» »Unlabelled » Prasana Sanitasi, Kota Bandung Ingin Wujudkan Akses Air Minum dan Sanitasi 100%

BANDUNG - Sekretaris Daerah Kota Bandung, Yossi Irianto membuka acara pelatihan Enumerator, Supervisor dan Inputing Data pada Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Sarana dan Prasarana Sanitasi Kota Bandung di Hotel Naripan, Jalan Naripan, Senin (8/6). Turut hadir tim dari PKK Kota Bandung sebagai peserta pelatihan dan juga Kepala BPLH Kota Bandung Hikmat Ginanjar dalam kegiatan tersebut.

Menurut Yossi pertemuan ini bisa menjadi wahana untuk saling berinteraksi guna mendukung pelaksanaan monitoring dan evaluasi perbaikan sarana dan prasana sanitasi Kota Bandung untuk mewujudkan universal acces 100% atau akses menyeluruh air minum dan sanitasi 2020.

Kata Yossi, target universal acces 100% ini adalah program lanjutan dari target sanitasi sebelumnya yaitu MDGs Millinieum Development Goals. Dimana target penyedian air minum dan sanitasi ini adalah 85% memenuhi standar pelayanan minimun (SPM) dan 15% memenuhi kebutuhan dasar, untuk target nasional.

"Untuk target Jawa Barat capaian standar pelayanan minimum (SPM) sebesar 90% akses air minum dan sanitasi. Pemenuhan akses sanitasi di Kota Bandung akan sejalan dengan pemenuhan target di Jawa Barat,"ungkapnya.

Maka dari itu, Yossi mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan percepatan pembangunan sanitasi permukiman (PPSP), dengan harapan dapat meningkatkan perbaikan kondisi sanitasi di Bandung. Selain itu juga ia mengungkapkan dengan pelatihan dapat mengejar ketertinggalan sarana dan prasarana sektor sanitasi dalam rangka pencapaian target RPJM 2014-2029 dan universal acces 2020.

"Hal ini memerlukan komitmen bersama sehingga peningkatan kualitas sektor sanitasi dapat terlaksana secara merata di semua kecamatan di Kota Bandung,"ujarnya.

Pemkot Bandung sendiri sudah menyiapkan beberapa program kegiatan yang diusung oleh Pokja AMPL ( Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Kota Bandung) untuk mewujudkan 100% akes sanitasi Indonesia 2019. Langkah awal yang akan dilakukan adalah pengambilan data untuk mendukung kegiatan monitoring evaluasi dan sarana prasarana serta data EHRA (Environmental Healthy Risk Assasement).

"Diharapkan dapat menjadi landasan dasar dalam rencana pembangunan sanitasi kedepan dan menjadi pendukung terhadap kebijakan yang akan diambil dalam pembangunan sanitasi kota Bandung, khususnya dalam penyediaan air minum, pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan, drainase dan banjir serta penyehatan masyarakat,"tandasnya. (cep)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama