» »Unlabelled » Pengawas Madrasah H. Tatang Ibrahim, Raih Gelar Doktor Bidang Manajemen Pendidikan

Adanya evaluasi kinerja guru yang bersertifikat pendidik secara periodik, maka mutu guru akan meningkat dan menjadi salah satu penentu meningkatnya mutu pembelajaran yang pada akhirnya mutu siswa akan meningkat pula. Mengapa kinerja guru harus dievaluasi, sebab perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) bagaikan deret ukur (sangat cepat), sedangkan perkembangan kompetensi guru seperti deret hitung (lambat). Jadi antara perkembangan Iptek dengan kompetensi guru tidak sebanding, oleh karena itu guru yang bersertifikat pendidik harus di evaluasi kinerjanya.

Selain itu memang ditemukan ada sertifikat pendidik guru yang tidak relevan dengan kesarjanaannya (S-1). Itu sebabnya direkomendasikan bahwa minimal 5 (lima) tahun sekali pemerintah harus melakukan uji kinerja guru yang bersertifikat pendidik.

Demikian kesimpulan Disertasi H. Tatang Ibrahim, judul: "Evaluasi Kinerja Guru Yang  Bersertiffikat Pendidikak Untuk Meingkatkan Mutu Pembe;ajaran" (Studi Deskripitf Kualitatif di MAN Rancah dan MAN Sukajadi  Kabupaten Ciamis)." pada Sidang Terbuka Senat Guru Besar Universitas Islam Nusantara (Uninus), Bandung, (Selasa, 15/9/2015) sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Doktor Bidang Manajemen Pendidikan, studi obyeknya adalah MAN Rancah dan MAN Sukajadi, Pamarican, Kabupaten Ciamis.

Sidang promosi Doktor H. Tatang Ibrahim dilaksanakan di Auditorium Pascasarsana Uninus, Bandung, pada Selasa (15/9/2015). Sidang ini dipimpin oleh Ketua Program Pascasarjana  Uninus, Prof. Dr. H. Achmad Sanusi/merangkap sebagai promotor, co promotor, Prof. Dr. H. Sutaryat Trisnamansyah, MA., anggota Dr. H. Nanang Hanafiah, M.M. Pd. Bertindak sebagai tim penguji adalah Direktur Program Pascasarjana Uninus Prof. Dr. Achmad Sanusi, Prof. Dr. H. Sutaryat Trisnamansyah, MA., Prof. Dr. HM. Iim Wasliman, M.Si.,M. Pd., Prof. Dr. H. Ahmad Tafsir, MA, dan Dr. H. Nanang Hanafiah, M.M. Pd. .

Menurutnya,  peningkatan mutu pembelajaran sangat ditentukan oleh mutu guru yang saling terkait satu sama lain misalnya: instrumental input (sarana, kurikulum, biaya), enviromental input (keluarga, masyarakat, stakeholders) dibarengi komitmen kuat untuk berusaha meningkatkan kualitas kompetensi guru (profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian),  jelasnya.

Gelar doktor yang diraih dengan Indeks Yudisium "CUM LAUDE" (3,73) oleh pria kelahiran Cikelat, Kec. Cisolok, Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, 15 Desember 1959 merupakan doktor yang ke 227 di lingkungan Pascasarjana Uninus ini sangat diapresiasi oleh Prof. Dr. H. Achmad Sanusi, yang bertindak sebagai promotor. Ia mengaku salut atas kerja keras Tatang Ibrahim dalam menyelesaikan Disertasinya tepat waktu dengan prestasi "Cum Laude". Kini ia menjabat sebagai Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kab. Ciamis.

Sebelumnya meniti karier sebagai PNS menjadi guru di MAN Darussalam, Kab. Ciamis (1985 – 2004). Pernah menjadi kepala di beberapa madrasah antara lain Kepala MAN Pangandaran (2004 – 2005), MAN 2 Ciamis (2005 – 2010), MAN Darussalam, (2010 – 2012) dan MAN Cijantung, Kab. Ciamis (2012 – 2013). Selain itu pernah belajar di Universitas Sains Malaysia (USM) tahun 2007 dan mengadakan Studi Banding ke beberapa negara tentang pendidikan seperti:  China, Singapore, Malaysia, dan Thailand. Ia beristerikan Hj. Uwang Suwarsah, S. Ag, dikarunia 5 (lima) orang anak yakni Nita, Suci, Fera, Wanti dan Rommy dan satu orang cucu (Mirza). Hadir pada kesempatan itu Kepala Kemenag Kodya Bandung Dr. H. Yusuf, M. Pd., para Pengawas madrasah dan Kepala MAN se-Kab. Ciamis. (al/ag/hms)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama