» »Unlabelled » Ramah Lingkungan : Penggunaan Plastik Untuk Belanja Harus Dihindari

BANDUNG - Sebagai salah satu kota yang memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang pengurangan sampah plastik tahun 2012, Pemerintah Kota Bandung sedang memperbanyak sosialisasi konsep tersebut ke beberapa pasar tradisional, supermarket dan sekolah-sekolah.

Sosialiasi tersebut cukup berhasil, dari 38 pasar tradisional baru tiga pasar yang telah melaksanakan penggunaan plastik ramah lingkungan. Sementara itu hampir 90 persen anggota ritail yang tergabung pada asosiasi peritail Indonesia (Aprindo) juga melakukan hal sama.

Tiga pasar tradisional tersebut terdiri dari pasar kosambi, sederhana dan karapitan. Untuk anggota ritail, Hypermart, Carrefour, Giant, Lottemart, Borma, Yogya, Griya, Superindo, Indomaret, Alfamart, Alfamidi, Yomart, Circle K, Matahari, Metro, Ramayana dan Ace Hardware.

Walikota Bandung Ridwan Kamil mengatakan jika kesemua pihak tersebut sudah berkomitmen untuk mengkampanyekan pengurangan sampah plastik dan diganti dengan yang ramah lingkungan.

Menurutnya, dengan dukungan dari toko-toko dan ritel-ritel, budaya belanja yang biasanya boros kantong plastik bisa dikurangi penggunaannya.

Selain itu juga, guna memberikan ide yang baru dalam konsep tersebut, ia menuturkan jika para pembeli saat berbelanja tidak meminta kantong plastik, mereka akan diberikan point.
Nantinya point tersebut bisa dikumpulan dan akan menjadi diskon atau barang yang bisa ditukarkan kira-kira enam bulan atau setahun sekali.

"Rewardnya sudah dikonsepkan, cuman bentuknya jadi apa, saya minta kepada aprindo utnuk kompak aja. Dimana ada yang belanja pointnya bisa dituker bersama di perusahaan itu,"ungkapnya di Trans Studio Mall saat kampanya pengurangan kantong plastik, Kamis (27/8).

Ia juga mengutarakan jika konsep tersebut sudah mulai dikampanyekan di pasar-pasar tradisional. Menurutnya sambil melakukan kampanye tersebut, ia tetap akan memberikan reward agar terjadi kegairahan hemat kantong plastik
"Sehingga tadi kita memberi penghargaan kepada peritel dan anak-anak sekolah, yang khususnya sekolah Adiwiyata yang memang tadi kita liat sangat peduli lingkungan,"ungkapnya.

Pria yang kerap disapa Emil ini menuturkan selain peduli lingkungan dari gerakan pungut sampah di sekolah Adiwiyata, dirinya pun mengaku cukup senang karena dari gerakan itu menghasilkan barang-barang yang kreatif.

"Gerakan pungut sampah dari anak-anak sekolah hasilnya mereka pilah-pilah dijadikan barang, ini kombinasi gerakan pungut sampah dan kreatifitas luar biasa,"pungkasnya. (cep)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama