» » Ulama Hanya Takut pada Allah SWT !

SERANG – Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia Rohmat S. Labib menyebut bahwa ulama hanya takut pada Allah swt saja. Ulama tidak akan pernah bergeming kepada celaan orang-orang yang suka mencela. Pun, ulama adalah mereka yang selalu mengatakan yang halal itu halal dan yang haram itu haram. Tidak pernah mengatakan yang halal menjadi haram atau yang haram menjadi halal.

"Ulama adalah mereka yang selalu ikhlas mengatakan kebenaran. Ulama yang mencintai umatnya, bukan malah membingungkan umatnya," tutur Rohmat saat Liqo Syawal Hizbut Tahrir bersama Ulama & Tokoh Masyarakat di Bojonegara, Kabupaten Serang, Kamis (6/8) malam. Rohmat pun mengupas salah satunya tentang BPJS.

Liqo Syawal 1436 H ini diselenggarakan di kediaman KH Mansyur Muhyidin, ulama kharismatik Banten. Hadir ratusan ulama dan tokoh masyarakat dari seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Banten ditambah ulama dari Provinsi Lampung. Sementara dari DPP HTI antara lain pengurus Lajnah Khusus Ulama (LKU), di antaranya Ustadz Syamsuddin Ramadhan, Ustadz Junaydi ath Thoyyibi, Ust Asrori, serta Ustadz Adhi Maretnas Abu Fatih. Acara dilangsungkan dari pukul 20.00 hingga 23.00 wib.

"Ada guyonan, ulama ini terbagi dua. Ulama dihormati dan ulama dihargai. Ulama yang ingin di hargai mereka biasanya yang mencari-cari dalil atas fakta. Sehingga mereka bertanya, mau halal atau haram. Dalilnya sudah ada," seloroh Rohmat sambil tersenyum.

Terpenting, lanjut penulis rubrik Tafsir Majalah al Waie ini , ulama adalah mereka terikat dengan hukum syara. Mengikatkan diri terhadap hukum syara adalah wajib. Sehingga segala apa yang diucapkan serta dilakukan adalah dalam koridor hukum syara. "Ulama yang takut hanya kepada Allah. Bukan hanya banyak ilmu, tapi juga takut. Khosyatillah," tegasnya.

Dalam sesi dialog, mengemuka tentang metode penegakkan khilafah. Juga disebut-sebut tentang ahlun nushroh. Dijelaskan Rohmat, ahlunnushroh adalah mereka yang memiliki kekuatan. Mereka yang nantinya melindungi perjuangan dakwah hingga khilafah tegak, dan setelahnya. Mereka bisa tergolong ke dalam para tentara atau kepala suku atau kabilah.

"Seperti halnya Rasulullah ketika mendirikan daulah di Madinah, nusrohnya adalah pemimpin suku Aus dan Khazraj. Dan, saat ini pun Hizbut Tahrir terus melakukan hal yang sama. Dan khilafah tegak pun tidak terlepas dari peran ahlunnusroh ini," tuturnya.

Sementara itu, KH Muhammad Ma'mun, pimpinan Ponpes Darul Falah Pandeglang, menegaskan akan terus memperjuangkan khilafah tegak bersama Hizbut Tahrir.

"Meski saya sering tidak terlihat, yakinlah bahwa saya akan terus bersama Hizbut Tahrir memperjuangkan Khilafah Islamiyyah," tuturnya disambut takbir.

Sama halnya dengan KH Suhaemi atau biasa dipanggil Kyai Eces. Ulama asal Tangerang itu menyatakan, "Hayu, kita bersama-sama memperjuangkan Khilafah. Yang punya pesantren fokus di pesantrennya sambil mengkampanyekan khilafah. Yang di sekolah, yang di kantor, yang di pasar, yang di mana-mana, kita perjuangkan khilafah," urainya.

Dalam sambutannya, Ketua DPD HTI Banten M. Asfarin Fadjri menyebut ulama memiliki peran yang sangat vital untuk membangun peradaban Islam. Ulama harus serius dan fokus pada satu hal tersebut. Di pundak ulama tersimpan amanah tersebut, amanah yang besar.

"Mari bersama, di tengah neoliberalisme dan neoimperalisme yang deras menimpa umat, ulama di garda terdepan. Ulamalah yang bisa membereskan urusan-urusan umat. Hizbut Tahrir akan selalu bersama ulama dan umat untuk menegakkan Khilafah Islam," tegasnya disambut takbir. (ali/hti)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama