» » Danrem Minta Pelaksanaan TMMD harus Lebih Baik dari Kontraktor

MAJALENGKA - Komandan Korem Sunan Gunung Jati Cirebon, Kol Inf Sutjipto mengatakan, proses pembangunan yang dikerjakan Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus maksimal dan lebih baik lagi bila dibandingkan pekerjaan dilakukan kontraktor. Termasuk harus tahan lama dan manfaatnya dirasakan betul oleh masyarakat.

"Bila terjadi indikasi tindak pidana korupsi pada pengerjaan pembangunan itu pihak Kepolisian dan Kejaksaan diminta segera melakukan penyelidikan dan penyidikan guna memprosesnya secara hukum,"kata Danrem saat membuka Progam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Padabeunghar Kecamaran Sindangwangi Kabupaten Majalengka, belum lama ini.

Menurut dia, TMMD di Kabupaten Majalengka sendiri yakni membangun satu ruas jalan desa antara Blok Heuleut Desa Padaherang Kecamatan Sindangwangi menuju pemerintahan desa setempat sepanjang 2,7 km dengan lebar 2,5 meter.Kegiatan ini melibatkan 140 personel TNI dari berbagai kesatuan dibantu masyarakat desa sebanyak 80 orang.

"Perbaikan jalan ini untuk memudahkan masyarakat berlalulintas," kata Danrem.

Selain membangun jalan, dalam TMMD ini membangun satu musala, dan tiga rumah warga yang kondisinya tidak layak huni serta membangun MCK bagi masyarakat setempat. Disamping pembangunan nonfisik berupa pelayanan KB dan kesehatan dan penyuluhan hukum serta wawasan kebangsaan.

Komandan Kodim 0617 Majalengka Let Kol Inf Priandy Budi Purnawan mengatakan, pelaksaan TMMD yang berlangsung selama 27 hari kedepan, pelaksanaannya sendiri sudah mulai dikerjakan lebih awal mengejar target waktu pelaksanaan.

"Lebih cepat lebih baik, agar hasilnya lebih maksimal,"harapanya.

Bupati Majalengka H. Sutrisno berharap TMMD terus berlangsung untuk menumbuhkan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat.

Sebab pembangunan dengan melibatkan TNI dan masyarakat akan menumbuhkan rasa memiliki bagi masyarakat, sebaliknya bila dibangun pemborong rakyat merasa tidak peduli.

"Kalau TMMD itu masyarakat ikut terlibat dalam pengerjaannya, sehingga ada rasa memilikinya cukup tinggi," ungkap Sutrisno yang menyarankan pemborong saat mengerjakan proyek agar tidak hanya berorientasi keuntungan namun mengedepankan kualitas pekerjaan seperti dilakukan TNI.

Pada acara tersebut Bupati SUtrisno menyerahkan bantuan tambahan transportasi bagi masing-masing prajurit TNI sebesar Rp 15 ribu, yang semula biaya transport TNI selama kegiatan sebesar Rp 10 ribu perhari.

Adanya bantuan itu masyarakat Blok Heuleut Desa Padabeunghar mengaku gembira degan pembangunan ruas jalan tersebut, karena akan memperlancar arus lalulintas warga yang selama ini melintasi jalan rusak.

Apalagi bila musim penghujan jalan sulit dilintasi sehingga bila ingin menuju pemerintah desa warga harus memutar jalan melintasi tiga desa tetangga sejauh kurang lebih 10 km.

"Dengan jalan bagus seperti ini biaya trasportai juga murah, kalau ingin ke desa juga jaraknya dekat,"ungkap tokoh pemuda setempat Jana Supriana.

Hadir pada acara pembukaan Ketua DPRD Majalengka, Kapolres Majalengka, Kepala Kejahkaan Negeri Majalengka, Danyon 321 Galuh Taruna, Dandanud Sugiri Sukani, Ketua PN Majalengka, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Majalengka. (cep)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama