» » » Sambut Adipura, Kecamatan Kiaracondong Berbenah

BANDUNG - Dalam upaya mendapatkan penghargaan Adipura, Pemerintah Kota Bandung bersama dengan warga masyarakat terus melakukan upaya untuk mencapai hal tersebut. Tidak terkecuali dengan aparat kewilayahan, seperti yang dilakukan di Kecamatan Kiara Condong.
           
Dalam penilaian Adipura Camat Kiara Condong Tarya mengatakan bahwa daerahnya tersebut mempunyai tujuh (7) titik yang dijadikan sebagai titik pantau penilaian Adipura. Ketujuh titik pantau yang ada di kecamatan Kiaracondong adalah, Terminal cicaheum, Sungai Cidurian, Sungai Cicadas Baru, TPS Terpadu Babakan Sari, Stasiun Kiaracondong, SMA 12 dan kawasan Hutan Pindad.
           
Lebih lanjut dikatakan Tarya pada saat Bandung Menjawab, Selasa (11/8), dari tujuh titik pantau tersebut, ada satu titik pantau yang memeiliki nilai tertinggi. "Satu titik yang memiliki nilai tertinggi yaitu kawasan Hutan PT Pindad," jelasnya.
           
Hutan Pindad tersebut menurutnya memiliki nilai sekitar 80an dari seharusnya 74. "Jadi poinnya melebihi dari standar yang seharunya," ujarnya.
      
Selain hutan PT Pindad unggulan lain dari Kecamatan Kiaracondong adalah TPS terpadu Babakan Sari, karena bisa membantu mengurangi sampah yang dibuang ke TPA, Pasalnya TPS ini memiliki mesin biodigester, yang mengubah sampah jadi pupuk dan gas. Biodigester ini, lanjut Tarya, merupakan CSR (Corporate Social Responsibility ) dari BJB (Bank Jabar Banten).
           
"Selain itu,kita juga punya mesin pencacah yang merupakan CSR dari PT Pindad," terangnya. Dengan adanya keduanya alat ini, bisa mengurangi pembuangan smapak ke TPA sebesar 25 persen dariseluruh sampah yang dihasilkan oleh kelurahan Babakan Sari.
Sementara itu titik pemantauan yang masih dirasakan memiliki nilai yang kurang adalah pada bagian sungai, yaitu sunga Cidurian dan Cicadas Baru.
           
Menurut  Tarya nilai untuk sungai itu sekitar 70, sehingga, masih perlu ditingkatkan. "Upaya kami meningkatkan nilai adalah dengan mengerahkan petugas gober (Gorong-gorong dan kebersihan)," tambahnya.

Menurut Tarya, masih rendahnya poin untuk sungai lantaran masih banyak masyarakat yang membuang sampah ke sungai, Sehingga sampah di sungai menyumbat aliran air yang mengalir terutama saat hujan.

"Ditambah lagi dengan adanya saluran pipa dan kabel di kawasan JL Ahmad Yani, yang posisinya dekat dengan Pasar Cicadas, semakin membuat aliran air lebih tersumbat," pungkasnya. (cep)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama