» » TPA Sari Mukti Kunci Adipura Kota Bandung

Koordinasi Jelang Penilaian Akhir Adipura

BANDUNG - Jelang penilaian akhir untuk Kota Bandung dalam final Piala Adipura pemerintah Kota Bandung terus berbenah bekerja keras dan berupaya memaksimalkan usaha usaha positif untuk meraih piala Adipura yang setelah 17 tahun belum lagi diraih Kota Bandung yang pengumumannya pada Agustus mendatang.
           
Untuk memperoleh Piala Adipura skor penilaian untuk Kota Bandung sudah mencapai batas minimal bisa mendapatkan Piala Adipura.

"Kota Bandung ini skornya berada diambang batas dapat adipura, bisa mendapatkan Adipura dengan catatan TPA Sari Mukti bisa memenuhi standar dari Kementrian Lingkungan Hidup mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama bisa memenuhi standar dari KLH Insya Allah kota bandung punya kans besar setelah 17 tahun untuk mendapatkan adipura," ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat sidak di Jalan Riau, Kota Bandung, Kamis (30/7/2015).

Ridwan menjelaskan tidak akan dapat Piala Adipura jika TPA Sari Mukti tidak memenuhi standar kementrian. "Kita berkoordinasi dengan Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, untuk megubah TPA Sari Mukti supaya memenuhi standar penilaian yang dibutuhkan" tambah Ridwan.
           
Menurutnya di Indonesia tidak semua Kota memiliki TPA tersendiri termasuk Kota Bandung, untuk itu TPA untuk Kota Bandung yang wilayahnya berada di luar Kota Bandung perlu adanya koordinasi dengan kota dan kabupaten lainnya termasuk provinsi.
           
Untuk penilaian TPA Sari Mukti ada 13 poin yang masuk dalam skoring yang harus segera dibenahi diantaranya tidak boleh ada sampah yang berserakan saat truk membuang sampah, harus ada saluran pembuangan air sampah, harus tersedia pos penjagaan, dan harus ada pencatatan volume sampah pada setiap truk sampah yang masuk ke TPA.
           

Sementara itu, selain melakukan pembenahan di TPA Sari Mukti, pemerintah Kota Bandung akan berfokus pada titik-titik yang volume sampahnya tinggi, seperti pasar, taman-taman wisata dan sungai, "Kita fokus ke titik yang volumenya tinggi, seperti pasar dan taman-taman wisata," Ujar Ridwan.
           
Selain itu, Manajemen operasional petugas kebersihan sebanyak 1500 petugas kebersihan yang tersebar di seluruh kewilayahan Kota Bandung akan disebar secara proporsional dan mengubah jam kerja para petugas kebersihan untuk lebih awal, yaitu dari pukul 03.00 hingga 06.00.
           
Khusus pengangkutan sampah sungai nantinya akan langsung ke truk-truk sampah yang  akan diangkut langsung ke TPA. "Kita berinovasi, nantinya sampah sungai akan diangkut truk truk parkir di titik terntentu," Kata Ridwan.
           
Ridwan pun mengarahkan agar petugas kebersihan memprioritaskan pada jalan-jalan protokol kemudian prioritas kedua pada jalan-jalan lingkungan, termasuk kawasan heritage dan area padat wisatawan. (cep)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama