» »Unlabelled » Walikota Salatiga Belajar Smartcity Kepada Ridwan Kamil

BANDUNG - Walikota Bandung Ridwan Kamil didampingi Wakil Walikota Bandung Oded Mumahad Danial menerima kunjungan Walikota Salatiga Yulianto beserta Wakil Walikota Salatiga, di Ruang Tengah, Balai Kota Bandung, Kamis, (20/082015). Yulianto menjelaskan kedatangannya bertujuan untuk bertukar ilmu dari Kota Bandung yang nantinya dapat diimplementasikan di Kota Salatiga.

"Kedatangan Kita di Kota Bandung ini semoga mendapat Ilmu untuk bisa diimplementasikan di Kota Salatiga,"Ujar Yulianto.

Mengawali pembicaraan Ridwan Kamil mengatakan di Pemkot Bandung sedang berupaya mereformasi pelayanan publik dengan cara berfikir yang disebut smart City. Smart City dimaksudkan bukan hanya dalam segi birokrasi akan tetapi juga pada sistem kemasyarakatan yang harus Jelas.
           
Ridwan pun mengatakan selama dua tahun dibawah kepimimpinannya Pemkot Bandung melakukan cara-cara baru. "Semangat membangun Bandung ada tiga, yaitu Inovasi yang selalu harus memberikan gagasan baru, Kolaborasi, karena kita memiliki keterbatasan, yang ketiga Desentralisasi sampai RW kita dikasih anggaran 100 juta,"Ungkap Ridwan.
           
Lebih lanjut Ridwan menambahkan di Kota Bandung sudah banyak taman-taman yang dibuat hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan indeks kebahagiaan warga Kota Bandung. Selain infrastruktur, Ridwan mendorong Kota Bandung ke arah Smart Goverment.
           
"Kami akan bikin Bandung Pass Card, sebuah kartu yang bisa dipakai untuk semua urusan di Kota Bandung," Ujarnya. Kartu tersebut nantinya dipakai untuk pembayaran oleh setiap kelompok, seperti anak sekolah, PNS dan warga Bandung secara umum. Hal itu bertujuan untuk mengurangi tingkat transaksi secara cash yang selama ini prosentasenya 70 persen, sementara online baru 30 persen.
           
Selain itu, Kota Bandung saat ini memiliki 300-an aplikasi guna membantu mengatasi permasalahan di Kota Bandung, seperti Aplikasi menunggu Bus gratis dan Panic Button yang terintegrasi dan terpantau langsung melalui Command Centre.
           
Ridwan menuturkan ada 300 aplikasi yang dimiliki Kota Bandung, sementara target Kota Bandung sendiri memiliki 600-an aplikasi. Ridwan pun memperbolehkan dan menyarankan kepada Yulianto Jika akan menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut di Kota Salatiga. (cep)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama