» » AHH Warga Kabupaten Bandung Jadi 71,03 Tahun

Dalam rentang waktu lima tahun, angka harapan hidup (AHH) warga Kabupaten Bandung mengalami kenaikan. Survey yang dilakukan BPS (Badan Pusat Statistik) Tahun 2015 menunjukkan, Tahun 2014 AHH tercatat 70,54 tahun naik sebesar 0,49 % pada tahun 2015 menjadi 71,03 tahun.

BANDUNGWEBS.COM - Dalam rentang waktu lima tahun, angka harapan hidup (AHH) warga Kabupaten Bandung mengalami kenaikan. Survey yang dilakukan BPS (Badan Pusat Statistik) Tahun 2015 menunjukkan, Tahun 2014 AHH tercatat 70,54 tahun naik sebesar 0,49 % pada tahun 2015 menjadi 71,03 tahun.

Survey tersebut menunjukkan pula, angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Bandung memperlihatkan adanya penurunan dari 33,90 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2014 menjadi 33,64 per 1000 kelahiran hidup tahun 2015. "Teorinya memang begitu, AHH berbanding terbalik dengan AKB yang menyangkut bayi lahir mati, kematian bayi di bawah 1 tahun atau kematian anak di bawah lima tahun dan kematian ibu," ucap Kepala Kantor BPS Kabupaten Bandung, Basworo.

Menurut Basworo, naik dan turunnya AHH juga AKB merupakan salah satu bukti semakin membaiknya pengelolaan kesehatan di suatu daerah, di samping kian sehatnya daya beli dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan. Ia mencontohkan, proses kelahiran bayi sebesar 87,03 persen telah ditoling oleh tenaga medis, sementara 12,97 persen sisanya masih menggunakan tenaga non medis. "Angka ini menunjukkan, kesadaran warga terhadap kesehatan sudah semakin bagus, karena penanganan persalinan oleh tenaga medis lebih terjamin dibanding tenaga non medis," ungkap Baskoro.

Selain karena tumbuhnya kesadaran warga, turunnya AKB ditunjang pula oleh program Jampersal (Jaminan Persalinan) yang dikembangkan pemerintah. "Dengan tersedianya Jampersal, seorang ibu dapat melahirkan bayinya dengan selamat dan sehat, karena ada prosedur yang standar dan lebih aman," katanya pula.

Basworo menyarankan kepada instansi terkait, untuk terus meningkatkan pelatihan terhadap tenaga persalinan non medis. Karena menurutnya di sejumlah tempat masih terdapat warga yang memanfaatkan tenaga non medis dalam pertolongan kelahiran. "Biasanya di kampung yang jauh dari jangkauan sarana kesehatan, tenaga non medis ini kerap dimanfaatkan," tambahnya pula.

Dalam survey analisis pembangunan sosial (APS), BPS mencatat sebanyak 20 kecamatan di Kabupaten Bandung mampu meraih AHH di atas rata-rata. Tertinggi diraih Kecamatan Cileunyi sebesar 73,58 tahun, disusul Majalaya 73,53 tahun, Ibun 73,06 tahun, Rancaekek 72,98 tahun dan Kecamatan Pangalengan 72,58 tahun. Sementara sisanya 11 kecamatan masih menunjukkan AHH di bawah rata-rata Kabupaten Bandung, seperti halnya Kecamatan Cikancung yang baru mencapai 67,66 tahun.(al)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama