» » Ridwan Kamil akan Perjuangkan Swastanisasi Pembangunan Kota

Tanpa APBD, Walikota Bandung Optimis Pembangunan Kota dengan Sistem PPP

BANDUNG - Dari hasil rapat kerja Walikota Bandung dengan Pemerintah Inggris dan pengusaha Inggris membahas percepatan infrastruktur dan transportasi kemarin (28/07/15) di Jakarta, Walikota Bandung akan memperjuangkan pembangunan kota dengan sistem PPP (Public Private Partnership) yang telah lama diterapkan oleh Inggris dan negara lainnya seperti Korea dan Filipina. Dengan sistem PPP, selama 15 tahun Inggris mampu mengembangkan pembangunan kota dan transportasi dengan pesat.

Sistem PPP ini sendiri adalah sistem kerjasama pemerintah dengan pihak swasta dalam bantuan dana untuk pembangunan dan transportasi kota, dengan dana awal dari pihak swasta untuk pembangunan dan transportasi, pemerintah nanti hanya melakukan penyicilan pinjaman dalam jangka waktu 25-30 tahun.

Walikota Bandung, Ridwan Kamil, akan memperjuangkan sistem PPP sampai ke level nasional agar menjadi suatu regulasi, sehingga penyicilan dana selama 25-30 tahun ini dapat berlanjut meski harus berganti kepala daerah.

"Jika ini berhasil luar biasa, nanti perubahan kota se-Indonesia akan hadir lebih cepat" ujar Kang Emil sapaan akrab Walikota Bandung saat ditemui seusai rapat paripurna, Rabu (29/07/15) di kantor DPRD Kota Bandung di Jalan Sukabumi Kota Bandung.

Perdana Menteri Inggris, David Cameron, sangat mengapresiasi penerapan sistem PPP, dalam jangka waktu sebulan Perdana Inggris akan mengirimkan tim ahli sampai bulan September nanti. Menurut Walikota Bandung Bapenas juga sudah memberikan respon positif dalam penerapan sistem PPP, sehingga lebih mempermudah dalam peregulasian.

Walikota Bandung berpendapat, pembangunan kota akan lambat jika hanya mengandalkan dana APBD saja, dengan hadirnya sistem PPP ini semua pembangunan akan berkembang lebih cepat berkat bantuan dana dari pihak-pihak swasta, dan jika sistem konsep PPP ini tidak diterapkan maka seluruh kota di Indonesia ini akan kalah bersaing dalam pembangunan.

Selama ini di Indonesia sistem PPP hanya dilakukan di proyek-proyek besar, sedangkan di Inggris proyek-proyek kecil dilakukan menggunakan sistem PPP, Selain pembangunan kota dalam berjalan dengan cepat, sistem PPP ini juga memiliki keuntungan tersendiri yaitu mampu meningkatkan pergerakan perekonomian daerah dengan berjalannya pihak-pihak swasta dalam mengelola proyek-proyek pembangunan. (al/cep)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama