» » Karang Taruna harus Punya 4 Nilai Fundamental Seperti Ini

BANDUNG - Ada empat nilai fundamental kepemudaan Karan Taruna (Karta) yang harus dijadikan dasar untuk bergerak ke arah perubahan Kota Bandung yaitu, Cerdas, Kreatif, mandiri dan peduli yang terangkum dalam sebuah konsep yang disebut Karta Masagi.

Hal itu dikatakan Walikota Bandung Ridwan Kamil saat menerima Karang Taruna Kota Bandung di Balakota, Jumat (30/10/2015).

"Karta itu harus cerdas maka dalam program kerjanya updgrade pengetahuan politik dan ekonomi, undang tokoh- tokoh dunia rutinkan untuk memberikan pencerahan," tuturnya.
           
Ridwan lebih lanjut menjelaskan, Kedua, Karta haruslah kreatif, termasuk didalamnya sudah tekandung solusi-solusi yang sifatnya praktis jadi terasa kebermanfaatannya karena nyata dan tidak hanya pintar bicara.
           
Ketiga, Karta Mandiri, Ridwan menginginkan agar Karta ini tidak hanya sebatas mengajukan proposal akan tetapi bagaimana caranya Karta mampu begerak secara mandiri dan Karta masagi yang keempat adalah peduli.

"Perbedaan karang taruna dengan kelompok masyarakat lainnya adalah hanya wilayah, karang taruna punya struktur wilayah, dan itu yang tidak dimiliki oleh organisasi-organisasi lain," ujarnya.
           
Oleh karena itu, Ridwan menitipkan system keanggotaan karang taruna kedepan harus disetting secara baik.

"Saya inginnya mewajibkan setiap anak SMA dan SMK untuk mengikuti karang taruna,"tegasnya.
           
Ridwan menjelaskan nantinya gagasan tersebut akan disinkronisasi dengan nilai rapot di sekolah. Jadi selain di Bandung ada Indeks kebahagiaan untuk ukuran kebahagiaan warga masyarakat, nanti ada juga indeks kemasyarakatan yang nantinya menjadi ukuran sejauh mana masyarakat khususnya pemuda aktif dalam nilai-nilai kemasyarakatan.
           
"Jadi berapa banyak nilai-nilai sosialnya dia aktif, aktif di pengajian, karang taruna, dan sebagainya, Semakin banyak nilainya, dia mahluk social yang indeksnya paling tinggi," jelasnya.
           
Sementara itu Ketua Karang Taruna Kota Bandung Fiki Chiraka Satari mengatakan bahwa posisi karang taruna ini merupakan sebagai salah satu kontruksi strategis isu social dan isu pembangunan kota.
           
"Posisi Karta saat ini sudah banyak difasilitasi oleh pemerintah kota, termasuk dalam program andalan PIPPK," ujarnya.

Fiki mengatakan Karta berupaya terus melakukan pemberdayaan kreatifitas, produktif dan mandiri. Fiki menjelaskan bahwa pihaknya telah memaping kondisi karta di kewilayahan.
           
Sebagai tindak lanjut, hasil maping tersebut nantinya akan dijadikan dasar untuk masuk ke level strategis yakni tahap konsolidasi dan sosiliasi secara masif keorganisasian di tingkat kecamatan dan kewilayahan. Hal itu menjadi dasar untuk melakukan penyebaran program-program Karta Bandung. (cep)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama