tetapi apabila setiap hari dikumpulkan, maka perharinya diperkirakan hanya Rp. 4.000,- (cep)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama