» »Unlabelled » BP4 Harus Bisa Tekan Angka Perceraian

BANDUNG - Catatan Pengadilan Agama (PA) Kota Bandung di tahun 2013 menyebutkan, perkara perceraian mencapai 100 setiap bulan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kota Bandung Drs. H. Moh. Ali Abdul Latif  saat membuka acara Rapat Kerja Daerah BP4 yang dilaksanakan di Hotel Lingga, Rabu (16/9).

"Berdasarkan data PA Bandung, jumlah perkara yang masuk pada tahun 2013 sebanyak 5.134 perkara. Pada 2014 jumlah perkara naik jadi 5.684 perkara. Sedangkan, perkara yang menyebabkan cerai 2013 sebanyak 4.571, naik pada 2014 menjadi sebanyak 4.926 perkara". Ungkapnya kembali.

Drs. H. Moh. Ali Abdul Latif  menegaskan bahwa dampak dari perceraian sebuah keluarga adalah beratnya beban hidup yang harus ditanggung oleh para janda dan anak-anaknya. Setelah bercerai para janda memiliki beban ekonomi dimana dia harus mampu menghidupi dirinya beserta anak-anaknya. Demikian pula dengan anak-anak yang terganggu perkembangan dan pertumbuhannya.

"Besarnya dampak perceraian bagi perkembangan masyarakat maka peran BP4 (Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan-red) harus diperkuat," ujarnya.

Untuk itu melalui Rakerda BP4 ini, Kasubag TU berharap para pengurus BP4 kota Bandung dapat mengahasilkan program-program yang berkualitas dan menyentuh langsung pada masyarakat guna mewujudkan keluarga sakinah, yang menjadi dasar terciptanya masyarakat yang kuat, makmur dan bertamabat. Kuat secara tatanan ekonomi, sosial, budaya, sehat rohani dan jasmaniah, beriman dan bertaqwa." Ucapnya.

Sebelumnya dalam acara Rakerda BP4 tersebut dilakukan pengukuhan para pengurus BP4 di tingkat kecamatan Se Kota Bandung. Para pengurus BP4 ditingkat kecamatan inilah yang kemudian akan menjadi garda terdepan bersama dengan Pemerintah Kota Bandung dalam melakukan pembinaan keluarga sakinah dan ketahanan keluarga. (cep/al)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama